
Malam hari, rombongan Klan Xiao akhirnya tiba di ibukota Kerajaan Ling. Binatang beast Elang Merah mendarat di depan pelataran Pavilium Losmenling.
Pavilium Losmenling di sediakan oleh Pihak penyelenggara untuk para peserta dan rombongannya yang mengikuti Turnamen Lingcup. Bangunannya besar, luas dan megah, terdiri dari 5 lantai.
Panutua 2 memimpin rombongan Klan Xiao memasuki Pavilium Losmenling. Panutua 5 melihat seorang pelayan Pavilium yang bertugas berjaga segera saja menghampirinya. "Nonaaa... Maaf, bisa tunjukkan dimana letak kamar buat kami. Kami ini peserta Turnamen Lingcup dari Klan Xiao," Panutua 5 bertanya kepada gadis cantik pelayan pavilium.
"Mohon tunggu sebentar! Saya akan lihat daftarnya dulu," Pelayan itu membaca cacatan yang ada di buku yang sedang dia pegang. "Peserta Klan Xiao dan rombongannya bisa langsung ke lantai 3, ke nomer kamar 45 sampai nomer kamar 52," Gadis pelayan cantik itu menyerahkan kunci dengan tersenyum.
"Terima kasih!" Jawab Panutua 5 setelah mendapatkan kunci, segera mendekat ke rombongannya.
Panutua 2 mengajak yang lain segera menuju lantai 3, tiap lantai melewati 20 anak tangga. Tak berapa lama akhirnya mereka nyampek di lantai 3. Segera saja mereka mencari di mana letak kamarnya.
"Kamar kita sebelah sana!" Ucap Xiao Low kepada rombongannya dengan menunjuk arah selatan.
"Idih... Sok tahu! Belum tentu itu benar! Tempat ini luas," ucap Xiao Hangbi.
"Aih... Aku setuju sama Xiao Low! Kita tinggal mengurutkan saja!" Komentar Xiao Yubi.
"He ' em... Aku jua iya, kita ke arah selatan! Ayo! Daripada masih berdiri disini! Kita ja - lan......" ucap Xiao Yue.
"Sudah puas kalian berdebatnya! Apa masih mau di lanjut! Suara kalian ramai seperti pasar saja!" ucap Panutua 5.
Mereka cengengesan mendapat teguran dari Panutua 5. Merasa tidak enak hati seharusnya menurut dan mengikuti kemana Panutua membawa mereka.
Panutua 2 memutuskan mengikuti usulan terbanyak dan melangkahkan kakinya ke arah selatan. Segera saja yang lainnya mengikuti di belakangnya.
Akhirnya mereka menemukan kamar yang di cari, dan benar dugaan mereka adanya di selatan. Tiap kamar ada nomer yang terpasang pada dinding pintu. Dan sekarang anggota Klan Xiao berdiri di depan pintu kamarnya masing- masing.
Xiao Yue membuka pintu kamarnya, segera melangkahkan kaki masuk ke dalam . Kamar itu lumayan luas dan bersih juga bersebelahan dengan kamar Xiao Yubi.
Tanpa buang waktu, ketika pintu di tutup Xiao Yue langsung masuk ke dalam ruang Gelang Semesta. Karena adanya perbedaan waktu di ruang Gelang Semesta. Dia memutuskan istirahat dan berlatih jurus pedang sebentar.
"Tiga hari aku berlatih jurus untuk menstabilkan pondasi kultivasiku, sudah saatnya aku keluar dan segera melanjutkan terapi kakak sepupu," gumam lirih Xiao Yue.
Dialirkan Energi Mana pada gelang yang di pakainya dan sekejap saja dia sudah ada di dalam kamar Pavilium Losmenling nomer 50, di bukanya cendela kamar, "Rupanya hari mampir mau pagi aku harus bergegas ke tempat kakak sepupu".
"Array perpindahan!" Xiao Yue membuat gerakan pola - pola di udara, tak berapa lama tercipta gambar pola di udara dan kemudian bersinar...
Set... Set...Set...Set..
Cling...
Menghilang dari kamar dan muncul di dalam kamar Xiao Shibang. Begitu keluar dari pola array perpindahan yang bersinar di udara, Xiao Ling teriak, "Han..Tu...! Ehh... Maaf! Hehe ternyata Nona Yue!" Menarik nafas panjang dan di hembuskannya dengan cepat.
"Dari kemarin saya masih bingung bagaimana Nona Yue tiba - tiba bisa muncul di kamar? Padahal pintu jua masih terkunci, jendela tertutup rapat. Tidak ada lubang, tikus saja tidak bisa masuk." Xiao Ling bertanya kepada majikannya.
"Hehe... Tidak usah bingung! Emm....Itu semua di karenakan array perpindahan! Dan kau satu -satunya yang tahu aku bisa! Jadi jagalah rahasia ini! jangan pernah kamu bocorkan".
"Nona Yue bisa percaya padaku, aku tak akan pernah mengecewakan Anda!" Xiao Ling matanya berkaca - kaca, dia sangat terharu Nonanya begitu percaya pada dirinya.
"Aih ... Tidak boleh menangis! Aku mau mulai nerapi kakak sepupu" Xiao Yue mengeluarkan jarum emas dan mulai menancapkan di kaki Xiao Shibang. "Ling'er, dosis obat kamu tambah semua satu butir pil untuk proses selanjutnya".
"Sekarang kamu campurkan ramuan ini dalam bak mandi! Ini digunakan untuk merendam kakak sepupu sekitar satu jam, baru nanti kamu angkat dia!"
Xiao Yue mulai mencabuti jarum yang menancap di kaki Xiao Shibang, kemudian dia mengangkat tubuh Xiao Shibang ke kamar mandi.
"Nona .. Apa perlu bajunya juga dilepas! Sini biar saya saja yang mengerjakan semuanya". ucap Xiao Ling begitu melihat Xiao Shibang di bopong oleh majikannya.
"Yup... Hehe tidak harus! Tapi kalau kamu tidak keberatan itu lebih baik lagi! Ramuannya harus merasuk sehingga racun bisa keluar lewat pori- pori kulit! Oiya aku serahkan kakak sepupu padamu aku harus kembali ke Pavilium Losmenling".
Selesai berkata Xiao Yue membuat gerakan di udara dan pola array perpindahan bersinar dia melompat ke dalam sinar pola array kemudian...
Cling...
Xiao Yue sudah kembali di dalam kamar yang ada di pavilium, bersamaan dengan ketukan pintu.
Tok... Tok...Tok
Di bukanya pintu kamar, Xiao Yubi berdiri di depan pintu, "Ayo... Sudah di tunggu sama yang lainnya di lantai bawa! Kita makan bersama di restoran! Aku tidak sabar mencicipi makanan orang ibukota yang terkenal enak- enak".
"Woiii.... Sini, kami ada di pojokan! Tempatnya strategis bisa lihat suasana di luar pavilium," Xiao Hangbi berteriak memanggil mereka sehingga menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran.
"Aduh, kenapa juga harus teriak, kami akan cari kalian! Kalau gini kan malu jadi bahan pelototan orang", gumam Xiao Yubi dalam hati.
Xiao Yue dan Xiao Yubi berjalan menghampiri ke meja rombongan Klan Xiao.