XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 42



Xiao Yue tubuhnya sedikit bergetar , mengingat kembali memori pemilik tubuh asli kalau pemuda yang bernama Xiao Shibang itu sepupu yang selalu memperlakukan dirinya dengan sangat baik begitu jua dengan ayahnya Xiao Shiba.


Setiap Xiao Shibang datang ke Klan Pusat di ajak ayahnya dia selalu membawakan hadiah , di ajak jalan - jalan , menuruti apa pun yang di mau Xiao Yue dan selalu berdiri di depan bila ada yang mengganggu Xiao Yue.


Xiao Yue berjalan menuju kamar tamu, di bukanya pintu perlahan dia masuk ke dalam kamar. Dia duduk di pembaringan di sebelah sepupunya. Di lihatnya Xiao Shibang dengan intens, perlahan tangannya menyentuh jari tangan Xiao Shibang.


" Aku kan sumbuhkan kau ! Aku kan selamatkan dirimu ! Jangan kwatir, tenang saja ada aku ! Aku pastikan perawatanmu menjadi tanggung jawabku!" ucap Xiao Yue.


Tak mau membuang waktu segera saja Xiao Yue memeriksa dengan teliti, cermat dan detail kondisi Xiao Shibang. Bersamaan masuknya dengan Xiao Shin, Patriak Xiao Lang , Xiao Shiba dan Xiao Ling yang membawa ember berisi air.


" A....Apa yang mau kau lakukan kepadanya Yue'er?" tanya Xiao Shiba keheranan.


Sebelum Xiao Yue menjawab Xiao Shin langsung menjawab duluan, " Dia sedang memeriksa kondisi Shibang' er ! Percayakan padanya! Yue 'er tahu apa yang di lakukannya, dia pun alkamis!"


Setelah memeriksanya Xiao Yue mengeluarkan air spiritual, pil toxit, ekslir pembersih tulang, pil penguat tubuh di taruh di ranjang.


" Ling'er tumbuk semua pil menjadi satu kemudian campurkan dengan air ini dan ekslir !" perintah Xiao Yue.


Segera saja Xiao Ling melaksanakannya, setelah selesai di berikannya kembali kepada Nona Mudanya, " ini Nona obatnya ."


" Minumkan segera obatnya...Aku kan membantu agar obatnya cepat terserap oleh tubuh".


Tak berlangsung lama , Xiao Yue pun turun dari ranjang dan mengeluarkan seguci air spiritual, pil penguat tubuh 15, pil toxit 15, ekslir pembersih tulang 15 di taruh di atas meja dan kemudian berbicara kepada keluarganya.


"Biarkan Xiao Ling yang merawat kakak sepupu mulai sekarang, dan kau Xiao Ling , tiap 4 jam kau beri minum obat seperti tadi pada kakak sepupu."


"I..Ya..Iya Nona saya pasti akan melaksanakan dan mengerjakannya, Nona tak usa kwatir! " ucap Xiao Ling penuh tekad pada Xiao Yue.


"Panutua Pavilium kemarin jua melakukan seperti yang kamu lakukan tapi tak ada kemajuannya," ucap Xiao Shiba.


" Benarkah... " Sambil tersenyum dia kembali berkata", Air yang di pakai beda dari air yang aku berikan Paman"


" Air yang dipakai untuk mengobati , Yue'er menggunakan Air Spiritual Kakak! " ungkap Xiao Shin.


" A...Apa ? Kau tidak lagi bercanda kan , Air Spiritual ! Benar kah itu? " Xioa Shiba terkejut kemudian mendekati air seguci yang di keluarkan Xiao Yue dari Cincin dimensinya dan dia seteguk meminumnya.


" Tidak mungkin, ini tidak bisa di percaya air spiritual kwalitas terbaik! Air Spiritual aja susah untuk di dapat! Dan untuk memilikinya kita harus berlomba untuk mendapatkannya setahun sekali di Gunung Gobi, tak sedikit korbannya ," ungkap Xioa Shiba.


" Rahasiakan apa yang kau ketahui tentang keponakan perempuanmu ini, kalau dia memiliki Air Spiritual, tidak ada yang tahu kau dia seorang alkamis jua !" kata tegas Patriak Xiao Lang.


