
Dalam perjalanan menyusul rombongan Klan Xiao lewat jalur yang biasa di lewatinya, banyak orang lalu lalang juga prajurit yang hilir mudik.
Perasaan Xiao Yue jadi tenang, sebab dengan ada aktifitas prajurit, sedikit kemungkinan bila Klan Chu dan Assassin Chubuang membuat masalah atau membalas dendam pada mereka. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.
Xiao mempercepat lagi larinya, dirinya tidak boleh membuang - buang waktu percuma. Karena Xiao Yue teringat bila teman - teman Klan Xiao - nya telah kelaparan.
Tak berapa lama akhirnya Xiao Yue nyampek Pavilium Losmenling. Langsung saja menuju lantai 2 ke kamarnya Panutua 2. Karena Xiao Yue yakin semuanya pasti sudah berkumpul di kamar Panutua 2.
TOK TOK TOK TOK
Xiao Yue mengetuk pintu kamar Panutua 2. Dan tanpa menungguh lama pintu itu kini telah terbuka, Xiao Low berdiri tepat di tengah pintu masuk dan terdengar suara teriakan dari dalam kamar. "Oih... Lama banget! Laper banget ini! Xiao Low, kenapa kamu malah menghalangin jalan Xiao Yue? Biarkan dia masuk kita bisa langsung makan! Memangnya kamu tidak kelaparan apa?"
Xiao Low bergeser ke kanan memberi jalan Xiao Yue masuk ke dalam kamar. "Ya lapar lah! Siapa yang tidak? Kita semua cuman makan pagi saja Tapi setidaknya bisa menahan sedikit! Hehe... malulah kita ini kan laki- laki masa kalah sama Xiao Yue yang perempuan!" ucap Xiao Low menjawab ucapan Xiao Qing sambil tersenyum.
"Ck, yang benar saja! Justru karena kita lelaki maka tidak usah pakai pura-pura langsung apa adanya saja!"
"Ehem... Ehem.. !" Seketika itu juga Xiao Low maupun Xiao Qing langsung diam, tidak ada lagi yang berbicara.
Xiao Yue meletakkan makanan yang di belinya di atas meja. "Maaf! Kalian jadi lama menungguh! Ayooo kita makan, tidak perlu sungkan, aku beli banyaaak!" ucap Xiao Yue tersenyum sambil menyantap makanannya.
Xiao Qing dan Xiao Low langsung saja menyerbu makanan yang ada di atas meja. Karena kondisi sudah lapar, makanan tidak enak jadi nikmat, apalagi bila makanan itu enak, tidak heran bila mereka menyantapnya dengan sangat rakus.
"Bagaimana keadaan Xiao Hanghi dan Xiao Yubi Panutua 5? Apakah ada perkembangan?" tanya Xiao Yue kepada Panutua 5 di sela makan malamnya.
" Mereka berdua sudah siuman! Mereka tadi juga sudah makan! Xiao Yubi maupun Xiao Hangbi pasti tertidur setelah selesai minum obat! Sesuai anjuran yang telah kau beritahu kan 4 jam sekali harus minum obat!" ucap Panutua 5 kepada Xiao Yue.
"Itu memang reaksi obatnya, biar lebih maksimal lagi dalam penyerapannya. Selesai makan, aku akan kembali menerapi akupuntur keduanya! Semakin cepat mereka berdua sembuh akan semakin baik!"
"Ehhh... Apaaaa? Jadi kau mengetahuinya? Kau tau siapa lawan kita ini?" ucap Panutua 2 dan Panutua 5 terkejut bukan main.
"Aku tidak sengaja mendengar semua itu. Aku mendengarnya saat membeli makanan ini."
"Maksudnya apa? Aku tidak mengerti tolong kasih tahu kami?" ucap Xiao Qing menatap kepada Panutua 2.
"Assassin Chubuang? Assassin yang di sewa untuk membunuh dan memburuh kita, begitukah maksudnya? " ucap Xiao Low menatap Panutua.
"Aku ingin tahu tentang Assassin Chubuang? Tolong beri kami informasi mengenai mereka? Karena kita adalah targetnya? Mengenali sedikit tentang musuh masih lebih baik dari pada tidak tahu apa- apa?" ucap Xiao Yue pada Panutua.
Panutua menghela napas panjang sebelum menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh generasi muda yang ada dalam tanggung jawabnya ini.
"Ya Yue'er yang kita hadapi kemarin adalah Klan Chu yang di bantu dengan Assassin Chubuang. Assassin Chubuang adalah sebuah organisasi pembunuh yang sangat terkenal. Setiap
anggotanya memiliki kemampuan , keahlian, ketrampilan dan kultivasi tingkat tinggi."
"Assassin Chubuang berada dalam kendali Klan Chu. Assassin Chubuang itu menampung penjahat kelas tinggi dan para pengkianat yang di usir dari Klannya. Pihak kerajaan saja sulit menghadapi Assassin Chubuang."
"Celakalah kita? Usia kita tinggal sejengkal! Ternyata nasib kita ada di ujung tanduk!" ucap Xiao Low tertunduk.
"Uhhh... Ternyata sampai mati aku bakal tidak tahu seperti apa memiliki kekasih? Bagaimana menjadi lelaki sejati?" ucap Xiao Qing sambil menghempaskan napasnya kasar.
"Bisa diam kalian! Biarkan Panutua meneruskan informasinya? Ciri khusus seperti apa yang menjadi simbul mereka?" tanya Xiao Yue pada ke dua Panutua.
...****************...