
Tiba - tiba saja Panutua Luwan melompat menerjang ke depan. Dengan gerakan yang cepat, dia menyerang Xiao Yue dengan segenap sisa - sisa kekuatan yang dimilikinya.
WHUUUUS TAP----
Namun sayang, serangan itu dengan begitu mudahnya dapat dihindari oleh Xiao Yue. Yang memang sengaja memprovokasi Panutua Luwan untuk menagih hutang kecurangannya.
"Melawanku? Haha.... Memang itu yang aku harapkan! Aku pastikan kau tua bangka keparat membayar semuanya!" ucap Xiao Yue.
Sebuah serangan balasan di lancarkan oleh Xiao Yue dengan memanfaatkan jarak yang sangat dekat. Xiao Yue langsung mengarahkan Energi Mana pada telapak kakinya.
Kemudian menerjang dengan kecepatan tinggi mendaratkan tendangannya tepat mengenai dada Panutua Luwan yang berusaha menghindari tapi masih kurang cepat.
BUUK BRAAAK
Panutua Luwan tubuhnya terlempar menghantam tanah. Dia kembali memuntahkan teguk darah segar. Tubuhnya gemetaran, dia bangun dan berusaha berdiri dengan tegak.
"Haha.... Sayang sekali sudah ketahuan! Tapi... Itu bukan masalah lagi! Karena tidak ada bedanya bagiku! Lagian sudah terlanjur terjadi! Mana mungkin aku membiarkan ada saksi atas peristiwa ini! Hehe...." Ucap Panutua Luwan sambil melihat sekitarnya, dia tertawa dengan sangat menyeramkan.
Mendengar ucapan yang keluar dari panutua Luwan, membuat semua orang yang menonton pertandingan, menjadi sangat waspada.
" Brengseek! Lelaki tua itu berani mengancam kita juga! Dia pikir kita kan diam saja, begitu!" Lelaki berjubah hijau tersulut emosi setelah mendengar ucapan dari Panutua Luwan.
"A... Apa maksud dari panutua? Kenapa dia bisa bicara seperti itu? Apakah itu juga termasuk dengan kita!" ucap Liang Puchu salah satu anak buah dari Liang Fuan.
"Haha.... Menghilangkan jejak agar tidak ada yang tahu? Ck, berani berbuat tapi tidak berani untuk bertanggung jawab! Hehe...." ucap Xiao Yue.
Liang Yu Cha lebih terpukul lagi mengetahui hal ini, idola yang selama ini menjadi panutannya. Ternyata martabatnya sangat teramat rendah. Dan ini menjadi pukulan telak bagi mentalnya.
Dan itu bukan hanya terjadi pada Liang Yu Cha tapi juga kepada anggota Klan Liang yang lainnya. Mereka sangat terpukul dan teramat kecewa. Mereka semua tidak menyangka bakal menghadapi hal semacam ini. Sebagian merasa menyesal, kenapa berada di rumah makan Pasti Nambah Lagi.
"Hehe... Kalian tidak akan bisa melakukan apapun, karena aku sudah menyebarkan racun lewat Jimat, sejauh 25 meter persegi. Sesuai dengan Jimat Array yang aku pasang, sebelum pertandingan tuan muda Liang di langsungkan."
"Tidak satu pun dari kalian yang bakal hidup dan bertahan kecuali hanya satu orang yaitu aku Panutua Luwan! Hihi ... Dan aku sudah lebih dulu memakan penawarnya!" ucap Panutua Luwan dengan senyum kemenangan.
Semua orang terbelalak dan mundur satu langkah dari tempatnya. Mereka yang ada di tempat itu shok dan kaget mengetahui racun yang telah di tanam dengan jimat Array oleh Panutua Luwan. Mereka baru menyadari kalau panutua dari Klan Liang itu sebenarnya adalah orang yang sangat kejam dan teramat keji.
" Apa kau pikir kami akan membiarkan dirimu! Ck, Enak saja, kau juga akan ikut mati bersama kami!"
" Seraaaang! Ayo bunuh dia! Cincang habis tubuhnya!"
" Dasar tua bangka keparaaaat! Sudah bau tanah bikin ulah!"
Baru saja mereka mau menyerang bersama-sama tiba- tiba asap warna hitam pekat menyerbu tempat mereka berada. Semua orang menjadi panik, ada beberapa orang langsung meleset pergi meninggalkan tempat itu.
Tapi mereka berhenti dan mendadak berbalik karena asap hitam telah menyebar mengurung rumah makan dan sekitarnya. Asap hitam menerjang tubuh mereka dan seketika itu juga mereka langsung kejang- kejang dan keluar darah dari setiap lubang yang ada di badan.
Pemandangan yang sangat mengerikan itu ada di hadapan mereka. Tidak sedikit kultivator yang hadir itu menjerit dan menangis karena harus berakhir dengan cara seperti itu tanpa bisa melakukan perlawanan sama sekali.
Xiao Yue melompat ke anggota Klan Xiao-nya. Dia memutuskan akan membawa mereka pergi dari tempat itu dengan Array Perpindahan. Namun, pada saat itu bersamaan dengan seseorang yang langsung melompat di tengah - tengah mereka.
Orang itu menghibaskan tangannya, asap hitam yang menyerang kelompok Klan Xiao itu langsung menghilang begitu saja. Tindahkan ini tentu saja membuat Xiao Yue dan rekannya sangat kaget.
"Kalian ikut aku ke sana!" Orang itu menelunjuk ke samping di mana di sana ada dua orang yang santai dalam situasi seperti ini. " Aku tidak bisa memusnahkan asap ini lebih dari dua kali! Disana ada Array Pertahanan sangat kuat! Kita bisa bertahan dan hidup bila ke sana!"
Tanpa banyak kata mereka semua mengikuti orang itu. Dan benar saja, di tempat itu ada Array pertahanan yang penuh dengan udara bersih. Asap hitam tidak mampu menembus dan hanya ada di luar.
" Tenanglah kalian akan aman di sini! Sekarang telanlah Pil ini. Agar racun yang sudah masuk ke tubuh kalian itu segera luntur!" ucap pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...