
Setelah array pertahanan sempurna terbentuk Xiao Yue melukai jari jempolnya. Di teteskannya darah yang keluar sebanyak tujuh tetes ke buku kuno yang Xiao Yue dapatkan dari acara lelang Pavilium Linggar.
Ketika darah menyentuh permukaan buku langsung hilang seperti tertelan dan terhisap masuk kedalam buku.
Tiba - tiba buku kuno itu merespon dan gergetar kemudian bersinar. Begitu sinar itu makin terang dari dalam buku selesat puluhan cahaya tipis kecil panjang berpusat pada buku, menyerang ke segala arah dan mampu menembus apa saja yang menghalangi.
Xiao Yue beruntung tubuhnya di dalam array pertahanan hingga tiap sinar kecil panjang mengarah padanya langsung di belokkan.
Xiao Yue bersyukur karena tidak dalam ruangan yang tertutup. Ruangan itu bisa hancur dan dipenuhi sama lubang - lubang kecil sebesar jari tangan.
Serangan itu cukup lama hingga akhirnya sinar dari dalam buku redup dan padam kemudian mengeluarkan asap tipis.
Begitu asap tipis menghilang dan tidak ada kejadian apapun lagi Xiao Yue meraih buku itu dan kemudian dia bisa membuka lempar pertama dari buku kuno. Xiao Yue membandingkan kesamaan isinya buku kuno dan buku tua.
"Tidak disangka ketika aku belajar buku tua ini untuk mempelajari tiap gambar dan artinya hingga bisa membacanya menjadi kata disaat waktu luang saat lagi males dan bosan. Ternyata ini adalah hexagram yang di khususkan untuk segel menyegel."
Buku tua berisi pengetahuan dan penjabaran tentang segel sedangkan buku kuno berisi tentang teknik segel.
"Baiklah..! Karena buku kuno sudah ada di tangan saatnya mempelajari segel. Lagian Array jua sudah selesai aku pelajari dan kuasai. Bisa array dan jua bisa segel kedepannya menghadapi musuh lebih mudah lagi."
Array dan segel hampir mirip tapi array tidak bisa menjelma jadi hukuman. sedangkan segel bisa menjadi wujud hukuman dan kutukan.
Selama 3 hari sudah Xiao Yue mempelajari segel di ruang Gelang Semesta, dan memakan daging beast Kera Merah.
Saat keluar dari ruang Gelang Semesta dia langsung membuat array perpindahan menuju tempat supupunya berada.
Xiao Yue menyentuh pundak seorang gadis yang lagi masak dan berkata, "Xiao Ling buatkan aku acar mentimun ya! Aku lagi pengen banget."
"Eh.. Nona! Saya akan segera buatkan! Ini akan jadi bekal semangat Nona bertandingnya! Dan jangan lupa Nona harus menjaga diri! Oiya... Nona ! Tuan Muda Xiao Shibang sudah sadar! Tapi bila bicara atau gerak belum bisa!" ucap Xiao Ling bersemangat.
" Benarkah! Ini kabar yang sangat bagus dan menggembirakan. Sudah ada kemajuan dan perkembangannya. Berarti terapi tahap kedua yang harus di jalaninya. Aku akan menerapinya sekarang karena ini akan memakan waktu lebih lama."
"Kakak sepu.., pu! Halo!" Xiao Yue menyapa Xiao Shibang dengan senyuman menawan sambil mengangkat tangannya dan jarinya digoyang - goyangkan. "Maaf bila ini terasa sakit, tapi ini harus dilakukan! Jadi bertahan ya!"
Xiao Yue kembali menancapkan jarum - jarum itu di kepala Xiao Shibang dengan hati - hati. Xiao Ling memasuk kekamar dan melihat raut wajah Xiao Shibang terlihat kesakitan merasa tidak tega.
" Ramuan ini untuk berendamnya segera kamu siapkan bak mandinya," ucap Xiao Yue tanpa menoleh memberikan ramuan obat pada Xiao Ling. Tanpa banyak bicara Xiao Ling bergegas membawa ramuan obat tersebut.
Tak berapa lama Xiao Ling sudah kembali dan Xiao Yue pun mulai mencabuti jarum yang ada di kepala, begitu jarum terakhir di jabut Xiao Ling langsung membopong Xiao Shibang ke kamar mandi dan membantunya di sana.
"Xiao Ling, acarnya aku bawa semua! aku harus kembali ! yang lainnya sama seperti kemarin!" Xiao Yue berteriak dari luar kamar mandi.
*********
Pavilium Losmenling
"Kita harus segera berangkat ke arena pertandingan. Apakah kau sudah memanggil Xiao Yue?" tanya Panutua 5 kepada Xiao Yubi.
"Sudah, saya panggil dan ketuk pintunya cukup lama tapi tidak ada respon dari Xiao Yue," kata Xiao Yubi memberitahu Panutua.
"Kalau menunggunya kita bisa telat? Tapi kemana anak itu? Masa iya masih molor karena tidak bisa tidur semalam," ucap Panutua 2 memandang tim Triluardam yang lain.
"Mungkin saja!" jawab mereka kompak. "Coba kau panggil kembali dia kalau masih sama kalian tinggalkan saja, biar aku yang akan nungguh dan membawanya kesana nanti!" ucap Panutua 5 memberi solusi.
Xiao Low pergi memanggil Xiao Yue. Tak lama dia kembali sendirian tanpa Xiao Yue . Panutua 5 mengantar mereka sampai keluar Pavilium dan ketika mau masuk kembali dia melihat Xiao Yue berlari keluar pavilium.
"Haha... Bangun Setelah semua pergi! Dasar...! Cara apa yang dipakai Patriak agar anaknya bisa bangun pagi?" gumam Panutua 5 sambil geleng kepala.
Xiao Yue menghampiri Panutua 5 dan menangkupkan tintu dan berucap, "Maaf telat, semua sudah berangkat? Ayo Panutua 5 kita harus susul mereka?" Sambil menarik tangan Panutua diajaknya berlari mengejar anggota Klan Xiao Yang Lain.