XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 73



Kini mereka menyantap hidangan yang telah dipesan oleh Panutua dengan lahapnya. Xiao Hangbi maupun Xiao Yubi belum juga muncul sampai mereka selesai makan.


Mereka masih menungguh sebentar berharap Xuao Hangbi dan Xiao Yubi segera muncul dan bisa berangkat bersama. Tapi sampai setengah jam di tunggu belum juga nampak batang hidungnya akhirnya mereka memutuskan berangkat ke Paviliun Gun Ling tanpa mereka.


Hari masih pagi tapi penonton Turnamen Lingcup sudah memadati area Pavilium Gun Ling. Banyak pedagang yang berteriak menjajakan dan menawarkan dagangannya.


"Panutua, saya mau membeli makanan ringan! Saya kwatir kalau saudara Xiao Hangbi dan saudari Xiao Yubi menyusul kita ke Pavilium Gun Ling tanpa mengisi perut!" ucap Xiao Yue kepada Panutua 2.


"Baiklah! Belilah yang banyak! Sekalian buat camilan kita semua nantinya. Gunakan uang ini? Ini semua uang saku yang di berikan oleh Klan kepada kita selama di Ibukota Kerajaan!" jawab panutua 2 sambil menyerahkan cincin dimensi.


"Tidak perlu Panutua! Saya juga punya dari hasil pertandingan Triluardam. Simpan saja untuk keperluan lain yang lebih di butuhkan," ucap Xiao Yue segera bergegas ke jajanan yang di liriknya dari tadi.


Satu jam sudah Xiao Yue mencari dan menikmati aneka jajanan di pasar dadakan Pavilium Gun Ling. Dan bergegas segera masuk ke dalam Pavilium Gun Ling.


Semua tempat duduk telah terisih penuh. Datang sedikit agak siang di jamin tidak akan dapat tempat duduk terpaksa tidak bisa melihat dan menonton Turnamen Lingcup.


Xiao Yue tiba di tempat timnya berada bersamaan dengan kedatangan Xiao Hangbi dan Xiao Yubi. "Maaf, terlambat dan merepotkan yang lainnya!" ucap Xiao Hangbi dan Xioa Yubi bersamaan.


"Sudah tak apa- apa! Lupakan saja! Apa kalian sudah mengisi perut? " tanya Panutua 5 kepada keduanya.


"Hehe... Belum sempat! Langsung kesini tadi! Kwatir kalau kami tetinggalan! Jadi cepat -cepat begitu!" ucap Xiao Hangbi sambil mengusap hidungnya berulang- ulang.


"Hihi... Kebetulan banget! Ni lihat apa saja yang telah aku beli tadi di pasar dadakan? Di jamin mampu menggoyang dan memanjakan lidah!" ucap Xiao Yue sambil mengeluarkan camilan yang tadi di belinya.


Di tengah Podium Panglima Kerajaan telah menyalurkan Energi Mana pada pita suaranya dan kini suaranya keras terdengar di seluruh Pavilium Gun Ling.


" Selamat pagi Tuan dan Nyonya yang berkenan hadir menyaksikan Turnamen akbar Kerajaan Ling. Turnamen Lingcup tahap ke dua pertarungan individu telah resmi di buka."


Pelaturannya masih sama : 1. Tidak boleh membunuh lawan. 2.Tidak boleh menyerang lawan yang sudah menyerah. 3.Tidak boleh ada asupan pil sebelum pertandingan dan selama pertandingan berlangsung. 4.Selesai pertandingan tidak boleh ada dendam.


Jumlah peserta yang ikut tidak di batasi seperti saat tanding tim yaitu wajib lima peserta. Karena individu berarti perseorangan pun bisa ikutan dalam laga kali ini.


