
Melihat Naga Air Mana datang menghampirinya, salah seorang Assassin Chubuang Yang berbadan kurus segera saja menyonsongnya dengan lari ke depan kemudian menggerakkan Goloknya menebas laju Naga Air Mana.
BLAAAR DUAAAR
Terjadi ledakan yang sangat dahsyat saat kedua kekuatan itu bertemu di udara. Mengakibatkan terjadinya percikan air Mana yang bercampur dengan debu yang memadat berhampuran terhempas angin terbawa keseluruh area pertarungan.
WHUUUUS PYAAR WHUUUS
Walau tubuh terhempas dan melayang di udara akhirnya jatuh menabrak tanah, bersamaan dengan datangnya air hujan Mana, anggota Assassin Chubuang itu langsung mengambil jimat dari dalam cincin dimensinya, kemudian dia segera mengaktifkan Jimat Array untuk melindungi dirinya agar makin tidak parah kondisinya.
"Sial, sial, sial..! Celaka ..! Jimat Array Pertahanan, Aktifkan!"
Seketika itu juga jimat Array yang ada di tangan anggota Assassin Chubuang itu bersinar dan terciptalah sebuah sangkar yang terbuat dari Energi Mana yang mengurung tubuhnya.
JLEEP JLEEEP JLEEEP
Air Mana yang berpadu dengan debu memadat yang berhamburan bagai air hujan itu langsung mampu mebembus batu, pohon dan tanah. Sehingga area itu penuh dengan lubang kecil- kecil yang dalam , tak ubahnya sarang lebah.
Peristiwa itu pun juga tidak luput mengenai kedua orang yang tadinya bertarung.
BRAAK JLEEEP BRAAK
Tapi tidak mampu menembus Array pertahanan kedua orang yang ada di bawahnya. Baik Xiao Tui mau pun anggota Assassin Chubuang, keduanya selamat tidak terluka dari gempuran air hujan Mana.
"Syukurlah, Yue' er tadi sempat memberiku jimat Array Pertahanan Mutlak! Kalau tidak? Huh... Aku tidak bisa bayangkan. Kemungkinan aku sekarang sudah tewas hanya tinggal nama saja!"
Tapi itu bisa di pahami karena keduanya baik itu Xiao Tui mau pun Anggota Assassin Chubuang itu sama-sama menggunakan kekuatannya 90%. Kondisi keduanya tidaklah jauh beda. Segera saja mereka memasang kuda -kuda siap memulai lagi pertarungannya.
***
Xiao Yue yang bertarung tidak jauh dari area pertarungan Xiao Tui, juga mendapatkan imbas dari hujan Air Mana. Tapi tidak ada dampak yang berarti karena keduanya mampu menghalaunya.
Xiao Yue terpaksa menghalaunya demi Xiao Tui. Kalau tidak, dia pasti akan membiarkan tubuhnya digempur habis-habisan oleh hujan Air Mana.
Hal itu di lakukannya, karena Xiao Yue tidak mau Hujan Air Mana itu sampai mengenai tubuhnya. Karena itu bisa mengakibatkan Xiao Tui juga akan mengalami luka parah, bahkan bisa juga tewas karena efek Segel Kutukan Terbalik.
Walau Xiao Tui saat ini masih berada di dalam perlindungan Jimat Array yang utuh tanpa retak dan hancur.
" Aih...Sayang sekali tidak bisa di manfaatkan! Tapi bagaimana lagi? Keadaan yang tak memungkinkan!" gumam Xiao Yue dengan menghela nafas, dia memandang sekilas keadaan Xiao Tui.
Gadis cantik itu kembali konsentrasi memandang lawannya, dengan senyum merekah dia kembali menyerang. Xiao Yue langsung mengarahkan Pedang Mawar Kematian menusuk Chu Feliang dari arah samping dengan menambahkan kecepatannya.
WHUUUUS WHUUUS TAP---
Chu Feliang langsung menghindari tusukan itu dengan segenap tenaganya. Lelaki itu menghindar dengan mengerahkan Energi Mana melayang mundur ke belakang tetapi tusukan gadis cantik itu terus mengikuti, melayang mengejarnya.
Dengan Kecepatannya Chu Feliang berusaha bisa menghindar dari jangkauan Xiao Yue. Dia segera memakai Tombaknya untuk balik menghadang laju tusukan Pedang Mawar Kematian.