XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 63



" Nomer undian 9 dan nomer undian 10 silakan ke arena 1, nomer undian 11 dan nomer undian 12 silakan ke arena 2, nomer undian 13 dan nomer undian 14 silakan ke arena 3, nomer undian 15 dan nomer undian 16 silakan ke arena 4," ucap Panglima Kerajaan mengumumkan siapa yang maju bertanding.


Mereka mendengar pengumuman itu saat kembali ke tempat di mana ada Panutua 2 dan Panutua 5. "Bagaimana keadaan kalian? Apakah ada yang terluka?" ucap Panutua 5 kepada generasi Klannya.


"Bagus! Kalian telah maju putaran ke 2! Kerjasama dan strategi kalian cukup baik! Tidak sia - sia bukan latih tanding kemarin!" ucap Panutua 2 kepada mereka.


Xiao Qing menjawab, " Kami baik - baik saja! Kami tidak ada yang terluka. Panutua benar kami bisa kompak karena sebelumnya telah berlatih bersama - sama."


"Semua itu karena strategi dari Xiao Yue, dia pandai sekali mengatur strategi dan siasat. Ini akan menjadi keuntungan besar bagi Klan Xiao." Xiao Yubi berkata sambil duduk.


"Xiao Yue terima kasih! Tanpa bantuan dari kamu, aku tadi jelas terluka! Jadi begitu cara kerja empat menyerang tanpa mengecoh dan satu bertahan? Poin utamanya kalahkan langsung musuh didepan dengan seluruh kemampuan. Beda dari strategi empat menyerang sekaligus mengecoh karena poin utama mencari lawan yang paling lemah untuk segera di singkirkan pihak satu yang bertahan dengan cepat dan mendadak," Ucap Xiao Hangbi kagum strategi yang mereka terapkan.


"Tidak usah pakai acara terima kasih! Kita ini satu tim jadi saling bahu membahu! Saling melengkapi kekurangan yang ada hingga menjadi padu dan kompak!" ucap Xiao Yue sambil tersenyum dan menatap arena pertarungan.


********


Arena 1


Salah satu tim yang bertarung mengenakan seragam biru sedangkan lawan mereka berbaju merah. Tim baju merah terlihat mendominasi.


"Ayo kalahkan mereka kita harus lanjut putaran 2 jangan mau kalah sama tim yang sudah lolos!" ucap gadis itu kepada teman - temannya. Mengerahkan semua kekuatàn pada pedang yang di aliri Energi Mana dia kemudian melompat tinggi dan menerjang.


"Ck, bukan kalian yang lolos tapi kami! Kalian terlalu percaya diri!" ucap pemuda itu. Energi Mana dialirkan pada tongkatnya dan dia bersalto menghadang serangan yang datang.


Keduanya bentrok dan berbenturan di udara. TANG JLEP BRUUK


Salah satu terluka dan pendaratannya tidak mulus. Sehingga ketika mendapat serangan susulan dadakan dari lawan lain yang tak jauh dari tempatnya. Yang melihat adanya peluang. Mengakibatkan dia tidak bisa menghindar ditendang keluar arena.


"Haha... Tinggal 3 lagi ayo kita keroyok agar cepat selesai!" Ucap lelaki yang baru saja menendang musuh keluar arena.


Tiga lawan dua dengan kultivasi yang sama tak membuat ketiganya menyerah walaupun satu orang sudah terluka dan babak belur. Tapi mereka tetap berjuang belum mau mengakui kekalahannya.


********


Arena 3


Arena ini tepat di depan tempat duduk Tim Klan Xiao. Mata Xiao Yue memandang tajam arena karena dia mengenali seorang gadis yang sempat berselisih dengannya di Pavilium Merak Merah. Gadis yang telah berani mengambil pedang yang sudah di pilihnya.


"Kita Klan Chu tidak boleh sampai kalah! Malulah sama nama besar Klan kalau sampai babak satu tidak lolos," ujar pemimpin kelompok tim.


