
Mendengar apa kata pelayan Pavilium wajah gadis itu merah padam karena murka.
"Apa katamu? Coba ulangi lagi! Beraninya kamu bicara seperti itu! Kamu tidak tahu siapa aku?" Gadis itu menghardik si pelayan.
"Maaf Nona, baik Dia maupun Anda sama- sama pelanggan kami, dan gadis ini lebih dulu yang milih dan menginginkan pedang itu jadi sudah hak dia. Mana bisa Anda datang langsung mengambil dan merampasnya begitu."
"Bisa - bisanya kamu lebih milih gadis ini daripada diriku! Aku Chu Liang dari Klan Chu, Anak Patriak Chu Luyang. Lihat baik - baik aku lebih segalanya dari gadis itu. Dasar pelayan rendahan kau memang perlu di beri pelajaran," Gadis itu mengangkat tangannya dan....
Plak... Plak...Brak
Gadis itu menampar dan menendang pelayan itu dengan kerasnya hingga hampir menabrak tiang marmer bila tak ditolong Xiao Yue.
"Silakan kau bawa pedang itu! Kau boleh memiliikinya. Aku sudah tidak menginginkannya." Xiao Yue matanya melihat pelayan. "Kau baik - baik saja".
"Iya sa..., sayaa baik, terima kasih," Ucap pelayan Pavilium sambil menangkupkan kedua tangan di dadanya. "Adakah senjata yang lain yang Anda minati?" Tanyanya kepada Xiao Yue.
"Emm sayangnya tidak ada!", Xiao Yue berkata sambil mengeleng - gelengkan kepalanya.
"Kalau begitu Nona, ajak aja Panutua Klan Anda mengikuti lelang di Pavilium Linggar. Ada pedang kelas dewa yang kan di lelang," Ucap pelayan.
"Eh apa! Benarkah? Bagaimana kamu bisa tahu? Apakah barang yang di lelang sudah di umumkan kemasyarakat luas?" Tanya Xiao Yue pada pelayan.
"Belum di umumkan, itu akan menjadi kejutan saat pelelangan. Saya tahu ini dikarenakan tanpa sengaja mendengar pembicaraan pemimpin pavilium Merak Merah dengan temannya. Beliau menyarankan temannya agar pedang buatannya di lelangkan saja. Apabila di jual disini harganya lebih murah". Pelayan menjawab pertanyaan dari Xiao Yue.
"Ohh..., informasi yang luar biasa. Pedang dewa tidak semua orang bisa memiliki, jumlahnya sangat sedikit. Pembuatannya jelas rumit, bahannya jua yang terbaik dan langka, pasti memakan waktu serta tenaga".
"Kapan pelelangannya akan dilakukan? Apakah dalam waktu dekat ini?" tanya Xiao Yue.
"Pelelangannya akan di laksanakan sore ini kalau jadwalnya tidak berubah," Pelayan menjawab pertanyaan dari Xiao Yue.
"Aku harus ke Pavilium Linggar sekarang! Aku harus mendapatkan pedang Dewa itu. Mumpung belum banyak yang tahu , aku merasa bisa menukarnya dengan beberapa item yang aku miliki di ruang Gelang Semesta !" Ucap Xiao Yue dalam hati.
"Terima kasih atas info kamu ini! Berita yang sangat menggembirakan," ucap Xiao Yue sambil menaruh satu keping emas di tangan pelayan itu. Dia bergegas meninggalkan lantai 3 menuju ke lantai dasar pavilium.
Xiao Yue bertemu teman timnya yang masih memilih senjata. Dia bilang ada sesuatu yang tertinggal di Pavilium Losmenling dan harus mengambilnya.
Teman timnya menyuruh Xiao Yue kembali ke penginapan, karena mereka semua berpikir yang tertinggal pasti berhubungan dengan uang.
Xiao Yue keluar Pavilium Merak Merah dan sebelum meninggalkan tempat itu sempat bertanya dimana letak Pavilium Linggar pada penjaga.
Cukup lama Xiao Yue mencari akhirnya dia sampai di depan gedung yang ada tulisan besar PAVILIUM LINGGAR dilangkahkan kakinya menuju pintu masuk dengan hati yang berdebar mengingat akan pedang dewa.
Tingkatan senjata ada 5 (lima) :
Senjata Tingkat Mistik.
Senjata Tingkat Bumi.
Senjata Tingkat Surga.
Senjata Tingkat Dewa.
Begitu masuk pavilium Xiao Yue bergegas ke tempat petugas yang berjaga. "Penjaga pertemukan aku dengan menejer Pavilium Linggar aku mau menjual beberapa item".
"Tunggu di sini saya akan panggilkan manejer", ucap Penjaga meninggalkan Xiao Yue.
Tak berapa lama penjaga datang dan mengajak Xiao Yue agar mengikutinya ke ruangan manejer Pavilium Linggar. Di bukakannya pintu dan dia menyuruh Xiao Yue masuk kedalam seorang diri karena dia kembali ke tempatnya bertugas.
"Silakan duduk, Barang apa yang yang ingin Anda jual ke Pavilium Linggar ini. Kau tahukan semua barang yang dijual disini nanti kami lelang. jadi bukan barang biasa." ucap manejer kepada Xiao Yue.
"Saya tahu! Saya disini ingin mengadakan pertukaran item yang saya miliki dengan barang yang ada di Pavilium ini."
"Saya ingin bertukar dengan salah satu senjata yang akan di lelang!" kata Xiao Yue memberitahu kepada manejer.
"Apa katamu? Senjata yang akan kami lelang? Jadi kau menginginkan senjata tingkat surga! Memangnya item apa yang kau punya?" Tanya Manejer Pavilium sinis.
"Bukan senjata tingkat surga tapi senjata tingkat dewa itu yang saya mau! Saya tahu kali akan ada senjata tingkat dewa yang di lelang!" Ucap Xiao Yue membikin Manejer kaget.
Dia heran kalau senjata tingkat dewa yang akan jadi kejutan telah bocor kemasyarakat. Tapi pihaknya tidak ada yang mengumumkan begitu juga sama yang jual lalu bagaimana gadis belia ini bisa tahu. Pandangan Manejer jadi tajam dan curiga kepada Xiao Yue.
Melihat tatapan Manejer, Xiao Yue berkata, "Saya tahu , karena tanpa sengaja mendengar dua orang berbicara tentang senjata itu dan membawa serta mempercayakannya kesini!"
"Saya akan tukar dengan berbagai item ini," Xiao Yue mengeluarkan Bunga Yin dan Yang, Teratai Jiwa, 3 ikan Muntiara, 3 ikan Kristal, 3 ikan Pelangi dan 2 ikan Rasyawi dari dalam cincin dimensinya.
Manejer kaget melihat item yang di tunjukkan oleh Xiao Yue semuanya sumber daya langka, matanya sampai melotot mulutnya terbuka.
"Sebentar kau tunggu disini," Manejer memanggil pelayan untuk memberikan makanan kecil pada Xiao Yue , dia langsung keluar ruangannya.
Tak berapa lama manejer datang dengan dua orang separuh baya, dan meminta kedua orang itu untuk duduk. Keduanya melihat item dia atas meja matanya melotot.
"Pedang tingkat dewa yang punya kakek ini, saya sudah berjanji akan melelangnya dan hasilnya akan masuk kantongnya, kami pihak Pavilium akan memotong 10 % dari hasil penjualan. makanya saya bawa kesini biar beliau yang menentukan".
"Baiklah aku setuju tapi...! Aku mau item yang ada di meja di tambah lagi! Apa kau bisa ?" pintanya pada Xiao Yue.