
Panutua 2 tersenyum, melihat ke akraban ke tiga generasi muda Klan Xiao itu. "Yue'er dan Qing'er sudah, jangan memojokkan Low'er yang lagi mau jadi lelaki dewasa! Dia mau membuka hati! Ya..,
berilah kesempatan! Jangan di sindir begitu! Berilah dorongan untuknya!"
Xiao Yue , Xiao Qing dan Xiao Low bersamaan menoleh kepada Panutua 2. Mereka kaget tidak menyangkah kalau Panutua ikut nimbrung. Dan kelihatan kalau Panutua 2 terkesan biasa saja.
"Ehh... Yue' er tidak memojokkannya karena telah kena panah asmara! Itu urusan pribadi, aku mana punya hak ikut campur! Hanya saja, tidak mau dan tidak terima bila konsentrasinya pecah karena asiknya merayu sampai lupa dari tujuan awalnya."
"Bukankah prioritas kita adalah untuk maju putaran selanjutnya! Kalau dia serius bukan gadis itu yang maju babak selanjutnya tapi Xiao Low!"
Ungkapan keluh kesah Xiao Yue terhadap Xiao Low karena keteledorannya yang justru sangat merugikan Klan dan juga dirinya sendiri.
"Maaf! Maaf! Sekali lagi maaf!" itulah yang keluar dari bibir Xiao Low. Dia tidak membela dirinya sama sekali.
"Semua telah terjadi! Tidak ada gunanya juga di sesali. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil hikmanya! Untuk ke depannya jangan sampai terjadi! Merayu boleh tapi harus tetap waspada!" ucap Panutua 2 sambil melirik Xiao Low yang saat ini masih tertunduk lemah.
Mereka diam sesaat sampai suara Panglima Kerajaan terdengar. " Sesi tahap 2 Turnamen Lingcup putaran ke 3 telah selesai. Dan untuk putaran selanjutnya akan di selenggarakan esok hari."
Para penonon langsung berhamburan keluar dari Pavilium Gun Ling. Tontonan hari ini begitu memuaskan dan memanjakan mata penonton. Jadi tidak heran bila wajah- wajah yang keluar itu berseri dan bersemangat.
Xiao Yue menghela nafas, kemudian dia pun mulai berbicara, "Aih... Putaran selanjutnya di adakan besok! Itu berarti ada waktu buat merayakan keberhasilan aku sama saudara Xiao Qing! Ayo... Kita cari rumah makan terbaik! Saatnya bersenang- senang! Hehe tidak tegang teruuuus!"
"Apaan Sih kau ini? Bukan Dewi Cinta tapi Belahan jiwa! Dewi cinta kepunyaan semua orang! Aku juga berhak tapi kalau belahan jiwa itu baru perseorangan Xiao Yueeeee!" ucap Xiao Qing mengkoreksi apa yang di ucapkan oleh temannya itu.
"Aih... Aih.. Aih, pokoke intinya sama saja! maksudnya ya begitu! Cuman penyampaiannya saja yang berbeda!" ucap Xiao Yue kepada rekan Klan Xiao'nya.
" Haha...Kenapa harus di kejar? Aku tidak jatuh hati padanya! Aku hanya terpesona aja! Ya hitung- hitung sebagai hiburan, menghilangkan ketegangan!" ucap Xiao Low.
BUUK
Xiao Yue meninju pelan pundak Xiao Low dan langsung berbicara , "Aih .... Dasar perayu pemula, makanya dirimu tidak peka! Kau telah melihat dengan matamu sendiri bila dia telah memisahkan diri dari kelompoknya. Dan Liang Yu Cha berada tidak jauh dari kita! Itu adalah sinyal buat kamu Xiao Low! Itu tanda untukmu! Ck, Kau tidak pantas jadi perayu bila begitu saja kamu tidak paham."
" Haha.... Haha... Haha.... Saudara Xiao Low bukannya tidak paham Yue'er, tapi pura- pura tidak mengerti! Karena dirinya serba salah. Dia mendekati Liang Yu Cha jelas takut kita ledek habis - hadisan, tapi bila membiarkan gadis cantik itu sampai melenggang pergi harapan punya kekasih bakal sirna!" cicit Xiao Qing memberikan penjelasan menurut sudut pandangnya.
Xiao Yue tanpa kata langsung saja memanggil gadis cantik itu. " Nona Liang!" Xiao Low dan Xiao Qing seketika berhenti berjalan. Keduanya saling pandang.
Liang Yu Cha yang mendengar ada memanggil namanya langsung menoleh ke asal suara. Dia tersenyum, " Iya.. Anda memanggil saya? Emm... Memang ada apa ya?"
"Ini teman saya mau mentraktir Nona Liang! Katanya ingin mengenal dekat! Bila tidak keberatan sudilah Nona Liang gabung bersama kami!" ucap Xiao Yue langsung ke intinya tanpa basah basih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...