
Mendengar apa yang di ucapkan oleh pemuda tampan itu membuat Xiao Yue juga balik memandangnya tajam. Entah Kenapa di pandang terus dengan intens. Dan seperti sedang menelisik dirinya, dari ujung kaki sampai ujung rambut oleh pemuda tampan itu membuat Xiao Yue menjadi risih.
(" Kenapa dia melihatku seperti itu? Apakah ada yang aneh pada diriku? atau jangan-jangan..") ucap Xiao Yue dalam hatinya.
Xiao Yue tidak menyukai tatapan pemuda tampan itu kepadanya. Pemuda tampan ini seolah mampu menembus dan tahu apa yang telah dirahasiakan oleh dirinya. Karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di antara mereka, Xiao Yue memutuskan bergerak ke samping mendekati Xiao Qing dan Xiao Low. Namun sayangnya tubuh lelaki tampan itu lebih dulu bergerak menghadang di depannya.
" Apa kau berusaha menghindar dariku?" Pemuda Tampan itu menyeringai, menatap Xiao Yue yang saat ini menatapnya dengan ekspresi tidak suka.
"Aih... Siapa juga yang menghindar? Saya hanya ingin kumpul bersama dengan rekan Klan saya! Tapi, Kamu mau apa?" Xiao Yue melangkah mundur dengan sikap waspada terhadap lawan bicaranya ini.
Xiao Yue tidak tahu apapun tentang orang -orang ini dan juga dia tidak bisa menebak apa yang diinginkan oleh mereka darinya. Dan juga orang-orang yang telah mereka selamatkan. Kalau mereka beneran tulus menolong mereka tanpa pamrih maka semua akan baik-baik saja tapi bila tidak....
"Kami menolong kalian dengan tulus! Mengulurkankan tangan untuk membantu dan menolong kalian tanpa ada maksud apapun! Jangan kuatir, kami tidak akan meminta atau pun menuntut imbalan kepada kalian!"
Xiao Yue kaget sekali pemuda tampan ini bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya. Tentu saja hal ini telah membuat Xiao Yue semakin waspada pada lawan bicaranya ini.
(" Ehh... Apa? Mungkinkah...! Dia bisa membaca pikiran lawan bicaranya! Ohh... Tidak! Celakalah sudah....") Ucap Xiao Yue dalam hatinya.
Xiao Yue mengambil nafas panjang. Mulai saat itu juga, dirinya memutuskan tidak akan berpikir bila dekat dengan pemuda tampan itu. Pikirannya harus kosong, maka pemuda itu tidak akan tahu dan tidak akan bisa menebak apa yang ingin dilakukannya.
Xiao Yue memang ingin memutuskan kontak langsung pemuda itu kepadanya. Dan inilah jalan yang bisa di tempuhnya. Karena dia tahu pemuda tampan itu adalah orang yang sangat berbahaya. Dirinya dan teman- temannya tidak boleh sampai berurusan dengan pemuda itu.
" Maaf ... Karena diriku kalian kena masalah! Maafkan aku, karena membuat kalian mampir saja celaka!" ucap Liang Yu Cha merasa bersalah kepada Xiao Yue, Xiao Qing dan Xiao Low.
"Aih... Kenapa kau minta maaf! Itu bukan salahmu! Kita hanya sedang sial, karena kita berada di tempat yang salah!" ucap Xiao Qing kepada teman barunya itu.
" Seharusnya kamilah yang meminta maaf padamu, jelas masalah ini akan berpengaruh cukup besar kepada dirimu di Klan Liang!" Xiao Low ikutan nimbrung berbicara.
" Yang terpenting kalian selamat! Yang lain bisa di pikir belakangan!" ucap pria jubah ungu ikut berbicara.
Mereka semua serentak menganggukan kepalanya. Xiao Yue langsung menyambar kesempatan itu untuk bertanya tentang Panutua Luwan, "Maaf Tuan! Maaf! Kalau boleh saya tahu? Siapa yang membunuh Panutua Luwan?"
Pria paruh banyak itu tidak langsung menjawab pertanyaan dari Xiao Yue. Dia menarik nafas panjang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...