
Mendengar apa yang di katakan dan di sampaikan oleh Ling Fanli membuat Xiao Yue tertawa renyah.
"Haha...Haha... Sayangnya itu semuanya terbalik! Bukan kamu yang maju putaran selanjutnya tapi aku! Aku Xiao Yue dari Klan Xiao yang bakal maju putaran ke dua! Dan kamulah Ling Fanli yang akan tertinggal dan berhenti disini!" ucap Xiao Yue kepada Ling Fangli.
Segera saja Xiao Yue langsung melapisi tubuh nya dengan pelindung yang sangat tebal yang terbuat dari Array pertahanan, yang akan mampu dan bisa melindungi tubuhnya dari segala macam serangan. Seakan-akan kebal dari segala kekuatan yang tiba- tiba datang menyerangnya.
" Jurus Pedang Semesta !" Ling Fangli tanpa mau membuang waktu lagi langsung saja melancarkan serangannya yang dahsyat kepada Xiao Yue.
BLAAR BOOM BOOM
"Uhuuk... Uhuuk...." Ling Fanli memuntahkan darah segar yang lumayan banyak karena efek pantulan Energi Mana miliknya,telapak tangannya juga gemetar seperti menabrak sebuah dinding baja yang amat keras.
"Haha... Haha....Bagaimana rasa dari Array pertahanan yang baru ini!" Tawa Xiao Yue yang renyah membuat Ling Fangli makin geram dan kesal. Dirinya tak menyangka bahwa Array Pertahanan yang di buat dan di ciptakan oleh Xiao Yue ternyata memiliki tingkat pertahanan absolut sehebat itu.
"Ini sangat,sangat menyenangkan.." kata Ling Fangli tersenyum penuh makna, sebenarnya Ling Fangli juga tak mengerti, tapi entah kenapa dirinya justru tertantang ketika mengetahui lawannya sangat hebat dan kuat. Seolah adrenalinnya terpacu dan detak jantungnya meningkat.
"Kau pasti sudah gila, karena ketakutan hingga tersenyum seperti itu! Bulu kudukku jadi merinding!" Sindir Xiao Yue kepada Ling Fangli.
"Jangan banyak omong! Bicaranya sedikit saja! Mari kita coba sekuat apa jurusmu..!" Ling Fangli kembali melesat, kali ini Dia melipat gandakan kecepatan dan kekuatannya. "Jurus Pedang Semesta!" Ling Fangli mengayunkan pedang yang penuh Energi Mana 85 %...
BLAAM BLAAM BLAAR
Sekujur tubuh Xiao Yue tak ada yang luput dari serangan beruntun yang Ling Fanli lepaskan. Efek dari Array Pertahanan sekeras baja yang di buat oleh Xiao Yue membuat kedua tangan Ling Fangli seakan mati rasa dan berdarah tapi pemuda tampan itu menolak untuk berhenti dan terus melakukan serangan beruntunnya.
"Apa kau tidak bisa diam saja dan menyerah? Supaya aku bisa menang dan maju putaran ke dua!" ucap Xiao Yue seenak jidatnya.
"Menyerah? Lupakan..! Aku akan terus dan berusaha melawanmu sampai akhir dari batas kemampuan dan kekuatanku. Selama masih ada tenaga dan Energi Mana dalam tubuhku aku akan tetap berlaga!" ucap Ling Fangli sambil mengumpulkan kembali Energi Mana miliknya yang sudah terkuras habis.
"Baiklah aku harus segera mengakhiri dengan cepat pertarungan ini. Walau aku suka pertarungan kali ini dengan lawan yang benar - benar tangguh, seorang jenius yang tak kenal kata menyerah dan berusaha bangkit terus. Tapi aku juga butuh rehat sebentar karena ini pertarunganku yang kedua. Walau dengan adanya air spiritual yang bisa mengisi tenaga dan juga Energi Mana kembali seperti semula." ucap Xiao Yue dalam hati.
Xiao Yue memasang kuda- kuda bersiap untuk melancarkan serangan balasan kepada Ling Fangli. " Jurus Pedang Bintang!" Xiao Yue mengalirkan Energi Mana pada pedang yang menancarkan bias cahaya samar dan melompat menerjang Ling Fangli.
