XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 164



Sambil menambah kecepatannya Xiao Yue menarik sudut bibirnya ke atas. Sebenarnya bisa saja dia mengalah dan membiarkan salah satu diantara Panutua 2 dan ketiga anggota Merah Xiao yang menang, tapi ini akan terasa sangat aneh dan janggal.


Karena Ikan Mana sangat sukar untuk ditemukan dan juga langka. Tiba-tiba Xiao Yue mengalah tidak berusaha untuk menang, bukankah akan membuat kecurigaan.


Dan seandainya Xiao Yue akhirnya mau mengalah, terus bagaimana bila mereka akhirnya tahu kalau dirinya sengaja mengalah. Bukankah itu sama saja dengan meremehkan kemampuan serta kekuatan Panutua 2 dan juga Anggota Merah Xiao.


Apalagi Xiao Yue juga teringat akan pesan dari ibunya. Untuk selalu merahasiakan tentang keberadaan Gelang Semesta beserta isi yang ada di dalamnya. Jangan mengumbar sumber daya alam langka dengan mudah walaupun itu kepada teman baiknya sekalipun.


Dengan menunjukkan kalau dirinya punya banyak sumber daya langka akan menjadikannya target buruan dan mangsa oleh orang lain.


" Haha.... Boleh juga! Ayo kita bersaing secara sehat! Kalau kami yang menang jangan bilang! Kalau kami menindas yang Junior!" ucap Xiao Li menyambar ucapan Xiao Yue.


"Aih .... Kami tidak akan sepicik itu! Kami sadar kultivasi masih terlalu jauh. Kami juga paham, kami ini masih kurang pengalaman jadi wajar saja bila di pecundangi oleh senior!"


WHUUUUS WHUUUUS


Xiao Yue sambil melesat mengimbangi kemampuan dan kekuatan dari Panutua 2 dan 3 anggota Merah Xiao. Sementara Xiao Qing maupaun Xiao Low tidak juga kelihatan menyusul mereka berlima.


"Haha ... Ternyata kamu gadis yang tahu diri sekali ya! Kamu mampu menempatkan dirimu!" ucap Merah Xiao 2 kepada Xiao Yue dengan mengangguk -angguk puas.


(" Ini luar biasa! Kemampuannya Xiao Yue ternyata mampu mengimbangi kami! Berapa banyak kejutan yang bakal akan kami dapatkan dari gadis ini! Ohh... Patriak Xiao Lang, kau begitu dalam menyembunyikan putrimu ini!") ucap dalam hati Xiao Li setelah dirinya mengamati gadis cantik itu.


Kini Paviliun Losmenling sudah nampak di depan mata. Hal itu membuat mereka berlomba-lomba untuk segera sampai duluan. Tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah.


Tiap orang mengerahkan segenap kemampuan yang dimiliki. Sekaligus itu juga menjadi sebagai tolak ukur akan tingkat kultivasi masing-masing orang.


Perlahan namun pasti Xiao Yue mulai sedikit demi sedikit mengurangi kecepatan dan juga kekuatannya.


Sehingga mengakibatkan Xiao Yue akhirnya berada di urutan paling belakang dari mereka berlima.


"Haha... Yue' er, Ayo ... Kerahkan kembali semua kemampuanmu sampai batasnya! Jangan mau kalah sama kami! Aku tahu kamu pasti mampu dan bisa?" ucap Panutua 2 penuh dengan kayakinan.


Tak berapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di pelataran Paviliun Losmenling.


HAP----


HAP----


Sementara Xiao Qing maupun Xiao Low masih juga belom nonggol batang hidungnya. Xiao Yue, Panutua 2 dan 3 anggota Merah Xiao menungguh kedatangan keduanya, di rumah makan yang ada di lantai dasar dari Paviliun Losmenling.


" Sebentar, aku akan pesankan makanan lebih dulu!" ucap Xiao 2 melangkahkan kakinya segera menuju meja kasir.


"Pesankan makanan yang enak dan jangan lupa porsinya agak banyak sedikit! " ucap Merah Xiao 1 kepada rekannya itu.


Begitu berada di depan meja kasir, Merah Xiao dua langsung saja berbicara, "Bawa khan, kami makanan terenak, terlezat, dan ternikmat di rumah makan ini!"


"Baik Tuan! Tapi maaf harganya sangat mahal? Bagaiman Tuan, apakah masih perlu kami sediakan?" ucap kasir kepada Merah Xiao 2 dengan ramah tidak ada maksud untuk meremehkannya.


Merah Xiao 2 langsung saja menjawab perkataan dari kasir rumah makan. "Siapkan dan sediahkan saja untuk kami! Harga sama sekali tidak menjadi masalah bagi kami."


" Baik Tuan, harap tunggu sebentar! Kami akan segera menyiapkan semua makanan yang Anda pesan!" ucap Kasir.


Selesai berkata dengan kasir rumah makan, Merah Xiao 2 langsung saja kembali ke tempat Panutua 2 dan rombongannya.


Baru saja pinggulnya menyentuh kursih, pada saat bersamaan dengan itu Xiao Qing muncul di hadapan mereka.


" Akhirnya kau nyampe juga! Baguslah... Aku kira masih membutuhkan waktu beberapa lama lagi!"


"Hehe... Kamu mandi ya Xiao Qing? Lihat aja kondisimu! Kenapa bisa bahasa kuyup seperti itu?" ucap Xiao Li menggoda generasi muda Klan Xiao-nya itu.


" Iya, Bagaimana tidak basah kuyup, kalau harus menghadapi ujian hujan keringat? Ya harap di di pahami.. Karena harus mengejar dan menyusul para pelari ulung, yang tak kalah sama pencuri yang di kejar oleh prajurit karena sedang ketahuan!"


Usai berbicara menjawab perkataan dari pada seniornya , Xiao Qing langsung saja menyalurkan energi Mana pada pakaian yang sedang dikenakannya. Tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya hanfu yang dikenakannya langsung saja mengering.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...