
Wasit pertandingan mengumumkan bahwa pemenangnya adalah Fan Fang nomer 15 di arena laga 8.
Begitu juga dengan arena tanding yang lain ternyata sudah ada pemenangnya yang akan maju pada putaran selanjutnya yaitu nomer 1 arena laga 1, nomer 3 arena laga 2, nomer 7 arena laga 4, nomer 11 arena laga 6, nomer 13 arena laga 7.
Panitia Turnamen Lingcup kemudian memanggil nomer peserta selanjutnya yang akan berlaga di arena tanding.
"Nomer 17 dan 18 berlaga di arena 1, nomer 19 dan 20 berlaga di arena 2, nomer 21 dan 22 berlaga di arena 3, nomer 23 dan 24 berlaga di arena 4, nomer 25 dan 26 berlaga di arena 5 , nomer urut 27 dan 28 berlaga di arena 6, nomer 29 dan 30 berlaga di arena 7 dan nomer 31 dan 32 berlaga di arena 8."
Anggota Klan Xiao melihat nomernya masing - masing dan ternyata pada sesi ke dua ini dua orang yang akan maju bertanding.
"Aih... Nomer aku telah di panggil untuk berlaga! Hihi... Aku sudah siap? Saudari Xiao Yue ayo kita buat taruhan. Kalau aku kalah aku akan traktir kamu tapi bila aku menang kamu wajib traktir diriku!" ucap Xiao Yubi pada Xiao Yue.
"Haha.... Baiklah! Biar makin bersemangat tandingnya! Bagaimana dengan dirimu saudara Xiao Qing apakah juga mau ikutan bertaruh?" ucap Xiao Yue.
"Aku ikut taruhan kalian! Taruhannya adalah siapa dari kita yang bisa sampai putaran ke 3?" ucap Xiao Low.
"Siiip! Aku setuju itu! Dan taruhannya memakai nama sendiri tidak nama yang lain? Biar makin bersemangat berduelnya!" Ucap Xiao Hangbi.
"Aih... Itu yang jadi taruhannya? Boleeeh sapa takut! Sepakat! " ucap Xiao Yue diangguki oleh Xiao Yubi dan Xiao Qing.
Xiao Yubi dan Xiao Qing kini melesat ke arena laganya masing - masing.
WHUUUS
Xiao Yubi mendarat bersamaan dengan lawan tandingnya. Mereka saling mamandang mengukur kekuatan lawannya.
"Salam kenal aku Xiao Yubi dari Klan Xiao !" ucap Xiao Yubi sambil menangkupkan tinju di depan dadanya sebagai penghormatan.
Pemuda tampan baju biru juga menangkupkan tinju di dadanya dan berkata, "Aku Yang Luchan dari Klan Yang, Tidak di sangkah kita bisa ketemu lagi! Hehe..."
"Aku harap kamu tidak menangis seperti dua tahun lalu saat kamu mengikuti orang tuamu berkunjung ke Klan Yang menjenguk bibimu?"
"Ck, jangan ingatkan aku atas peritiwa itu! Dan jangan mencoba mengungkitnya?" Ucap Xiao Yubi mukanya sedikit memerah.
Xiao Yubi langsung mengedarkan Energi Mana pada tubuhnya kemudian di pusatkan ke pedang yang di pegangnya 80 % langsung membias menyelimuti tubuh dan pedangnya.
Yang Luchan juga tidak mau tinggal diam di edarkannya Energi Mana pada Tombak yang di pegangnya. Tombak di hentakkan ketanah terlihat retakan yang menjalar seperti jaring laba- laba.
TRAAAK
Tak mau kalah dengan aksi dari Yang Luchan. Pedang yang penuh dengan Energi Mana itu dilempar Xiao Yubi dan kemudian dikontrol sempurna seperti sebuah gasing di udara yang dingin.
WHUUS
Seutas tali yang terbentuk dari Energi Mana mengontrol pedang itu lalu Xiao Yubi melesatkan diam -diam kearah Yang Luchan yang masih memegang tombak pusakanya.
"Mari kita selesaikan segera pertarungan ini! Aku yakin bakal bisa mengulang dua tahun lalu! Hehe..." ucap Yang Luchan.
"Jurus Pedang Hati Beku!" Xiao Yubi segera mengayunkan pedang dengan cepat ke arah Yang Luchan.
