XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 70



Xiao Hangbi kembali lagi menyerang dengan menendang perut Chu Le Ping, tapi tertahan oleh tendangan kaki kanan Chu Le Ping.


Xiao Yubi yang bertarung tak jauh dari Xiao Hangbi sekali kali meliriknya ada kekwatiran yang sangat besar, Xiao Yubi takut terjadi apa- apa sama Xiao Hangbi karena kondisi lengan kiri yang masih mengeluarkan darah.


" Aih,,Saudari Yubi! Kosentrasilah pada lawanmu! Kalahkan dulu yang ada dihadapanmu? Hehe... jangan mikir yang lain...!" ucap Xiao Yue.


"Jurus Pedang Bintang!" Pedang dengan kekuatan Energi Mana 80 % di selimuti bias cahaya samar melaju melengkung langsung membabat lawan yang ada di hadapannya.


CLAAHS JLEEP CLAAHS


AAHHH AAHHH AAHHH


Seorang lagi dari Tim Klan Chu dikirim oleh Xiao Yue keluar arena. Dengan kondisi yang sangat parah dan yang sangat memprihatinkan badannya penuh luka koyakan sedalam dua belas cm sehingga mengakibatkan seluruh tubuh bermandikan dengan darah.


"Ck, aku pun tak mau kalah darimu! Idih..Mana rela cuman kamu yang mendengar nyanyia merdu keputusasaan anggota Tim Klan Chu?" Xiao Yubi berkata sambil mengeluarkan Energi Mana yang cukup besar dari tubuhnya dan di alirkan pada pedang yang sedang di pegangnya.


"Aku akan segera memaksanya membayar hutang dan bunganya! Mereka harus tahu apa akibat membuat kemurkaan dari generasi muda Klan Xiao?"


"Daripada kamu banyak omong! Buktikan? Jangan hanya berkoar? Kita butuh tindakan yang pasti saudari Yubi!" Ucap Xiao Qing memanasi keadaan.


Xiao Yue melesat ke sisi Xiao Hangbi langsung membantu melawan musuh. Segera pedang di sabetkan ke arah lawan sebagai lapisan kedua melengkapi serangan yang di awali oleh Xiao Hangbi.


Chu Le Ping yang menyadari akan adanya bahaya segera saja melapisi tubuhnya dengan Array Pertahanan. Dia pun kembali menghadapi serangan pedang dari Xiao Hangbi dan Xiao Yue.


WUUSH TING TANG


Dengan gesitnya dia menangkis dan mengelak serangan kemudian membalas serangan dari kedua lawannya itu dan pedangnya berbenturan dengan pedang Xiao Yue.


Chu Le Ping merasakan kesemutan dan kebas di tangan padahal dia sudah melapisi tubuhnya dengan Array Pertahanan menjadi kaget dan terkejut.


Chu Le Ping menyadari bahwa gadis yang paling belia dari Tim Klan Xiao tidak lah sesederhana penampilannya. Sebagai seorang jenius nomer 1 dari Klan Chu dia di gadang - gadang akan bisa mengalahkan dan menyapu bersih musuh.


Tapi sekarang Chu Le Ping memahami kalau lawan yang harus di perhitungkan dan di waspadahi adalah gadis belia ini bukannya yang lain. Dan dari awal Tim Klan Chu telah salah perhitungan karena gadis belia ini mampu bersembunyi sangat baik dan dalam.


"Malang benar harimu harus berurusan denganku? Tapi... Utang wajib bayar plus bunganya jadi berbersiaplah? Perhitungan di mulai....." ucap Xiao Yue kepada Chu Le Ping.


Perasaan Chu Le Ping makin was- was apalagi melihat Xiao Yue dan Xioa Hangbi mengambil ancang - ancang bersiap menghadapi dirinya.


"Jurus Pedang Kilat!" Dialirkan Energi Mana 85% pada pedang yang perlahan diselimuti cahaya perak yang merambat dan juga mampu mengeluarkan suara yang menggelegar. Xiao Hangbi segera ambil posisi di depan sebagai penyerang yang pertama.


