
"Gadis sombooong, aku pasti akan menghajar dirimu! Bersiaplah!" ucap Liang Fuan.
" Ohh.. Benarkah! Itupun kalau kau bisa melakukannya! Aih.... Sayangnya aku meragukannya! " ujar Xiao Yue yang tiba-tiba muncul di depan Liang Fuan. Lalu, menyerangnya dengan Jurus pedangnya.
DHUAAAR!
Liang Fuan terlempar karena hantaman Jurus Pedang Bintang yang jarak serangannya sangat dekat. Dan menghantam tanah dengan keras, sehingga menyebabkan ledakan yang cukup besar. Disaat yang bersamaan, Xiao Yue juga menciptakan Tujuh bias cahaya samar , lalu melemparnya ke arah Liang Fuan yang saat ini masih tergeletak di tanah.
BLAAAR BLAAAR
BOOOOOM
Ledakan ledakan besar kembali terjadi ketika bias cahaya samar tersebut menghantam Liang Fuan dan bias cahaya samar kembali memecah lagi menjadi puluhan bias kembali menerjang kembali Liang Fuan.
Namun, serangan itu masih berhasil ditahan oleh Liang Fuan, karena sesaat sebelum puluhan bias cahaya samar tersebut mengenainya, ia telah lebih dulu menciptakan perisai energi Mana untuk melindungi dirinya.
"Haha... Haha, kau terlalu meremehkan diriku! Apa kau pikir semudah itu mengalahkanku? Kepercayaan dirimu sungguh terlalu!" ujar Liang Fuan, kemudian menghilang dari tempatnya.
WHUUUS
Detik berikutnya, Liang Fuan telah muncul di hadapan Xiao Yue. Lalu dia langsung saja melayangkan tinjunya ke wajah Xiao Yue. Namun serangan itu berhasil di tahan oleh Xiao Yue. dengan menggunakan Array Pertahanan Mistic.
BRAAAK BLAAAR TRAAAK
Xiao Yue tiba-tiba saja terlempar sangat jauh, Array pertahanan Mistic sebagian telah hancur. dan perutnya seperti di hantam oleh sesuatu yang sangat kuat.
" Eh... Apa itu tadi? Aku tidak bisa menangkap gerakannya!" gumam Xiao Yue kaget sekali.
"Haha.... Haha, ada apa? Kenapa kau terlihat kaget dan bingung seperti itu?" tanya Liang Fuan tersenyum mengejek lawan tarungnya. "Jika kau mau bertanya padaku? Haha... Maka dengan senang hati! Akan aku jelaskan! Apa itu tadi? Hehe..." ucap Liang Fuan.
" Sayangnya, aku tidak akan menanyakan apa pun padamu? Aku tidak perduli! Karena aku yakin itu salah satu teknik kebangganmu! Yang mau kau pamerkan!" ujar Xiao Yue, lalu melesat terbang ke arah Liang Fuan.
Karena tidak bisa melihat apa yang telah menyerang dirinya. Xiao Yue kemudian mengedarkan Energi Mana pada kedua matanya. Dia memutuskan menggunakan tekniknya. Xiao Yue bergumam, " Teknik Mata Hati!"
Namun, Xiao Yue juga tidak melihat apa pun yang ada di sekitarnya, tidak ada energi, wujud, dan juga aura yang bisa dirinya lihat atau di rasakan, seolah-olah memang tidak ada yang menyerang dirinya sejak awal. Tapi anehnya, Xiao Yue bisa merasakan setiap serangan yang mengenai tubuhnya itu.
"Aneh! Benar- benar aneh! Tidak masuk akal! Ini pertama kalianya Teknik Mata Hati tidak bisa berfungsi dengan benar!"
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ini ilusi? Tidak, ini jelas bukan ilusi. Karena ilusi tidak ada guna dan manfaatnya bila berhadapan dengan teknik Mata Hati, akan terpatahkan! Terus ini sebenarnya apa?" gumam Xiao Yue bingung dan keheranan.
"Tidak, tidak tidak , Xiao Yue kau pasti bisa! Uhh... Aku harus tenang! Ya tenang... Aku bakal bisa menemukan solusi keadaan ini! Hemm.. Jika aku tidak bisa melihatnya, maka jalan satu -satunya aku harus bisa merasakannya. Serangan ini sama saja seperti bertarung dengan mata tertutup. Aku tidak harus melihat siapa dan apa yang sedang menyerang, tapi aku harus merasakan dari mana arah datangnya serangan itu!" gumam Xiao Yue sangat lirih.
Xiao Yue menghela napas panjang, kemudian dirinya mulai menutup kedua matanya perlahan - lahan. Kini tidak bisa lagi menggunakan penglihatannya. Meski begitu Xiao Yue masih bisa menggunakan inderanya yang lain, dan yang paling penting, Xiao Yue harus mampu dan bisa meningkatkan instingnya.
Disaat yang bersamaan, sebuah serangan datang dari arah sampingnya. Kemudian Xiao Yue secara refleks mundur satu langkah ke belakang untuk menghindari serangan tersebut.
Setelah itu, Xiao Yue mengedarkan Energi Mana pada bila pedangnya. Kemudian memutar menggerakkan pedang yang ada di genggamamnya dengan sangat cepat untuk menahan setiap serangan yang datang dari arah depan.
Kemudian, Xiao Yue sedikit membungkuk untuk menghindari serangan yang datang dari arah belakang.
Awalnya Xiao Yue masih belum terbiasa dengan cara bertarungnya sekarang ini dan merasa sangat kaku. Bahkan serangan misterius itu masih bisa mengenai dan menyentuh tubuhnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Xiao Yue makin mahir dan akhirnya berhasil menguasai pertarungan dan tidak ada lagi serangan yang mampu mengenai dirinya.
"Aku benci mengakui hal ini, tapi dia memang gadis yang hebat, berbakat dan jelas sekali kalau jenius. Kalau begitu, aku tidak akan segan-segan lagi" gumam Panutua Luwan yang melihat pertarungan itu dari jauh. Dia konsentrasi mentransfer kekuatan, Keahlian dan Energinya pada tuan muda Liang.
Xiao Yue membuka matanya kembali, saat dirinya bisa merasakan bahaya yang datang mendekatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...