"Gunakan formasi kebanggan kita! Kita selesaikan ini dengan cepat! Tidak perlu buang tenaga dan waktu!" Ucap gadis yang sedari tadi di perhatikan oleh Xiao Yue dari luar arena.


"Kalian Tim Klan Chu terlalu mengangap enteng kami dari Akademi Ling Club! Baiklah jangan salahkan kami bila mempermalukan kalian lebih awal!" ucap Pimpinan Akademi Ling Club.


Semua anggota Klan Chu mengalirkan Energi Mana pada pedang kemudian pedang di lepaskan di atas menjadi lima titik sudut. Dan mereka melompat lima arah, tiap anggota di bawa pedang masing - masing. Kemudian mereka berteriak bersama - sama, "Array Putar Giling!" usai bicara satu tangan menghadap ke lantai satu tangaan lagi ke atas ke arah pedang.


WHUUUS WHUUUS


Dari tempat kaki mereka berpijak keluar garis yang menghubungkan dengan anggota lainnya. Garis yang saling terhubung berakhir menjadi gambar bintang.


Pemimpin Tim Klan Chu kemudian berbicara, "Aktifkan." Garis yang ada di lantai sekarang bercahaya dan menyatu dengan cahaya dari pedang man menjelma menjadi kurungan bintang.


TRAAK BLEM


Tim Akademi Ling Club kini terperangkap di tengah dan kelima pedang yang melayang menyerang dari lima titik terus menerus makin lama makin cepat dan ganas.


WHUUS TANG CLAAH AAHHHH JLEEP CLASH AHHHH


Pertahanan anggota Akademi Ling Club telah kebobolan. Akibatnya dalam waktu singkat seluruh anggota badan Tim Akademi Ling Club terluka, tergores, tertusuk dan terkoyak oleh pedang. Karena sadar tidak berdaya Tim Akademi Ling Club menyerah. Panglima Kerajaan mengumumkan arena 3 telah di menangkan nomer 14.


Xiao Qing yang juga serius melihat pertandingan antara Klan Chu dan Akademi Ling Club menarik nafas panjang. Diapun berbicara lirih, " Mereka begitu kompak! Array yang di pakai gunanya membatasi kemampuan lawan. Dan yang paling mengkwatirkan perlahan menghisap energi hingga lawan tidak punya tenaga lagi kemudiàn mereka tinggal bantai tanpa banyak usaha!"


Xiao Yue yang mendengar hanya tersenyum samar. Karena dia tahu tim Klan Xiao bukan hanya satu yang bisa array tapi dua orang yaitu Xioa Qing dan dirinya.


"Itu berarti kita harus waspada bila nanti berhadapan dengan mereka! Untungnya kita jua ada yang mampu array! kita pasrahkan pada yang ahlinya saja! Hehe.....!" ucap Xiao Hangbi seenaknya .


"Mana bisa dipasrahkan satu orang! Kalian satu tim jadi harus menyokong dan membantunya! " ucap Panutua 5 sambil memukul kepala Xiao Hangbi.


*******


Arena 4


para penonton ibukota sangat antusias di arena 4 teriakan dan yel- yel terdengar dari awal pertarungan. Dukungan warga ibukota pada Akademi Kerajaan sangat luar biasa.


"Ayo kalian pasti bisa! Mereka bukan lawan kalian? Akademi kerajaan selalu yang terdepan!" ujar pengunjung A.


"Hidup Akademi Kerajaan! Hidup Akademi Kerajaan! Tumpas dan singkirkan musuh kalian?" kata pengunjung B.


"Tunjukkàn pada mereka? Buktikan dihadapan mereka? Akademi Kerajaan yang paling nomer 1!" ucap pengunjung C.


Tim Klan Jiang Yang merupakan Klan besar yang menempati posisi 4 di Kerajaan Ling hanya bisa tersenyum melihat banyak penonton yang berharap mereka kalah dari Akademi Kerajaan.


"Saudari mari kita tunjukkan kalau kita pun layak maju putaran 2! Saatnya pembuktian bahwa generasi Klan Jiang tak kalah dengan para leluhurnya!" ucap pemuda tampan.


*******