Xiao Yue membuat pola rumit di udara, "Array Dobbel Energi!" Kemudian di sentukan pada punggung Xiao Hangbi yang siap mau menyerang.


Mendapat sentuhan di punggung membuat Xiao Hangbi sedikit kaget dan heran akan tindakan dari Xiao Yue tapi tak mempermasalahkannya. Karena dia tahu Xiao Yue ada untuk membantu dirinya bisa membalas perbuatan dari Chu Le Ping.


Xiao Hangbi langsung bergerak gesit dan lincah menyonsong lawan ditebaskan pedang dengan gerakan melengkung cahaya perak merambat dari pedang lebih kuat, besar dan ganas dua kali lipat dari biasanya bermuatan listrik mulai menyalar ke arah Chu Le Ping.


Chu Le Ping segera bertahan, "Array Pertahanan!" mundur tiga langkah kemudian menghadang serangan dari Xiao Hangbi. "Jurus Pedang Semesta!"


Melihat lawan telah bersiap segera Xiao Yue mengayunkan pedang secara vertikal dan kemudian...


TRAAK BLAAR


Array pertahanan Chu Le Ping retak dan kemudian meledak asap putih tipis keluar dari tubuh Chu Le Ping. Xiao Yue telah menargetkan Array dan menghancurkannya.


TANG BRAAK CLAAHS


AAHHH...


Belum hilang dari terkejut, Pedang Xiao Hangbi berhasil melukai sedikit badan Chu Le Ping. Dengan cerdiknya Xiao Hangbi mengecoh dan menyerang balik melompat kesamping dan menebas tangan kiri Chu Le Ping hingga putus. Che Le Ping shock melihat tangan kirinya tergeletak di lantai arena tanding dan tidak menyadari saat ...


CLAAAHS AAAHHHH....


Xiao Yue juga pada saat yang sama melompat tinggi dan mendarat dekat Chu Le Ping dan pedangnya di sabetkan miring pada saat Chu Le Ping mengangkat kakinya sebelah kiri keatas terkecoh oleh gerakan tipu Xiao Hangbi akibatnya kaki itu terpotong oleh sabetan pedang Xiao Yue.


Teriakan pilu dari Chu Le Ping karena bukan hanya sakit tangan dan kaki yang terpotong juga kehancuran hidupnya. Hari dan waktu yang sama dia telah kehilangan dua anggota badannya.


Chu Le Ping jatuh pingsan diarena pertandingan setelah dia melihat tangan dan kakinya tergeletak di arena panggung.


Sekarang Tim Klan Chu tinggal dua orang yang masih bertahan tapi salah satu sudah menunjukkan gejala kehabisan tenaga tapi lawannya tidak membiarkannya bisa istirahat apalagi sampai bilang kata menyerah.


Tanpa henti mereka berdua saling jual beli, saling menyerang, saling mengejek, saling memukul, saling melukai. Harga diri mereka itulah yang membuat keduanya tidak peduli dengan sekelilingnya.


Xiao Hangbi di minta oleh Xiao Yue menyerah dan meninggalkan arena laga demi kondisinya agar segera mendapat perawatan dari Pavilium Farmasi tapi Xiao Hangbi bilang akan bertahan sampai akhir pertandingan.


Xiao Hangbi kembali menyalurkan Energi Mana pada tangan kirinya yang buntung agar darah yang masih ajah merembes baju pembalut luka sampai ada yang menetes di lantai cepat mengering.


Dan Begitu Energi Mana menyentuh luka yang terpotong langsung mengering. Xiao Hangbi begitu kaget melihat hasilnya. Kaget bagaimana bisa Energi Mananya mengalir bagai air hujan lancar, kuat dan besar sekali.


BRAAK BLAAR AAHHH...


AAHHH CLAAHS AAHHH...


Terdengar ledakan dan teriakan kesakitan dari dua pertarungan yang tersisa. Kedua anggota Tim Klan Xiao telah tergeletak dan terluka parah juga telah di terbangkan dari arena laga.


Wasit segera mengumumkan pemenang ke penonton dengan mengeraskan suaranya bahwa Turnamen Lingcup tahap pertama pertarungan dengan tim telah di menangkan oleh Tim Klan Xiao atau nomer 8.