
"Ti... Tidak ada kejadian apa pun! Kau aja yang gampang menyimpulkannya! Jangan asal tebak saja?" Xiao Zilong berkata berusaha mengalikan.
"Be...Benar, it..., itu yang sebenarnya, kami merasa uda bertarung cukup lama, tenaga terkuras habis, kecapean dan kelelahan makanya minta istirahat sebentar", Ucap Xiao Xiping ngales sambil melirik Xiao Zilong dengan pipi bersemu merah.
"Emm...Itu di karenakan kakak senior tidak ada yang mau melanjutkan pertarungan! Ya karena it..., itu...,tu..! Hehe.. Ada kejadian menarik sih?" Xiao Yue menjawab pertanyaan Xiao Yubi sambil senyum - senyum.
Melihat ekspresi Xiao Yue yang senyum - senyum membuat yang lain justruh makin penasaran dan curiga akan peristiwa yang terjadi saat mereka pingsan.
"Ayolah kasih tau, aku yakin seratus persen ada sesuatu kejadian luar biasa ini! Ayolah Xiao Yue kasih bocoran! Jangan pelit sama tim sendiri, yang royal" pinta Xiao Low menasehati.
"Aih, kejadian ini pasti ada kaitannya sama senior Xiao Xiping, Xiao Zilong dan Xiao Bi iyakan, begitu adanya kan saudari Xiao Yue?" Ucap Xiao Yubi setelah melihat dan mengamati ekspresi kedua seniornya yang terlihat sedikit malu - malu.
Mendengar apa yang di katakan oleh Xiao Yubi ke tiga rekan tim laki - lakinya semua menoleh pada Senior Xiao Zilong dan Xiao Xiping. Mereka mengamati dengan dengan cermat dan teliti tingkah pola ke dua seniornya itu.
"Eh....Apa? Benarkah? Wow..." ucap Xiao Hangbi kemudian melanjutkan perkataannya. "Cinta segi tiga begitukah!"
"Ck, dari pada kita saling tebak- menebak, tak tau kebenarannya. Lebih baik, tanya saja yang tahu kejadian pastinya?" Xiao Qing berkata sambil tangan kirinya menunjuk kepada Xiao Yue.
"Aih ...Aih..Aih... Harus di jawab apa harus di rahasiakan aja ya", Xiao Yue tersenyum manis kepada anggota timnya.
"XIAO YUEEE..." Mereka berteriak bersamaan merasa di permainkan oleh Xiao Yue.
Melihat tampang semuanya yang siap setiap saat menerkamnya, mau tidak mau akhirnya Xiao Yue menceritakan kejadian saat dia melawan ke tiga senior dari awal sampai akhir.
"Hehe... Begitulah sebab diakhirinya pertarungan sengit kami" ungkap Xiao Yue.
"Wow.... Aku jua mau kalau itu terjadi sama pada diriku! Tapi tidak perna terjadi!" Kata Xiao Hangbi berharap dan kemudian mendesah kecewa.
"Ahh, rizki ! Sapa jua yang bakal nolak bila dapat melon kembar, ha..,ha..,ha.." ucap Xiao Low.
"Uh...keberuntungan surga kalau gitu! Aku iri dengan keburuntungan senior Xiao Zilong!" ungkap Xiao Qing.
Ketiga laki- laki itu melihat Xiao Zilong sambil menarik nafas panjang. Sementara Xiao Yue dan Xiao Yubi melihat ketiganya dengan tatapan aneh dan jijik.
" Hai.....Kenapa melihat kami seperti itu? Mang ada yang aneh apa sama kami ?" Tanya Xiao Hangbi melihat pandangan mata dua gadis yang masuk dalam timnya itu.
"Ck, Tidak ada! Dan kenapa jua harus dijawab? Pikir aja sendiri dasar mesum!" kata Xiao Yubi sinis.
Disaat mereka berdebat, Xiao Bi telah datang menghampiri mereka. Dia langsung berteriak mengajak melanjutkan pertandingan kembali.
"Ayo... Pertandingannya di lanjutkan kembali istrihat sudah selesai. Jangan enak - enakan kalian itu membawa nama Klan Xiao".
"Aku tak segan menghajar dan membuat perhitungan dengan kalian bila kembali nanti dari Turnamen Lingcup hanya bikin malu Klan."
"Apa kalian pikir ini gertakan? Apa kalian pikir ini tipuan? EM....Kalian bisa buktikan nanti ?"
"Ha...Ha..Ha... Senior bisa buktikan kalau kami ini lebih dari apa yang kau pikir dan perkirakan?" Xiao Low berkata.
"Aih... Senior tak usah banyak koar ! Ayo kita buktikan saja siapa yang pecundang sebenarnya, kami atau kalian?" ucap Xiao Qing.
"Jangan pikir kami bakal mundur apa lagi gentar kalau jurus dan kultivasi kami di bawah kalian tapi... Kami memiliki semangat dan tekad !" Xiao Yubi tersenyum sinis.
"Seraaang.... Tunjukan siapa kita ! Bungkam mulut pedasnya! Beri pertunjukan yang sangat menarik?" ucap Xiao Yue.
Tang....Ting....Tung
Braaak.... Duk.... Ting
Mereka langsung menerjang dan para senior langsung menyambut pukulan, tendangan dan ayunan senjata dengan kekuatan penuh. Mereka bertarung dengan segenap hati mengerahkan kekuatan dan kemampuannya ingin mengalakan lawan dengan telak.
Tang...Brak
"Oh... Ternyata cuman begini saja ? Haha.. Itu bukan level jadi lawan kami," ucap Xiao Yue.
"Cih... Ini baru pemanasan, jangan jumawa ! Bentar lagi rekan - rekanmu bakal jadi samsak latihan kami. He..He....He..." kata Xioa Bi.
Xiao Bi mengayunkan tinjunya dengan kencang ke arah perut. Tak mau ketinggalan Xiao Yue pun melayangkan tendangan menghadang tinju Xiao Bi dengan cepat dan kuat.
Buuuk... Baaak...
Zap.... Krak..
"Oh...Senior, tinjumu kenapa dak bertenaga begini ! Apa kejadian tadi pagi antar Senior Zilong dan Xiping telah melemahkan staminamu?" Provokasi Xiao Yue mulai di jalankan.
Deg...
"Tim Triluardam lihatlah kemampuan senior kita, mereka hanya besar mulut. Kekuatannya jujur sebenarnya bukan level kita, kita keburu takut dengan mereka! Hilangkan ketakutan kalian, pasti bisa bikin mereka menari sesuai dengan keingginan kita." Teriak Xiao Yue pada rekan - rekannya guna menjatuhkan mental para senior.
Whuus...Plak...
"Aaa... Kau, hmmm... sudah cukup! Jangan bilang kami kasar? Tapi kamu pantas mendapatkannya!" Kemarahan dari seniao Xiao Xiping dia memandang rekannya.
" Kita perlihatkan pada mereka apa itu burung pungguk merindukan bulan. Dasar orang tidak berguna tidak bisa melihat kemampuan diri sendiri dan rekannya," kata Xiao Xiping.
Provokasi Xiao Yue telah membangkitkan kemarahan Senior Xiping sekaligus membakar semangatnya makin menyalah ingin menghajar, mengintimidasi dan mempermalukan tim Triluardam.
Xiao Yue melihat semua itu makin tersenyum lebar ada kegembiraan dan kesenangan, karena itu jua membuatnya semakin bersemangat dan bergairah . Akan menjadi pengalaman buat dirinya agar bisa lebih maju lagi dan lagi mengasah kemampuan yang sesungguhnya , seberapa besar potensi dirinya.