XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 88



Xiao Yue tersenyum puas setelah dirinya berhasil memadamkan api yang berkobar. Kemudian berbalik badan dan bersamaan dengan Chu Cian mengirim serangan diam -diam langsung kepada Xiao Yue.


WHUUS WHUUS


Sedangkan Panutua 2 orang yang seharusnya kembali bertarung dan berhadapan dengan Chu Cian malah asik berdiri menonton aksinya.


Secara naluri dan refleks Xiao Yue menghindar dengan membuang tubuhnya kesamping, menyalurkan Energi Mana keseluruh tubuhnya untuk pertahanan dan menyabitkan pedang sebagai penghalang.


BLAAAAAAR


Ledakan yang terhadi saat serangan Chu Cian mendapat penghalangan dari Pedang Mawar Kematian.


"Aih... Wah... Wah... Tua bangka bau tanah ternyata makin tua makin picik dan Licik? HAHA.... Oh, jadi seperti penjahat dan pencuri mental para sepuh Klan Chu! Ck, memalukan sekali! Tidak bermoral! Tidak pantas dihormati apa lagi dikagumi! Ck, SAMPAH!" ucap Xiao Yue sarkas pada Chu Chian.


"Apa kau bilang! Dasar anak bau kencur makanya tidak tahu! Ini pertarungan, tidak ada licik apa jujur yang ada adalah kalah apa menang! Bisa hidup apa mati!" Ucap Chu Cian membela diri dan membenarkan tindakannya.


"Aih... Benar juga! Hehe ..., hampir lupa! Haha.. Kalau begitu baiklah! Sesuai yang Akik Reyot mau! Jadi jangan bilang yang muda tak tahu diri apalagi tidak tahu sopan santun!" ucap Xiao Yue.


"Panutua 2 bantulah Panutua 5 bunuh lawannya karena aku pun akan membunuh Akik Reyot Chu Cian! Tidak boleh ada saksi pertarungan hari ini dari pihak lain!" kata Xiao Yue menyampaikan kepada Panutua 2 dengan bersungguh- sungguh.


"Baiklah Yue'er aku serahkan pria tua itu padamu! Beri dia pelajaran! Beri dia hukuman yang pantas dan setimpal karena kelicikannya!" ucap Panutua 2 kepada Xiao Yue dengan sangat nyakin akan kemampuannya.


Selesai bicara dengan Xiao Yue Panutua 2 melompat dan melayang ketempat pertarungan Panutua 5 yang sedang bertarung sengit.


"Sekarang tidak akan ada yang bisa mengganggu pertarungan kita Akik Reyot! Pertarungan yang sangat bebas! Jadi bersiaplah!" ucap Xiao Yue.


Chu Cian tidak menjawab maupun menanggapi apa yang di ucapkan oleh Xiao Yue. Chu Cian menyalurkan Energi mana keseluruh tubuhnya menjadi perisai pertahanan.


Xiao Yue tak membuang waktu, "Jurus Pedang Bintang!" langsung saja mengarahkan dengan cepat Pedang Mawar Kematian, yang merupakan pedang Dewa dengan Energi Mana 70 %, Xiao Yue berlari melaju lurus menerjang Chu Cian. Pedang di ayunkan menebas tubuh Chu Cian dari kanan kemudian melompat ke kiri dan menebas kembali tubuh Chu Cian.


TRAAK TRAAK BLAAR


Perisai yang melindungi tubuh Chu Cian Telah hancur. Xiao Yue tanpa membuang kesempatan yang ada , langsung membuat pola- pola hexagram di udara yang kemudian bersinar, " Segel Kutukan Terbalik!" Guman Xiao Yue sangat pelan.


Kepertarungan panutua 5 yang sangat sengit, "Jangan harap kamu akan bisa menolong generasi muda Klan- mu! Kami pasti membantai mereka semua! Haha..." ucap Chu Bay memprovokasi Panutua 5. Kemudian tangannya mengayunkan pedang yang penuh Energi Mana langsung menghadang serangan Panutua 5.


BLAAR BOOM BOOM


Kedua kekuatan yang beradu menciptakan ledakan besar di tempat itu, sekarang tempat itu penuh lubang sebesar satu meter.


"BRENGSEK! Keparat kalian! Aku tak akan memaafkan kalian! Dasar pecundang!" ucap Panutua 5 emosi.


