XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 142



Karena belum juga mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Xiao Yue kembali lagi mengulang pertanyaan yang di ajukkannya kepada pria paruh baya yang ada di hadapannya itu.


" Tuan, Siapa yang telah membunuh Panutua Luwan? Kenapa pertanyaan saya tidak dijawab? Apakah ada yang Tuan tutupi dari kami?"


Pria paruh baya itu tersenyum dan akhirnya menggerakkan mulutnya menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Xiao Yue.


" Yang membunuh Panutua Luwan adalah Saudara Wei Fanglun. Kalau kau penasaran dan ingin tahu, kau bisa bertanya langsung pada yang bersangkutan!"


Xiao Yue tertegun, karena seingatnya di Kerajaan Ling ini, tidak ada orang yang bermarga Wei atau pun Klan Wei. Tentu saja hal ini menimbulkan tanda tanya besar di benak Xiao Yue.


"Itu berarti Anda bukan penduduk asli Kerajaan Ling! Anda pengelana, yang kebetulan mampir dan singgah di Kerajaan kami!" ucap Xiao Qing mengemukakan pendapatnya.


"Haha... Tebakanmu separuh benar, separuhnya salah! Kami memang bukan warga kerajaan Ling. Kami di sini karena undangan untuk menghadiri pernikahan dari Putri Ling Shi Wen."


Apa yang di ungkapkan oleh Pria paruh baya membuat Xiao Yue dan beberapa orang yang ada di Array Perlindungan saling panjang. Mereka tidak menyangka ditolong oleh tamu kerajaan.


" Kalau boleh kami tahu dan Itupun kalau anda tidak keberatan, Siapakah nama anda! Setidaknya kami tahu siapa yang menolong kami?" tanya Xiao Low.


"Hehe... Wei Yan Bing itulah namaku!" ucap Lelaki paruh baya itu.


"Panutua Bing, Terimah kasih!" ucap serempak, mereka sambil menangkupkan tinjunya di depan dada.


"Haha.... Kalian tak perlu sungkan!"


Cukup lama mereka berbincang-bincang sampai akhirnya asap hitam yang berada di luar Array Perlindungan yang meliputi area rumah makan Pasti Nambah Lagi perlahan - lahan memudar.


Salah satu orang dari Kelompok tamu kerajaan bergerak keluar array perlindungan. Dia kemudian melempar sesuatu dan meledak di udara.


DUAAAAAR


Ledakan itu mengakibatkan serangan kejut yang melahap sisa- sisa Asap hitam yang tertinggal hingga benar- benar menghilang.


Sadar bahaya telah berlalu. Xiao Yue dan rekan Klan Xiaonya berencana kembali ke Pavilium Losmenling karena cukup lama berada di luar. Dan pastinya Panutua 2 dan Panutua 5 saat ini mengkwatirkan kondisi dan keadaan mereka


" Panutua Bing! Maaf, Kami harus kembali, karena kami kuatir, kalau saat ini kami lagi dicari, kami cukup lama meninggalkan rombongan!" ucap Xiao Yue berbicara kepada pria paruh baya.


" Hem... Tentu saja kalian boleh pergi! Kami tidak berhak melarang kalian! Tapi aku percaya, kita akan bertemu lagi lain waktu!"


"Ahh... Benarkah! Hehe...Kalau masalah itu, Entahlah Kami tidak tahu! Karena tidak ada salah satu pun dari kami yang bisa meramal masa depan!"


Xiao Qing , Xiao Low dan Liang Yu Cha segera saja melompat melesat meninggalkan area rumah makan. Di susul oleh Xiao Yue dengan metode yang sama. Tapi ada yang aneh, saat yang lain bisa melesat pergi, Xiao Yue cuman bisa melompat saja.


Xiao Yue langsung saja menggunakan Teknik Mata Hati untuk melihat kondisi badan dan sekitarnya. Apa yang membuatnya tetap bertahan di tempat ini.


Sampai sebuah suara berbicara padanya. Jelas bisa di tebak kalau orang inilah yang jadi biang keroknya.


"Tidak perlu pakai Teknik! Aku yang telah membuatmu masih tetap berada di sini." Sambil berbicara pemuda tampan itu mendekat kepada Xiao Yue.


Xiao Yue berusaha menahan emosinya. Dia tidak suka tindakan dan perbuatan dari pemuda tampan itu. Yang berbuat seenaknya terhadap dirinya. Padahal mereka tidak saling kenal. Bahkan ini adalah pertemuan pertama kali dengan dirinya.


"Apa yang telah kau lakukan? Sebenarnya, Kau mau apa? Apa yang kau inginkan dari diriku?" tanya Xiao Yue kepada pemuda tampan itu dengan tidak sabar.


Xiao Yue memperhatikan sekelilingnya, ternyata dia berdua saja dengan pemuda tampan itu, yang masih ada di area rumah makan.


("Kenapa aku ditinggalkan berdua saja dengan pemuda ini? Siapa sebenarnya pemuda yang ada di hadapanku ini? Apa mungkin pemuda ini adalah majikan dari orang-orang itu?") ucap Xiao Yue dalam hati.


Xiao Yue sangat tidak suka situasinya saat ini. Apalagi dia menyadari kalau dirinya terkena segel kutukan, Dan parahnya dia tidak tahu kapan segel itu mengenai dirinya.


Bagaimana Xiao Yue tidak sebel, kalau yang memberinya segel adalah pemuda tampan yang betusaha di hindari dan di jauhinya. Dan saat ini pemuda tampan itu berada tepat di depannya sambil tersenyum simpul.


"Ck, aku tidak butuh senyummu itu! Yang aku butuhkan adalah jawaban atas pertanyakanku. Jangan diam saja! Jangan memandang diriku seperti itu! Aku tidak suka!" ucap Xiao Yue sambil matanya melotot.


"Haha... Jadi kau ingin Segel Kutukan ini aku hapus! Kau ingin terbebas dari segel itu! Hehe... Bukankah kau pun mau menguasai Segel. Begini saja tidak bisa membebaskan dirimu! Payaaah!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...