XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 207



Setelah menelan pil dan juga meminum seteguk Air Spiritual, kondisi Panutua 2, Panutua 5, Xiao Yang dan Xiao Li langsung membaik. Satu persatu mulai bangun dari posisi terlentangnya. Kemudian berjalan mendekat ke tempat sesepuh Xiao Bi Juan berada.


"Ayo... Kita tinggalkan segera tempat ini!" Perintah Xiao Bi Juan.


WHUUUS WHUUUS WHUUUS


Sesepuh Klan Xioa itu langsung melesat meninggalkan tempat itu di ikuti anggota Klan Xiao lainnya.


Membutuhkan waktu sekitar setengah jam, baru para anggota Klan Xiao itu sampai di Paviliun Losmenling. Mereka masuk dan langsung saja naik ke lantai 2.


" Kalian berempat." Ucap Xiao Bi Juan sambil tangannya menelunjuk Xiao Low, Xiao Qing, Xiao Yubi dan juga Xiao Yue. "Masuk kamar kalian dan segeralah istirahat."


Ke empat generasi muda yang di tunjuk sesepuh Klan itu secara bersamaan menganggukkan kepalanya. Tidak satu pun dari mereka yang membantah perintahnya.


KRIIIIEEET


Baru saja Xiao Yue membuka pintu kamarnya. terdengar suara orang memanggil namanya dengan keras.


"XIAO YUE...!"


DEEEEG


Gadis cantik itu terkejut, dia mengenali suara yang memanggilnya itu. Sudah cukup lama dirinya tidak mendengar suara itu. Xiao Yue pun memalingkan mukanya melihat keberadaan orang yang memanggil dirinya itu.


" AYAAAAAAH! KAU SUDAH DATANG!"


Xiao Yue berteriak dengan bibir yang tersenyum, matanya berbinar melihat kehadirannya. Gadis itu merasakan kegembiraan. Kini rasa kangennya bisa terobati.


WHUUUS


"Yue' er kangen! Yue' er senang ayah sudah ada di sini." Xiao Yue melihat ke kanan dan kekiri. "Emm, mana ibu? Apakah beliau tidak ikut?" Tanyanya setelah tidak melihat keberadaan wanita yang telah melahirkannya di dunia ini.


Patriak Xiao Lang tersenyum sambil tangannya membelai kepala anak gadisnya, "Ikut, mana mau ibumu ketinggalan menyaksikan anak gadisnya merebut juara 1 Turnamen Lingcup. Sejak tiba ibumu mengajak bibimu keluar membeli atribut yang sama dengan para pendukung itu."


Xiao Yue senyumnya makin berkembang mendengar kata ayahnya. Gadis cantik itu tidak menyangka kalau ibunya bakal ikut- ikutanan juga seperti para fans nya.


Patriak Xiao Lang membawa masuk Xiao Yue ke dalam kamar. "Sekarang kamu istirahat, gunakan waktumu sebaik mungkin. Besok saja menemui ibumu. Ayah ucapkan selamat! Kau membuat ayahmu ini bangga."


Selesai berkata- kata Xiao Lang bergegas keluar kamar meninggalkan Xiao Yue sendirian. Begitu pintu tertutup Xiao Yue langsung menyalurkan Mana pada Gelang Semestanya.


CLIIIIING


Dalam sekejap mata Xiao Yue sudah berada di dalam ruang Semesta. Ia muncul di area pelataran kediamannya.


" Aih... Lawanku nanti sangat kuat. Untuk memenangkan pertandingan ini, tingkat kutivasiku belumlah cukup. Sudah saatnya aku meningkatkan kembali kultivasiku! Aku akan menggunakan kasiat dari buah Tharas."


Xiao Yue mengambil buah Tharas yang di simpannya. Buah warna unggu kehitaman itu tinggal separuh. Tanpa membuang lagi waktunya segera saja Xiao Yue memakannya.


AAAHHH....


Tidak berapa lama kemudian gadis cantik itu menjerit- jerit kesakitan, ketika Mana yang ada di dalam Buah mengalir dengan kuat dan cepat ke meridiannya.


Badannya terasa terbakar, darahnya mendidih, dan seluruh tulangnya nyeri. Xiao Yue berguling- guling tidak mampu bertahan dalam posisi Lotus. Xiao Yue menggigit bibirnya menahan rasa sakitnya. Dia harus tetap sadar kalau tidak perjuangannya akan sia- sia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...