
Pria paruh baya itu memberikan pil berwarna perak bergaris putih ke tangan Xiao Low yang posisinya paling dekat dengan dirinya.
Xiao Low menerima pil itu. Dan langsung membagikan pil yang ada di tangannya itu kepada teman-temannya.
Xiao Low dan rekan- rekannya mematuhi perintah pria paruh baya itu. Satu persatu mereka segera meminum pil yang telah diberikan oleh pria tersebut. Mereka langsung bersikap Lotus untuk menyerap khasiat pil.
Sementara Xiao Yue belum meminum pilnya, dia melihat dan mengamati pil yang ada di telapak tangannya.
("Pil Ekstrak Embun. Tergolong pil langka dan ini juga berkualitas sangat tinggi! Padahal pembuatannya membutuhkan kekuatan jiwa dan konsentrasi yang teramat tinggi.")
("Dengan mudahnya orang- orang ini membagikan Pil langka itu kepada kami! Orang yang baru mereka temui, yang tidak dikenal! Siapa sebenarnya orang-orang ini? Terlihat jelas, kalau mereka ini bukan orang biasa!")
(" Aku harus waspada! Karena aku tidak tahu, motif mereka sebenarnya menolong kami! Apa murni karena benar-benar untuk kemanusiaan atau ada sesuatu yang lain?") ucap Xiao Yue dalam hatinya.
Xiao Yue memandang lekat pria paruh baya itu dan juga rekan-rekannya yang berjumlah 4 orang dan salah satunya seorang pemuda yang usianya Xiao Yue pun tidak sanggup menebaknya, padahal sedang memakai Teknik Mata Hati. Seolah -olah ada tabir yang menghalangi. Dan yang paling penting, Xiao Yue tidak melihat ada yang aneh atau sesuatu yang mencurigakan dari pihak mereka.
" Gadis cantik, Kenapa kau tidak meminum pilnya? Apa kau takut itu adalah racun?" ucap lelaki berjubah ungu memandang intens Xiao Yue yang hanya membolak - balikkan pil yang ada di tangannya.
Sebelum Xiao Yue menjawa, lelaki berjubah ungu itu kembali berbicara, "Hehe... Itu Pil Ekstrak Embun! Pil nomor satu anti segala macam racun. Kau pasti sudah perna mendengarnya. Tapi tidak perna melihat bentuk pilnya seperti apakan?"
"Apaaaa? Pil Ekstrak Embun! Kita baru saja mengkonsumsi pil langka! Ohh..." Ucap Liang Yu Cha kaget bukan main.
" Bukan hanya langka! Tapi itu juga Pil yang sangat mahal? Coba pil itu ada di pelelangan, kita tidak akan pernah bisa membelinya sampai kapanpun!" ucap Xiao Low takjud.
Xiao Yue hanya tersenyum. Bukannya tidak tahu, cuman dia merasa heran. Ada orang yang begitu mudahnya menghambur hartanya kepada orang yang tidak di kenalnya.
" Saya akan menyimpannya lebih dulu! Saya akan meminum Pil Ekstrak Embun ini setelah saya membereskan Panutua Luwan! Karena saya tidak bisa membiarkan orang tua itu selamat! Bukannya saya dendam akan perbuatannya. Tapi Panutua Luwan telah melakukan kecurangan berulang kali bahkan bermaksud menghabisi semua orang yang telah menonton pertandingan ini! Bagaimana mungkin orang seperti itu dibiarkan dia hidup! Orang seperti itu tidak layak hidup dia lebih baik mati."
" Kau benar, dia memang harus mati! Jangan biarkan dia selamat!" ucap pemuda bertampang sangar.
Pria kurus ikutan ngomong, "Orang licik semacam dia, akan berusaha menjatuhkan kita cepat atau lambat, Dia akan mencari jalan untuk menghilangkan saksi kebejatan moralnya!"
"Huh.... Jangan khawatir dengan masalah itu! Salah satu dari kami sudah membereskannya! Mana mungkin kami membiarkan orang itu berani berusaha mencelakai majikan kami!" ucap Pria baju ungu.
"Apaaaaa? Jadi Panutua Luwan sudah tewas! Benarkah itu?"
" Haha.... Dia memang pantas mati! Haha dia bermaksud membunuh kita semua tapi sekarang lihat.... Dia yang tewas duluan. Haha..."
" Terima kasih atas pertolongan dan perlindungan yang Tuan dan teman-teman Tuan berikan kepada kami! Kami tidak tahu apa jadinya apabila tanpa bantuan dan pertolongaan Anda sekalian! Sekali lagi terima kasih!" ucap Xiao Yue bersungguh - sungguh.
Xiao Yue juga pun akhirnya memutuskan meminum pil yang ada di tangannya. Karena dia merasa tidak enak, apa bila tidak meminumnya. Khawatir dianggap kacang lupa kulitnya.
Tidak menghargai bantuan dan pertolongan yang telah mereka berikan. walaupun sebenarnya Xiao Yue tidak membutuhkan itu karena Liontin Kehidupan sudah membersihkan tubuhnya dari segala macam racun atau bisa di bilang kebal racun.
Melihat gadis cantik itu telah meminum Pil Ekstrak Embun, Pemuda tampan yang duduk santai itu bergerak mendekat.
"Hem... Kau sebenarnya tidak membutuhkan Pil Ekstrak Embun! Tapi kau tetap meminumnya! Ohh..! Bukankah itu sia-sia!"
Xiao Yue langsung saja menjawab perkataan Pemuda tanpa itu, " Kenapa harus sia-sia? Bukankah itu akan membuat semakin lebih baik lagi ketahanan tubuhku terhadap racun! Lagi pula aku melakukannya karena menghormati panutua yang telah memberiku pil. Dan kalau aku tidak meminumnya, berarti aku tidak menghargai pemberian dari orang yang benar- benar peduli padaku!"
"Ohh... Pandai juga dirimu. Mencari Alasan untuk membenarkan tindakanmu! Haha... itu menunjukkan, kalau kau bukan hanya pandai di otot tapi juga otakmu cukup terasah..." ucap pemuda tampan itu memandang lekat gadis cantik yang ada di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...