Pedang itu melaju luar biasa cepatnya, dengan keahlianya dalam mengunakan tombak, Yang Luchan memutarnya ke kanan dan ke kiri untuk menangkis serangan pedang dari Xiao Yubi.
TANG TING BRAAK
Tapi pedang itu seolah punya kehendak sendiri selalu kembali tidak mau jauh dari Yang Luchan dan bila dekat selalu berbenturan dengan tombak yang digunakan untuk menangkis sabetannya.
Tak mungkin Yang Luchan diam saja melihat puluhan pasak es yang tajam melayang di tiap sisi tubuhnya.
"Jurus Tombak Angin!" ucap Yang Luchan mengalirkan Energi Mana cukup besar pada tombak pusakanya. Dan terciptalah gemuruh angin pada ujung tombak pusaka, kemudian Yang Luchan memutar badan menyerang pedang yang melayang tak jauh dari sisinya.
BRAAK BLAAR BOOM
Terjadi benturan dan ledakan yang keras dari kedua senjata yang saling bersinggungan itu. Xiao Yubi mundur kebelakang lima langkah dan mengeluarkan seteguk darah segar.
Sekarang Xiao Yubi juga telah kehilangan kontak dan juga koneksinya dengan pedang ke banggaannya itu. Pedang itu sekarang tergeletak tak jauh dari tempat Yang Luchan berdiri.
Xiao Yubi segera melompat menyambar pedangnya baru saja tangannya mau menyentuh gagang pedang tiba- tiba punggungny merasa dingin mata tombak menggoresnya sedikit.
"Menyerahlah... Aku tidak mau apabila mata tombak nancap dalam di tubuh indahmu! " ucap Yang Luchan.
Xiao Yubi sadar andai ini petarungan hidup mati dia pasti sudah bertemu dengan dewa kematian.
"Aku... Aku menyerah!" ucap Xiao Yubi.
Wasit pertandingan mengumumkan bahwa pemenang arena laga 5 adalah Yang Luchan nomer 25.
**********
Arena laga 3
Pertandingan nomer 21 Xiao Qing dengan nomer 22 Ling Butong sedikit alot. Dengan tingkat kultivasi sama juga kemahiran yang sama membuat keduanya kesulitan.
"Haha ... Aku tak nyangkah bila harus berhadapan dengan orang yang juga mempelajari jurus yang sama denganku?" ucap Xiao Qing. " Seperti menghadapi diri sendiri saja!"
"Jurus Pedang Sejuta Pedang!" Xiao Qing mengalirkan Energi Mana dalam jumlah yang sangat besar 85% pada pedang yang di selimuti cahaya membentuk bayang - bayang ratusan pedang yang makin lama makin menebal hingga memadat dan terciptalah ratusan pedang melayang di udara.
"Oh... Kau itu kejutan buatku? Keahlian pedangku ternyata ada saingannya! Pastinya kau di Klanmu pun diakui oleh seluruh generasi! Tapi hari ini apa bisa itu di sebut jenius?" ucap Ling Butang agak kecewa.
Melihat Xiao Qing memulai kembali serangannya Ling Butong pun mengambil langkah yang sama. " Jurus Pedang Sejuta Pedang!" Ling Butong tersenyum. "Kita akan lihat siapa yang terbaik, yang paling mahir, dan yang paling menguasai jurus pedang ini aku apa kau?"
Keduanya langsung mengayunkan pedang bersamaan dengan kecepatan tingkat tinggi dan tanpa jeda sedikit pun.
TANG TING TANG
TING TANG TING
Tenaga mereka berdua terkuras, mengumpulkan Energi Mana sambil bertarung itulah yang sekarang keduanya lakukan. Tidak ada yang mau mengakui kalah, apalagi dengan kata menyerah.
"Ayo kita akhiri pertarungan ini? Sudah cukup menjajal keahlian dan mahiran jurus? Yang jelas putaran 2 itu milikku! Maaf aku tidak akan menyerahkannya padamu!"
Usai berkata Xiao Qing menggunakan Energi Mana 100 % langsung menyerang, begitu juga dengan Ling Butang langsung menyongsong serangan...
TANG CLAAHS JLEEP
JEEP TANG JLEEP
Keduanya sama - sama terluka, terkoyak, teriris dan tertusuk oleh pedang. Ling Butong tubuhnya gemetar kemudian jatuh pingsan sedangkan Xiao Qing tubuhnya bergetar dan jatuh terduduk tapi tetap sadar.