"Aku berjanji, ini akan menjadi rahasiaku sendiri ! Mana mungkin aku akan membuat keponakan aku mengalami kerugian dan menderita ! Aku tau Air Spiritual itu sangat berharga tak akan ku biarkan hidup keponakanku dalam bahaya! " ucap Xiao Shiba dengan keyakinannya.


Mereka berpikir keras mencari jalan keluar terbaik di mana tidak ada pihak yang di rugikan, "Membeli rumah di luar yang sederhana, di mana semua orang bisa menjangkau dengan mudah", ucap Xiao Yue .


Ketiga orang itu pun saling pandang dan menganggukan kepala, kesepakatan telah terbentuk setuju usul Xiao Yue .


" Aku yang akan cari dan membelinya besok, setelah dapat kita pindah Shibang'er! Lagian besok jua Yue'er harus latihan bersama dengan para juara Triluardam ," kata Xiao Shin.


" Maafkan Paman dan Sepupu kamu ini ya Yue 'er! Telah merepotkan karena seharusnya kamu cukup fokus sama pelatihan dengan anggota murid Klan pemenang Triluardam tapi kamu jua harus memperhatikan dan merawat Shibang' er !" ucap Xioa Shiba.


" Paman Xiao Shiba jangan bicara seperti itu , kita ini keluarga tidak ada hitungan apa lagi merepotkan dalam hubungan ini. Aku pun menyayangi kakak sepupu," ucap tegas Xioa Yue kepada Xiao Shiba.


"Lebih baik kita istirahat , besok baru kita tentukan tindakan karena pasti pikiran lebih jernih dan fres !" kata Patriak Xiao Lang.


Mereka pun meninggalkan kamar tamu dan menuju peraduan masing- masing untuk mengistirahatkan badan dan pikiran.


Setelah dalam kamar, Xiao Yue langsung memasuki ruang Gelang Semesta karena dia harus membuat pil banyak untuk sepupunya.


"Beruntungnya ketika belajar alkamis di buku tebal yang ada di perpustakanan aku jua di wajibkan mengenal titik akupuntur tubuh manusia dan metode cara pengobatannya".


" Sekarang aku bisa mempraktekkan semua keahlian sebagai seorang alkamis sejati bukan hanya bisa membuat pil mulai besok! "


" Aku harus segera meneruskan pelatihanku,


baru sesudah itu membuat pil " pikiran Xiao Yue.


Tanpa membuang waktu cuma - cuma Xiao Yue langsung mempelajari array yang tinggal sedikit yang belum di kuasai...


Dua hari telah berlalu di ruang Gelang Semesta , setelah selesai mandi dan mengganjal perutnya yang lapar Xiao Yue memasuki ruang alkamis guna membuat pil untuk sepupunya.


Tiga jam sudah Xiao Yue berkutat membuat pil dan hasilnya sangat memuaskan. Sebelum di simpan pil itu di bagi menjadi tiga bagian dan di simpannya pil - pil itu di tiga cincin dimensi lain. Kemudian dia masukkan ke tiga cincin lain itu ke cincin di mensi yang ada di jari manisnya.


Dia keluar dari ruang alkamis menuju ke kamar utama , ketika sampai di bukanya pintu tercium aroma terapi bunga lafender kemudian dia mendekati peraduannya yàng empuk guna mengistirahatkan tubuhnya yang capek, letih dan lelah. Di baringkan tubuhnya, belum sampai lima menit sudah pergi ke alam mimpi.


Waktu tak terasa sudah berlalu, sekarang sang mentari dengan tanpa malu menyinari dunia ruang Gelang Semesta, Xiao Yue menggerakkan badannya , perlahan matanya yang terpejam mulai terbuka .


" Emmm....Nyenyak kali tidurku, ahhh...Tubuhku kembali terasa segar" Xiao Yue berbaring sambil menggerakkan badannya kiri dan kekanan dengan tangan lurus di atas kepalanya dan kaki saling silang bergantian.


Tak lama kemudian dia bangun segera saja membersihkan diri dan selanjutnya keluar dari ruang Gelang Semesta.


************