
Andai saja Paviliun Losmenling tidak berada dalam perlindungan dan pengawasan Kerajaan Ling, serta mendapat jaminan keamanan dari Klan Chu. Dia akan langsung mendatangi dan membuat perhitungan.
" Brengseeek! Bajingaaan! Bagaimana bisa hal ini terjadi? Ini rasanya tidak mungkin!" Luapan emosi dari Chu Haceng.
" Jelas- jelas kekuatan Assassin Chubuang lebih hebat dari mereka. Kemampuan rata- rata anggota kita di atas mereka. Kok bisa, malah pihak kita yang mengalami kerugian." Chu Haceng mengepalkan erat tangannya hingga memutih.
Chu Haceng tidak terima dan juga tidak mengerti, kenapa tidak sesuai dengan harapan dan rencana. Apa ada yang terlewat, sehingga mengakibatkan peristiwa seperti ini.
"Emm... Tuan, mungkinkah informasi yang kita miliki salah! " Chu Chuan mengemukakan kecurigaannya.
Chu Haceng tersentak kaget dengan perkataan Chu Chuan. Lelaki itu terdiam dan kemudian termunung.
"Apa iya informasinya salah. Sedangkan yang memberi informasi adalah Invosa. Selama ini tidak pernah meleset dan akurat 90 %."
"Ehh, Tidak mungkin." Ucap Chu Haceng setelah tersadar dari lamunannya.
Chu Haceng sangat yakin keakuratan Invosa. Rasanya tidak mungkin Invosa memberikan keterangan palsu atau asal- asalan. Apa lagi Invosa dan Assassin Chubuang sudah lama bekerjasama.
Jadi tidak mungkin apa bila Invosa bakal mengecewakan partner atau pelanggannya. Karena Invosa dibayar untuk memberikan dan menyediakan segala macam informasi yang ada di Kerajaan Ling.
Chu Haceng memutuskan untuk mengkaji kembali urusan dengan Klan Xiao ini. Sudah cukup kerugian bagi pihaknya. Tidak boleh sampai ada kesalahan lagi.
" Kumpulkan yang lain. Aku tunggu 15 menit!" Perintah Chu Haceng pada anak buahnya itu.
"Baik Tuan!" Chu Chuan langsung pergi meninggalkan ketua Assassin Chubuang itu sendirian.
Tak berapa lama kemudian satu persatu anggota Assassin Chubuang datang ke kamar no 41. Begitu masuk kedalam, mereka melihat banyak barang yang berserakan di lantai.
"Kelompok yang di pimpin Chu Ba Pungli telah tewas. Tidak satupun ada yang selamat. Kita harus mengubah strategi menghadapi mereka!" Chu Haceng menyampaikan kabar tentang rekan mereka yang gagal.
Para Assassin itu terdiam dan mereka sangat shock. Sebagian masih tidak percaya. Tetapi pemimpin yang menyampaikan jelas itu adalah kebenaran.
" APAAA!" teriak Chu Balung kaget dengan kabar yang baru saja dia dengar. "Tidak mungkin!"
" Hah, Senior Chu Ba Pungli tewas!"
"Kenapa Gagal lagi? Ini tidak benar!"
"Gilaaaa ! Kita di pecundangi..! Tidak aku sangkah Klan Xiao ternyata sangat kuat."
"Ketua... Kita harus menuntut balas! Hutang nyawa bayar nyawa!"
Satu persatu anggota Assassin Chubuang mulai berbicara. Hawa pembunuhan pekat di kamar itu bahkan merembes keluar. Suasana menjadi menyeramkan di sekitar kamar 41. Hal itu Membuat Chu Haceng jadi jengkel karena akan menarik perhatian pihak petugas kerajaan.
" Kendalikan diri kalian! Tahan Nafsu membunuh kalian! " Seketika itu juga hawa pembunuhan terkikis dan akhirnya menghilang dari kamar 41 itu setelah Chu Haceng teriak.
" Maaf Ketua akan keteledoran kami!"
"Balas dendam! Tentu saja akan kita lakukan." Ucap Chu Haceng tegas melihat satu persatu anggotanya. " Makanya aku panggil kalian untuk melanjutkan rencana kita."
Mereka mulai serius membicarakan rencana yang akan di jalankan. Yang pasti yang akan terjun selanjutnya adalh anggota Assassin Chubuang yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari kelompok pimpinan Chu Ba Pungli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...