XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 74



Arena tanding 5 yang ada di depan tempat duduk Klan Xiao telah usai tapi pertandingan di arena yang lain masih berlangsung dengan sengit.


Xiao Yue bergumam lirih, " Teknik Mata Hati!" Dengan menggunakan.teknik ini Xiao Yue bisa melihat pertandingan lain tak ubahnya seperti berlangsung di depan matanya.


**********


Arena Laga 3


Pertandingan nomer 5 Ling Wan dan nomer 6 Ye Culiang begitu sengit. Serangan datang dengan cepat dari Ye Culiang menebas ke arah bahu kiri, tapi Ling Wan melompat tinggi ke kiri berusaha menghindari sabetan pedang.


"Oh...Kau lumayan hebat juga! Dari tadi selalu mampu menghindar? Hehe tapi apa seturusnya bisa....!" ucap Ye Culiang kepada lawannya.


Kemudian Ling Wan menebaskan pedangnya yang sudah di aliri Energi Mana untuk membalas serangan yang telah di lancarkan oleh Ye Culiang.


BRAAK BLAAR


Kedua jurus pedang yang diperagakan oleh Ye Culiang dan juga Ling Wan sama -sama ganas dan kuatnya, kultivasi mereka setara sehingga sulit menebak siapa yang bakal keluar jadi pemenang.


"Ck, Jelas bisa! Kalau hanya begini sampai satu bulan pun berlaga tak akan tergores seujung kukupun!" ucap Ling Wan tersenyum semrik.


"Jurus Pedang Petir!" Pedang yang dialiri Energi Mana kemudian membentuk empat garis cahaya yang terbuat dari energi petir yang bergerak - gerak kesegala arah yang mampu mengancam keselamatan.


"Jurus Tombak Dewa!" Tombak yang dialiri Energi Mana mengeluarkan cahaya biru langsung di bawa lari menghadang dan memukul hancur lesatan energi pedang Ling Wan.


BRAAK BLAAR


" Apa tidak mungkin! Bagaimana bisa jurus pedangku bisa dengan mudah di hancurkan olehnya. Ini tidak biasa , aku harus hati- hati!" ucap dalam hati Ling wan.


Di ulangnya lagi Jurus Pedang Petir dengan segenap tenaga di tambahkannya Energi Mana 90 % diarahkannya pada lawan tandingnya.


Begitu juga dengan Ye Culiang kembali mengulang serangannya dengan kekuatan yang di tambahkan juga tingkatan yang lebih tinggi.


BLAAR BLAAR BOOM


Keduanya sama -sama terdorong lima langkah mundur kebelakang. Tapi lama kelamaan kedua jurus yang saling beradu itu salah satunya menunjukkan lebih unggul dari yang lainnya. Jurus Pedang petir tak dapat dihentikan lagi hingga...


CRAAHS AAHHHH...


Terdengar teriakan pilu dari Ye Culiang karena tangan kirinya terlepas terpotong oleh sabitan pedang dari Ling Wan. Dan tubuh Ye Culiang jatuh terpental sejauh beberapa meter hampir keluar dari arena laga.


Ye Culiang bangun dan segera menalurkan Energi Mana pada tangannya yang buntung untuk menghentikan pendarahan. Dia memandang Ling Wan seperti seekor macan melihat kelinci.


Sekali lagi Energi Mana Ye Culiang kumpulkan pada tombak yang di genggamnya, "Jurus Tombak Dewa!" Tombak yang di lapisi warna biru itu di lempar ke arah Ling Wan dengan cepat.


Ling Wan melompat menghindar kebelakang sejauh lima langkah kaki. "Jurus Pedang Petir!" Dan menebas tombak yang datang menusuk dengan pedang yang mengandung Energi Mana serta tenaga yang cukup besar dan kuat.


TANG TANG


Tombak itu berbenturan dengan pedang dan melayang kembali ke tangan Ye Culiang. Dengan kondisi badan yang kehabisan tenaga dan luka yang masih mengeluarkan darah dengan deras. Akhirnya Ye Culiang mengaku kalah kepada Ling Wan.


Wasit pertandingan arena laga 3 mengumumkan yang menang adalah Ling Wan nomer 5.


Xiao Yue matanya kembali melirik pertandingan yang jauh sekali jaraknya dari tempat Xiao Yue duduk. Pertandingan di arena laga lain dengan penuh minat.