"Saudara ayo kita habisi pria botak pendek tak tahu malu ini. Kita cincang tubuhnya! Beraninya main belakang dasar pecundang sejati Klan Chu!" ucap Panutua 2 yang tiba - tiba hadir dalam kanca pertarungan.


Terkejut akan kehadiaran Panutua 2 sehingga Panutua 5 hanya diam dan tidak bereaksi, kemudian kesadaran. "Tentu saja! Bagaimana dengan Xiao Qing dan teman - temannya?" tanya Panutua 5.


"Kita selesaikan dulu Klan Chu pecundang ini! Baru setelah itu kita urus mereka!" ucap Panutua 2 kepada rekannya itu.


Kembali pada pertarungan Xiao Yue. Tiba - tiba pola hexagram itu membesar dan mengurung Xiao Yue serta Chu Cian. Tak berapa lama pola hexagram itu mengecil dan kemudian menghilang masuk ke tubuh Xiao Yue dan juga Chu Cian.


Kemudian Xiao Yue kembali menyerang dengan gerakan tipuan yang membuat Chu Cian melompat tinggi untuk menghindar.


Chu Cian tidak tinggal diam. Dia tidak bisa terus- terusan bertahan, Chu Cian pun mulai berinisiatif menyerang Xiao Yue. " Jurus Pedang Phoenix!" Pedang di aliri Energi Mana langsung di bawa Chu Cian menerjang membabat pada tubuh Xiao Yue yang berdiri tak jauh darinya dengan cepat dan ganas.


Xiao Yue terkejut dan tak bisa menghindar ketika serangan tiba- tiba itu datang. Sehingga....


CRAASH AAHHH.. CRAASH AAHHH...


JLEEP AAHHH.. JLEEP AAHHHH...


Xiao Yue harus menerima serangan yang cepat, ganas dan brutal. Apalagi saat Xiao Yue menjerit kesakitan Chu Cian makin mempercepat tebasannya pada tubuh Xiao Yue yang tak berdaya.


Tapi ada yang aneh, Setiap Xiao Yue menjerit - jerit sakit karena terluka akibat sabetan, tusukan, irisan dan tikaman dari Chu Cian. Tubuh atau pun anggota badan dari Chu Cian juga merasakan sakit yang luar biasa dan juga berdarah sama persis yang di lakukannya pada Xiao Yue. Chu Cian juga ikut teriak kesakitan saat pedangnya melukai Xiao Yue. Chu Cian bingung kapan pedang Xiao Yue menggores tubuhnya.


Sementara Panutua 2 dan Panutua 5 yang sayup - sayup mendengar jeritan dan ratapan Xiao Yue menjadi tidak konsentrasi dan mengakibatkan keduanya terkena serangan dari Chu Bay.


"Apa yang terjadi? Kenapa Xiao Yue menjerit? Apakah dia dalam bahaya? Kita harus menolongnya? Bagaimana ini, Patriak Xiao Lang mempercayakannya sama kita?" ucap Panutua 5.


"Aku tidak tahu! Aku juga jadi mengkwatirkannya! Tapi aku percaya pada kemampuannya tapi tadi sepertinya dia berteriak- teriak kesakitan!" jawab Panutua 2 tidak mengerti.


"Haha.. Haha ... Kalian berdua lucu sekali! Nyawa kalian aja belumt tentu bisa selamat dari sini sudah mikirin nyawa orang lain!" Tawa bahagia Chu Bay melihat kepanikan kedua lawannya.


"Ayo kita bunuh segera orang ini setelah itu kita bisa menolong Xiao Yue dan juga yang lainnya! Semakin cepat akan semakin baik!" ucap Panutua 5 seketika juga mengeluarkan seluruh Energi Mana pada bila pedangnya. " Jurus Pedang Badai Salju!" Pedang yang di selimuti Energi Mana mengemuntahkan salju yang makin lama makin tebal dan udara di sekitar menjadi dingin.


"Jurus Pedang Kilat!" panutua 2 tak mau ketinggalan juga. Pedang yang diselumuti Energi Mana mengeluarkan kilatan listrik yang makin membesar.


Panutua 2 langsung bergerak zig zag mendekati lawannya bersamaan dengan Panutua 5 yang melompat melayang ke arah lawannya.


Chu Bay segera mengaktifkan jimat Array kembali untuk pertahanan tapi ini batas akhir dari jimat yang bisa di pakai 3 kali.


**********