
"Aih.... Terserah percaya apa tidak? Lagian mana mungkin jua aku bisa memaksa saudari Xiao Yubi membelinya? Tapi dari pada saudari penasaran, entar sampai kebawa mimpi, bisa- bisa besok jadi mata panda! Hehe..., pasti kelihat lucu!" ucap Xiao Yue menggoda temannya itu.
"Woow, aku ini lagi bertanya beneran? Aku ini serius tidak lagi main - main. Ini itu buat kakak aku yang sekarang ini lagi hamil tua. Nanti pulang dia pasti senang dapat hadiah dari adek cantiknya ini." Sungut Xiao Yubi kepada teman timnya itu.
Xiao Yubi menaruh gelang Muntiara Hitam diatas etalase toko bersama gelang dan leontin yang sempat menarik minat dan seleranya.
"Oh... Maaf! Aku tahu kalau ini Muntiara Hitam adalah karena bercahaya, lebih dingin, lebih berat serta agak keset dan kasar." Komentar Xiao Yue menjawab tanya Xiao Yubi.
Xiao Yubi langsung memanggil pelayan toko mau menanyakan berapa harga dari gelang Muntiara Hitam tapi...
"Gelang yang bagus aku suka! Simple tidak murahan dan terlihat berkelas. Ini sesuai dengan karakter dari adek sepupu! Dia pasti senang mendapat hadiah ini. Pelayan bungkus gelang ini! Berapapun harganya tak masalah?!" Ucap gadis berkepang dua.
"Maaf... Tapi gelang itu adalah pilihanku mana bisa kamu membungkusnya! Apa mata kamu buta tidak lihat, kalau gelang itu ada di depanku langsung comot aja! Sini kembalikan?" ucap Xiao Yubi pada gadis itu.
"Ck. Kalian lagi! Ibukota ini wilayahnya luas tapi kenapa selalu bertemu sama kalian? Heran aku!" Ucap gadis berkepang dua kemudian lanjut berbicara. "Oh.., tentang gelang ini bukannya kau sudah menaruhnya di atas etalase bukannya meminta pelayan untuk membungkusnya! Bukankah itu berarti kamu sudah tak menginginkannya! Diambil orang lain sekarang baru bilang kalau sudah dipilih! Cih, memalukan sekali dirimu!"
"Apa kau bilang? Coba ulangin lagi! Tidak di Pavilium Merak Merah! Begitu jua di toko Aksesoris! Kalian bisanya merebut pilihan orang lain! Ck, menjijikkan tidak punya pilihan sendiri." Ucap sinis Xiao Yubi.
Keduanya sudah tersulut kemarahan dan menjadi tontonan pengunjung toko. Tidak ada yang mau mengalah, masing- masing berpendirian teguh merasa lebih berhak atas gelang.
Gadis berkepang dua menyerang Xiao Yubi mengarahkan tinjunya kearah perut. Xiao Yubi menghindar dengan melompat kebelakang.
Saat melihat lawannya melompat langsung aja gadis berkepang dua melancarkan tendangannya dengan cepat. Melihat tendangan datang segera Xiao Yubi mengerahkan pukulan tangan kanan menghadang tendangan.
Brak...Buuk
Seorang Manejer Toko menghadang tinju Xiao Yubi dan menghentikan tendangan gadis berkepang, keduanya di paksa mundur tiga langkah.
Xiao Yue menarik tangan Xiao Yubi meninggalkan toko aksesoris, dia membawa ke rumah makan yang letaknya tidak jauh. Xiao Yue memanggil pelayan, "Siapkan makanan terbaik dan terenak di Lingwar ini".
Tak berapa lama pelayan membawakan makanan yang di pesan oleh Xiao Yue. "Silahkan di cicipi masakan kami, kalau ada keperluan yang lain Anda bisa memanggil saya kembali."
Pelayan itu meninggalkan Xiao Yue dan Xiao Yubi, "Minumlah... Agar emosi saudari sedikit turun. Redahkan dulu amarahmu itu saudari Xiao Yubi, tak ada guna melampiaskannya sekarang!" ucap Xiao Yue berusaha menenangkan Xiao Yubi yang masih terlihat murka.
"Sabarlah! Ada waktunya nanti kita kasih mereka pelajaran! Yang bisa kita lakukan sekarang... Ya menunggu! Tapi percayalah ada kesempatan untuk membuat perhitungannya!"
"Masalah hadiah buat kakakmu kita masih bisa cari di tempat lain. Hilang satu yang muncul bakal seribu pilihan. Yakinlah kita bisa mendapat sama bagusnya dengan gelang tadi. Siapa tahu malah bisa lebih! Berpikir yang positif saja!"
"Bagaimana kalau ke tempat pelelangan Pavilium Linggar. Kebetulan waktunya jua pas di buka!" ucap Xiao Yue berusaha memberikan pandangan.
"He' em Pelelangan saja. Bisa apa tidak di sana beli sesuatu, setidaknya akan jadi pengalaman kita. Karena aku belum perna mengikuti lelang!" kata Xiao Yubi.
Mereka akhirnya pergi ke Pavilium Linggar, Begitu berada di pintu masuk seorang penjaga mengenali Xiao Yue yang tadi siang berada cukup lama di ruangan manejer.
"Silakan Nona masuk," ucap penjaga Pavilium "Lewat sini nanti akan ada yang mengantar Nona ke tempat duduk".
Beberapa pengunjung Protes pada penjaga karena kenapa begitu mudahnya Xiao Yue dan Xiao Yubi masuk tanpa antri, tanpa undangan lelang atau memperliatkan kartu keanggoataan bisa leluasa masuk.
Seorang pelayan Pavilium mendekat, " Mari Nona, mohon ikuti saya". Xiao Yue mengikuti pelayan dan tiba di lantai dua yang terdiri dari beberapa bilik ruangan. Ternyata di bawa ketempat VIP disitu ada tempat duduk beserta meja yang ada makanan kecilnya.
"Pelayan... Kamu salah bila membawa kami ke sini! Ini bukan tempat buat kami! Seharusnya kami di sana di lantai satu," Ucap Xiao Yue kepada pelayan sambil menunjuk pada lantai satu.
Xiao Yue dan Xiao Yubi keluar dari bilik 2 menuju tangga ke lantai satu. Menuju tempat duduk yang berbaur dengan orang banyak.