
Kini mereka serius untuk membuat rencana menghadapi Assassin Chubuang dan Klan Chu yang menargetkan para jenius Klan Xiao yang ada di ibukota.
Itulah yang membuat Xiao Wujang mengajukan pernyataan. "Kalian harus memberi ide? Satu orang mengajukan satu solusi! Ayo berpikir!"
Tetapi Anggota Merah Xiao yang datang dengan Patriak Xiao Lan dan istrinya, masih larut akan cerita Panutua 2 dan sesepuh Xiao Bi Juan. Berulang kali mereka semua menggelengkan kepalanya. Mereka tidak menyangkah kalau putri Patriak Klan ternyata sangat luar.
Xiao Lujian menarik nafas panjang sebelum berbicara, "Maaf sesepuh, apa tidak sebaiknya prioritas utama kata saat ini adalah mengawal dan mengamankan Xiao Yue."
"Ehh..! Mengawal dan mengamankan Yue'er! Hehe... Dia jauh lebih bisa melindungi dirinya, dari pada diriku. Malah mungkin lebih dari sebagian dari kita." Celetuk Xiao Tui, mengingat akan pertarungan dirinya. Andaikan gadis cantik itu tidak ikut campur kemungkinan besar dia sudah tinggal nama.
" Wah... Itu benar sekali! Hehe... Aku pun mengakuinya." Xiao Li ikutan berbicara mendukung apa yang di katakan rekannya.
"Yah..., walau kekuatan Yue'er bisa diandalkan tapi tidak menuntut kemungkinan pihak mereka akan mengirim orang yang lebih kuat dan tinggi kultivasinya."
Mereka terdiam dengan apa yang di ucapkan Xiao Bi Juan. Hal itu bisa saja terjadi. Kemudian sesepuh itu memandang Patriak Xiao Lang dan istrinya. "Kalian juga! Selama ini telah menyembunyikan kemampuan dan kehebatan Xiao Yue! Aku tidak habis pikir, kenapa kalian berdua membiarkan dirinya selama ini dihina dan dicaci? Untung dia tidak sakit hati dan dendam sama orang- orang Klan."
Sesepuh Xiwo Bi Juan sebenarnya sedikit kecewa kepada Patriak Xiao Lang. Karena para sesepuh tidak dilibatkan sama sekali dalam pengasuhan dan pelatihan Xiao Yue.
Bahkan Klan Xiao tidak mengucurkan sumber daya sedikitpun untuk perkembangan dan kemajuan gadis cantik itu. Padahal keahlian Xiao Yue lebih dari satu bidang. Dan keahlian yang di kuasai Xiao Yue itu keahlian yang sangat sulit di pelajari.
"Maaf sesepuh! Semua ini kami lakukan demi Yue'er juga. Bukankah akan aman dan juga nyaman buat dirinya. Sejujurnya saya ingin dia merasakan juga masa kecilnya bukan hanya kultifasi, alkamis, dan array. Dia juga harus tahu, sebagai perempuan harus bisa dandan dan masak untuk keluarganya nanti."
Semua orang yang hadir di dalam kamar sesepuh Wujang, matanya terbelalak dan mulutnya menganga. Mereka sangat kaget dengan apa yang disampaikan Xiao Shin istri Patriak Klan Xiao itu. Bisa -bisanya dia mengarapkan Xiao Yue layaknya seperti gadis biasa. Padahal Xiao Yue itu termasuk dalam generasi jenius dari yang jenius.
***********
Paviliun LosmenLing Kamar 41
PRAAANG PYAAAAR
Banyak barang berserahkan yang pecah dan hancur di lantai kamar. Semua itu terjadi saat salah satu anak buahnya mengabarkan kalau giok jiwa dari anggota Assassin Chubuang telah melakukan penyergapan telah hancur.
Itu berarti semua anak buah yang dikirimnya telah tewas terbunuh. Dan hal itu membuatnya sangat murka. Andai saja Paviliun Losmenling tidak berada dalam perlindungan dan pengawasan Kerajaan Ling, serta mendapat jaminan keamanan dari Klan Chu. Dia akan langsung mendatangi dan membuat perhitungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...