
Mereka bergerak secara beriringan kembali ke Paviliun Losmenling. Sesepuh Xiao Bi Juan, Panutua 2 dan Panutua 5 bergerak paling depan. Xiao Yue, Xiao Qing , Xiao Yubi dan Xiao Low bergerak di tengah rombongan. Sedangkan semua anggota Merah Xiao bergerak di belakang. Sehingga apabila ada musuh datang menyerang, bisa segera mengantisipasi mengamankan para generasi muda penerus Klan.
Sedangkan Xiao Yue, ketika saat meninggalkan Kedai Low Liw itu, langsung saja menggunakan Teknik Mata hati. Ia melesat dengan sekali- kali menengok ke belakang untuk mengetahui dan mencermati pergerakan dari anggota Assassin Chubuang.
Sesuai dugaan, kalau ke empat anggota Assassin Chubuang yang ada dalam kedai Low Liw itu. Segera meninggalkan kedai, begitu kelompok Klan Xiao meninggalkan kedai. Mereka berusaha untuk menguntit Xiao Yue dan kelompoknya dari arah belakang.
Dan jumlah Assassin Chubuang yang mengejar itu bukannya berkurang, tapi malah bertambah 3 orang lagi anggota, saat meninggalkan gerbang pasar dadakan. Sekarang ini anggota Assassin Chubuang jadi berjumlah 7 orang. Mereka pun mengejar dengan sengaja menjaga jaraknya. Sikap anggota Assassin ini seolah- olah tidak menyadari, kalau pihak buruannya telah mengetahuinya.
" Kenapa mereka tidak langsung menyerang kita saat meninggalkan pasar dadakan?" ucap Xiao Li penasaran.
" Situasi ini sungguh sangat aneh! Benar - benar aneh! Apa sebenarnya yang direncanakan oleh mereka? Ini sangat mencurigakan?" anggota Merah Xiao 3 juga ikut menganalisa keadaan.
Panutua 2 tersenyum semrik dan langsung berkomentar, "Huhh... Kelihatannya mereka akan menyergap kita di tempat yang sudah mereka tentukan! Kemungkinan di depan juga sudah ada anggota Assassin Chubuang yang bakal menghadang kita!"
" Yang bisa kita lakukan adalah waspada! Jangan sampai lengah! Konsentrasi lah! Itulah yang bisa kita lakukan sekarang ini!" Sesepuh Xiao Bi Juan berbicara.
Anggota Klan Xiao melesat sambil berbicara menggunakan Lencana jiwa untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Hanya generasi muda Klan Xiao yang tidak memiliki Lencana Jiwa kecuali Xiao Yue.
Baru saja mereka berhenti berbincang -bincang, tiba -tiba ada ratusan pisau angin yang terbuat dari Energi Mana melesat dari arah depan dengan kecepatan tinggi menyerang Xiao Yue dan kelompoknya.
"Awaaas di depan ada serangan! Ohh... Tidaaak, belakang juga ada serangan!" teriak Xiao Yue mengingatkan kelompoknya.
WHUUUS WHUUUS TAP-----
Menyadari adanya serangan,dengan sigap sesepuh Xiao Bi Juan beserta Panutua 2 berusaha menghalau pisau Mana yang datang mendekat. Sesepuh Xiao Bi Juan mengibaskan tangannya, seketika itu juga hembusan angin yang sangat kencang membelokkan laju puluhan pisau angin.
WHUUUS TING TANG
Panutua 2 menghadang laju pisau angin Mana itu dengan menggunakan senjata rahasia. Dan senjata rahasia itu adalah 25 pisau kecil yang terbuat dari logam yang sangat tipis dan tajam. Pisau- pisau kecil itu terhubung dengan benang Mana. Pisau- pisau kecil itu seperti bernyawa saja, tahu dimana posisi dari pisau angin berada.
WHUUUUUS CLIIIIING
Dan Panutua 5 segera mengaktifkan jimat Array untuk membuat perlindungan sehingga pisau angin mana yang berhasil lolos dan lepas dari hadangan sesepuh Xiao Bi Juan dan Panutua 2 langsung bertambrakan dengan Jimat Array Perlindungan.
BLAAAAAAAR
Bunyi ledakan yang terjadi begitu dua kekuatan yang berseteru saling beradu. Kelompok Xiao Yue menghadapi dua serangan sekaligus. Karena serangan pisau angin Mana yang berasal dari depan, ternyata di ikuti juga oleh serangan pisau angin Mana yang di luncurkan dari arah belakang.