
Teriakan Xiao Yue yang keras, jelas terdengar oleh semua pengunjung yang berada di lantai 1. Dan itu menggiring pendapat orang -orang yang ada di sana.
Kalau kandidat final di serang dan kemudian terluka dalam masa hari tenang, otomatis Turnamen Lingcup bakal di tundah. Dan kinerja Prajurit serta kesatria kerajaan yang menjaga dan melindungi peserta final akan di pertanyakan oleh masyarakat.
"Kau..., kau..., kau, apa yang kau perbuat? Kenapa kamu fitnah kami?" ucap Wu Bing mulai panik, tak menyangka bocah kecil itu ternyata sangat licik.
"Kapan kami menyerangmu? Jangan asal tuduh!" Kata Wu Lingyan membela diri.
Banyak pasang mata memperhatikan mereka. Semula memang tidak akan ada yang berani ikut campur masalah pertikaian dua Wu dengan orang yang terkapar. Karena takut menyinggung 2 kekuatan di balik paviliun Losmenling. Dan 2 kekuatan itu adalah Klan Chu dan Kerajaan Ling.
Tapi karena teriakan Xiao Yue, situasinya jadi berbeda. Mereka jelas akan ikut campur, tidak rela jika final sampai tidak jadi. Apa lagi peserta final itu nanti akan mewakili kerajaan Ling dalam Turnamen Akbar yang di selenggarakan oleh kekaisaran.
Kini beberapa orang mulai mendekat ke tempat Xiao Yue berada. Para pengunjung yang mendekat itu adalah ketua dari beberapa Klan dan ketua Akademi yang juga menginap di Paviliun Losmenling.
"Aku tidak memfitnah, aku bicara apa adanya. Kalian benar- benar menyerangku. Dari aura ku di udara sudah bisa jadi buktinya."
Xiao Yue bersilat lidah dan memanfaatkan aura dari sisa energi Mana yang menempel pada jimat dan Array.
Apa yang di katakan Xiao Yue sudah menjadi pukulan telak bagi Wu Bing dan Wu Lingyan. Mereka sukar untuk bisa mengelak atau pun menghindarinya.
"Kau salah faham. Bukan Kau yang kami serang tapi dia." Ucap Wu Lingyan sambil menelunjuk sosok yang terkapar tak bergerak.
"Benarkah tidak bermaksud menyerang? Sedangkan Anda melepas hawa membunuh pada kami! Sampai pamanku muntah darah berusaha menghalau dan menahannya." Celetuk Xiao Yue.
"Sial...gagal. Salah perhitungan! Ternyata semudah itu membalik keadaan. Sekarang kami dalam masalah." kata hati Wu Bing.
" Tidak ada gunanya mengelak!" Ucap orang jubah putih. "Akui saja perbuatan kalian itu!"
"Diaaam kalian! Jangan ikut campur." Geram Wu Bing pada orang- orang itu.
Tak lama kemudian Manejer Paviliun Losmenling datang dengan 2 perwakilan kerajaan Ling dan penjaga Paviliun.
"Hentikan!" Teriak lantang Manajer Paviliun. "Cukup! Jangan di teruskan! Bisa - bisanya kalian membuat kerusuhan!"
Manajer Paviliun berusaha menahan amarah karena ada yang berani mengusik Paviliun Losmenling.
"Tangkap mereka! Bila menolak dan melawan bunuh di tempat!" Perintah tegas Manejer Paviliun Losmenling pada penjaga paviliun dan petugas kerajaan.
Wu Bing dan Wu Lingyan pasrah ketika di tangkap. Begitu juga dengan orang yang terkapar itu juga di bawa petugas kerajaan.
Manajer Paviliun memandang semua orang, selanjutnya menangkupkan tinju di dadanya. "Atas nama Paviliun LosmenLing, aku meminta maaf, kalau kenyamanan para pengunjung sekalian terganggu!"
Setelah meminta maaf pada para pengunjung, Manager segera pergi meninggalkan tempat kejadian. Begitu pun dengan yang lainnya kembali melakukan aktifitasnya.
Xiao Yue dan Xiao Shin kembali naik ke lantai 2. Sedangkan Xiao Ling ikut dengan Xiao Shibang dan orang tuanya meninggalkan Paviliun Losmenling.
Begitu ada di lantai 2, Xiao Yue berpisah dengan ibunya. Gadis cantik itu langsung masuk kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...