********


Pertandingan yang terjadi antara nomer 15 Fan Fang dan nomer 16 jiang Jun begitu seru dan menegangkan.


Fan Fang keluarga Fan terkenal kemampuannya dalam mengendalikan binatang. Dengan suling yang di aliri Energi Mana dia memanggil dàn mengendalikan hewan yang dipeliharanya lebah- lebah beracun. Lebah - lebah beracun ini tersimpan di tabung besar yang di panggul di punggungnya.


"Jangan sungkan Saudara? Gunakan segenap kemampuanmu! Karena aku pun begitu!" ucap Fan Fang kepada Jiang jun.


Kini arena laga 8 penuh lebah beracun yang terbang bebas. Dengan segera Jiang Jun menggunakan Energi Mana untuk melapisi tubuhnya mencegah lebah - lebah beracun menyentuh tubuhnya.


"Lawan kali ini teramat sulit! Harus penuh perhitungan jangan sampai gegabah!" Gumam lirih Jiang Jun dengan ekspresi wajah yang tegang dan sangat , sangat waspada.


Serangan dari kawanan lebah yang di kendalikan oleh Fan Fang kini mulai ada pergerakan yang pasti. Gerakan dari sekawanan lebah- lebah beracun membentuk sebuah formasi untuk menghancurkan pelindung yang di buat oleh Jiang Jun dari Energi Mana.


Tapi dengan cepat Jiang Jun menyerang terlebih dulu dan membuat kawanan lebah- lebah beracun mau tak mau akhirnya membubarkan formasinya.


"Idih..Mau menyentuh tubuhku jangan harap! Aku tidak akan membiarkan lebah jelek seperti kalian berani mendekat! Jangan harap bisa! Kalau perlu kalian aku jadikan tumisan lebah! ucap Jiang Jun tersenyum ceria.


Jiang Jun mengeluarkan kekuatannya langsung puncak, dia harus segera mengahkiri dan menyelesaikan pertarungannya. Karena semakin lama racun yang di keluarkan oleh lebah semakin kuat dan mampu melemahkan perisai yang di buatnya dari Energi Mana.


Jiang Jun dengan bergumam, " Jurus Pedang Badai!" pedang dialiri Energi Mana pada bilanya menyerang kawanan lebah. Mengakibatkan sebagian dari kawanan lebah itu mati.


Sebagian lagi kawanan lebah langsung terbang berpencar. Dan tak lama kemudian kembali berkumpul membuat formasi.


Serangan masih juga berlanjut, kini Jiang Jun kembali mengulang Jurus Pedang Badai dengan Energi Mana 90% untuk membuat kawanan lebah kalah dalam formasinya. Namun...


BLAAR DUAAR


Perisai yang di bentuk Jiang Jun dari Energi Mana telah hancur. Dan Jiang Jun mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya.


UHUK UHUK UHUK


Jiang Jun sedikit terluka dalam dan masih juga bisa tersenyum kepada lawannya Fan Fang.


"Sangat hebat kau masih bertahan dari formasi lebah- lebah beracun!" ucap Fan Fang.


"Aku merasa senang sekali mendapatkan lawan yang sangat kuat seperti kamu! Baiklah ayo kita selesaikan segera pertarungan ini!" ucap Jiang Jun mempersiapkan lagi serangannya.


"Haha.... Sejak dari aku sudah siap! Mari kita gunakan segenap tenaga dan kekuatan siapa yang bisa bertahan paling lama!" ucap Fan Fang.


" Teknik Seruling, Lebah Menari!" Di salurkan Energi Mana pada Seruling kemudian Fan Fang meniupnya berirama riang dan merdu yang mampu mempengaruhi seluruh kawanan lebah - lebah beracun membuat formasi penyerangan.


"Jurus Pedang Badai!" Dialirkannya Energi Mana pada bila pedang yang menghasilkan angin makin lama makin besar dan menggulung. Jiang Jun mengayunkan pedangnya kearah Fan Fang.


Di depan Fan Fang tercipta formasi yang di bentuk oleh kawanan lebah mulai menyerang kedepan ke arah jiang Jun. kemudian...


BLAAR BOOM BOOM


Kedua kekuatan bentrok di udara dan melempar ke duanya. Nasib Fan Fang lebih beruntung karena terlempar masih di dalam arena sedangkan Jiang Jun terlempar keluar arena.


*********