Ling Fangli yang sudah bersiap segera saja menyamput serangan itu. " Jurus Pedang Semesta!" pedang yang penuh Energi Mana yang berupa api membara langsung menghadang dan...
BLAAM BLAAR BOOM
JLEEP JLEEP BLAAR
Ling Fangli terkirim terbang membentur dengan keras Array Pelindung yang di pasang oleh panitia pertandingan. Tubuh Ling Fanli terluka dan tidak bergerak, Ling Fanli telah jatuh pingsan sedang Xiao Yue masih berdiri di panggung arena 7.
Wasit pertandingan mengumumkan bahwa arena tanding 7 telah di mebangkan nomer 45 Xiao Yue dari Klan Xiao.
"Aku tak mengira kalau Pangeran Ling Fangli telah di kalahkan dalam babak ini, lawannya benar- benar hebat. Pertarungan keduanya seperti pertarungan final saja, aku sangat puas sekali menontonnya walau pihak Akademi Kerajaan di kalahkan!" ucap Panglima kerajaan.
Terdengar bunyi tepukan dan riuh suara -suara dari para penonton pertandingan yang berteriak menyebut namanya. "Hidup Xiao Yue". Kini Xiao Yue memiliki penggemar atau Fans karena pertandingan barusan yang begitu memukau menyita perhatian sebagian besar pengunjung.
"Aku tak menyangkah Xiao Yue bersembunyi begitu dalam sampai tak ada dari kita yang tahu kalau dia salah satu jenius Array. Kemampuannya ini terungkap ketika tim Klan Xiao hampir gagal di tanding Tim. Haha... Ternyata Generasi muda Klan Xiao bermunculan bibit-bibit unggul dalam Array ," ucap Panutua 2 senang sekali.
"Pantas selama ini Patriak Xiao Lang tak ragu dalam membeli sumber daya tinggi untuk merawat putrinya walau menguras seluruh kekayaan yang di milikinya! Gadis ini suka menyembunyikan dirinya dengan sangat dalam. Aku jadi curiga masih ada yang disembunyikan dan belum terungkap!" ucap Panutua 5 dengan sangat serius.
"Aku, berapa hari yang lalu di ajak saudari Xiao Yue belanja. Ini anting - anting kembar yang sekarang aku kenakan adalah Segel Perlindungan. Saudari Xiao Yue yang tahu dia tanya pada penjualnya apa saja manfaat bila membelinya!" celetuk dari Xiao Yubi.
"Apaaaa?" ucap Panutua dan rekan tim Klan Xiao teriak bersamaan. Dan spontan Panutua 2 dan Xiao Low memegang anting- anting yang di kenakan oleh Xiao Yubi.
"Segeel! Kau seriuuus! Kamu yakin ini Segel?" ucap panutua 5 di angguki oleh yang lainnya.
"Yup, dan sudah terbukti! Bahkan untuk mengaktifkannya agar selaras dengan diriku dan mutlak jadi miliku memakai tetesan darahku!" ucap Xiao Yubi membenarkan.
"Apa Xiao Yue bisa Segel juga? Jangan bilang kalau Xiao Yue sudah menguasainya? Tapi dia tahu kalau barang ini Segel? Segel jauh lebih rumit dari Array!" ucap Xiao Low dan kemudian shock mengetahuinya.
Sedangkan gadis yang di bicarakan sekarang sedang melangkahkan kakinya mendekati mereka semua dengan senyum lebar di bibirnya.
Semua anggota Klan Xiao saat ini sedang melihat dan memandangnya seperti melihat barang antik. Xiao Yue yang kini sudah ada di depan anggota Klan Xiao menjadi heran melihat sikap mereka. Tidak ada yang menegurnya hanya mata mereka memandangnya intens.
"Kenapa dengan kalian? Kenapa memandangku seperti itu? Apa ada yang aneh apa diriku?" ucap Xiao Yue bertanya pada semua anggota Klan Xiao.
" Maaaaf! Aku tahu, aku tadi datang terlambat dan pastinya membuat kalian semua cemas!" Xiao Yue kembali berucap.