"Tanpa membuang waktu saya umumkan Pertandingan antar individu DI MULAI... Nomer peserta 1 dan 2 silahkan bertanding di arena 1, nomer peserta 3 dan 4 silahkan bertanding di arena 2, nomer peserta 5 dan 6 bertanding di arena 3, nomer peserta 7 dan 8 berlaga di arena 4, nomer peserta 9 dan 10 berlaga di arena 5 , nomer peserta 11 dan 12 berlaga di arena 6, nomer peserta 13 dan 14 berlaga di arena 7 dan peserta nomer 15 dan 16 berlaga di arena 8 silakan bagi yang nomernya dipanggil segera masuk ke arena."


Anggota Klan Xiao masing - masing melihat stik kayu yang diambilkan oleh Panutua 2 yang berisi nomer mereka. Ternyata tidak ada satu pun yang nomernya di panggil.


Untuk tanding pembukaan mereka akan menjadi penonton. Mereka memiliki kesepatan untuk menganalisa lawan yang akan mereka hadapi kedepannya.


"Majulah saudari Yang Yubing aku tak akan sungkan lagi! Sekarang kita akan tahu siapa dari kita berdua yang terbaik! " ucap Yang Le Yaju.


"Oh... Saudari aku juga tidak sabar melihat dirimu memohon - mohon padaku! Hihi... Saudari Yang Le Yaju! Aku beri pilihan padamu, kau mau bertahan atau mulai menyerang duluan?" ucap Yang Yubing.


"Hehe..., tentu saja aku jelas lebih memilih menyerang saudari? Aku yakin dengan beberapa jurus kamu akan segera menyerah!" ucap Yang Le Yaju sambil tersenyum lebar meremahkan.


Kemudian keduanya segera mengedarkan Energi Mana menyelimuti tubuh mereka dan juga di arahkan pada senjatanya.


Yang Yubing yang sadar sebentar lagi akan menerima serangan dari Yang Le Yayu segera membuat gerakan pola dengan pedang seperti spiral yang perlahan menjadi dinding bercaya putih menjelma menjadi dinding segi tiga berada tepat di depannya.


Xiao Yubi yang melihat dan menyaksikan itu berkomentar, "Ketrampilannya lumayan tinggi! Jelas dia salah seorang jenius."


"Jurus Pedang Angin Neraka!" Yang Le Yaju langsung menambah mengalirkan Energi Mana dalam jumlah besar 90 % pada bila pedangnya kemudian pedang yang ada di tangannya di ayunkan dengan kuat dan ganas mengarah tepat kearah dinding pertahanan Yang Yubing.


BLAAR BLAAR DUAR


Jurus Pedang Angin Neraka merupakan jurus yang serangannya sangat kuat dan ganas dengan ratusan angin yang membentuk pisau terbang menuju dan mengarah pada Yang Yubing.


Keduanya memiliki ketrampila, kemahiran dan keahlian yang hampir sepadan dan seimbang. Hanya saja ketenangan dari Yang Yubing lebih mendomonasi dari pada Yang Le Yaju yang terkesan tergesah- gesah dan gegabah.


Xiao Yue yang melihat pertandingan itu hanya bisa mendesah karena pada dasarnya Jurus Pedang Angin Neraka maupun Dinding Segi Tiga sama tingkatannya hanya tergantung bagaimana menggunakan kedua ketrampilan itu.


Seharusnya Yang Le Yaju tidak langsung menyerang dari depan seperti itu, Mencari kelemahan dari dinding segi tiga dan sepertinya tiap sudut dari dinding segi tiga lebih tipis dari yang ada di tengah.


Sekali lagi Yang Le Yaju kembali menyerang dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya dengan mengerahkan 100% Energi Mana untuk menyerang dinding pertahanan Yang Yubing tetapi tetap tidak ada perubahan yang berarti.


BLAAR BLAAR DUAAR


Yang Le Yaju menarik napas panjang kemudian berbicara, " Aku menyerah...! Saudari aku akui kalau kamu lebih hebat dari diriku! walau kultivasi sama - sama pada tahap Body Kapten tapi kamu tahap 3 dan aku masih tahap 2 dari sini saja aku sudah kalah telak."


Tak lama kemudian wasit arena 5 pertandingan mengumumkan pemenangnya adalah nomer 9.


*******