
Mereka berdua kembali lagi masuk toko yang berdagang hanfu dua blok dari toko yang di borong oleh Xiao Yue. Xioa Ling meminta pada pelayan untuk menunjukkan hanfu terbaik dan termahal.
Tak lama pelayan datang membawa dua hanfu cantik nan indah, pelayan itu menunjukkan model, bahan kain dan kwalitas jahitan.
" Bagaimana apa Nona tertarik dengan hanfu itu?" tanya Xiao Ling menatap majikannya , tapi Xiao Yue menggelengkan kepada menunjukkan kalau dia tidak minat atau tertarik sama ke dua hanfu itu.
" Kau saja yang ambil ke dua hanfu itu Ling'er , bukannya ke dua warna ngejreng itu adalah warna kesukaanmu!" usul Xiao Yue kepada Xiao Ling.
" He..He.. Baiklah akan aku ambil ke dua hanfu itu! Berapa harga ke dua hanfu cantik ini? " tanya Xiao Ling pada pelayan toko.
" Harga ke duanya 46 koin emas karena satu hanfu harganya sekitar 23 koin emas! " Jawab pelayan toko dengan ramah.
Setelah mengetahui berapa harga hanfu Xiao Yue langsung membayar dan meminta kepada Xiao Ling untuk menyimpan hanfunya. Kemudian mereka keluar dan masuk toko sebelah yang sedikit ramai pengunjung.
Di toko ini di jual berbagai macam aksesoris cantik , indah dan unik. mereka berdua melihat barisan aksesoris dengan antusiasnya. Deretan gelang giok telah menyita perhatian Xiao Yue.
" Gelang ini mirip dengan Gelang Semesta, apa ini jua salah satu artefak dewa atau hanya model saja yang mirip!" pikir Xiao Yue .
Seorang pelayan toko menghampiri Xiao Yue yang memandang dan memperhatikan gelang dengan sangat intens.
" Nona suka dengan gelang ini ! Gelang giok ini memang special tak heran bila Nona tertarik! Apalagi di desain dengan perpaduan antara emas dan giok !" kata Pelayan Toko.
" Bolehkah aku melihat gelang giok ini? Aku pengen mencobanya, apakah pantas dan cocok bila aku pakai," tanya Xiao Yue.
" Tentu saja boleh Nona, " jawab pelayan toko pada Xiao Yue , segera saja diambilkannya gelang tersebut dan di serahkan kepada Xiao Yue untuk di coba di pakai di tangannya.
Ketika gelang di serakan padanya langsung saja Xiao jue memakainya di tangan kanan sebab tangan kiri sudah ada Gelang Semesta yang dia kenakan. Dengan hati - hati memeriksa gelang dengan teliti dan cermat.
Dialirkan Energi Mana ke gelang dengan perlahan ada perubahan apa tidak, ternyata setelah berapa lama tidak ada perubahan atau peristiwa yang terjadi itu berarti ini gelang biasa.
Tapi tidak sepenuhnya biasa bila di lihat dari kaca mata seorang alkamis karena gelang ini jua memiliki kemampuan bisa menyerap racun secara perlahan - lahan bila dikenakan, karena lewat pori - pori kulit itulah racun kan di hisap. Ternyata bahan yang di pakai untuk membuat gelang bukan murni asli giok tapi batu Green.
" Berapa harga gelang cantik ini? " tanya Xiao Yue pada pelayan toko.
" Harganya gelang ini sedikit mahal karena model terbaru dan masih jarang orang yang punya, harganya 2500 koin emas " jawab Pelayan Toko.
Xiao Yue langsung membayar gelang giok tanpa menawar lagi karena itu masihlah harga yang sangat murah sekali karena itu bukan giok tapi batu Green. Sedangkan batu Green itu sendiri harganya mahal karena sukar sekali ditemukan.
Dan ini malah sudah berupa gelang yang cantik, karena kebanyakan batu Green di pakai para alkamis untuk salah satu bahan percampuran pil anti segala racun atau lebih dikenal dengan sebutan pil toxit.
Xioa Yue melihat- lihat lagi asesoris yang di pajang apakah ada yang menarik lagi, dia berjalan ke tempat Xiao Ling berdiri mengamati asesoris yang mau di beli.
" Bagus yang mana.. , ini , apa ini , apa yang itu ?" tanya Xiao Ling bingung memilih.
"Ke tiganya bagus, indah dan unik ambil saja ke tiga - tiganya dari pada entar kalau di rumah nyesel! " jawab Xiao Yue.
Karena tidak ingin membuang - buang waktu lagi Xiao Yue menanyakan harga ketiga anting - anting itu kepada pelayaan toko dan dia langsung membayarnya, kemudian mereka keluar dari toko dan segera meninggalkan pasar pernak Triluardam karena tak terasa hari sudah mau menjelang malam sudah saatnya kembali pulang.
Saat pulang ke rumah tak sengaja di tengah jalan mereka perpapasan dengan Xiao Low.
" Wow... Xiao Yue kita ketemu lagi! Jurus pedangmu luar biasa tapi aku masih belum puas adu tanding denganmu? " kata Xiao Low.
"Ehh... Trus mau kamu apa? Mau melanjutkan kembali tanding kita, begitu kah?" ucap Xiao Yue.
" Tentu saja kita akan tanding lagi! Aku ingin mengulang pertarungan kita, Aku ingin melawanmu menggunakan array sebagai spesialis keahlianku tapi itu bukan sekarang..." kata Xiao Low kepada Xioa Yue.
" Yup.. Boleh jua lain waktu ! Kenapa tidak, sekalian sebagai pelatihan menuju LINGCUP karena lawan kita pasti kuat kita pun harus mempersiapkan diri ," cicit Xiao Yue.
" LINGCUP di adakan sebulan lagi dan itu adalah waktu yang sangat singkat , kita jua harus jadi tim yang solid karena itu 3 hari lagi kita semua di haruskan, wajib untuk latihan bersama guna mengetahui kelemahan dan kelebihan kita sebagai tim atau kelompok."
" Ahh .... Benarkah! Kalau itu aku tidak tahu tapi satu bulan aku rasa itu lebih dari cukup untuk membentuk sebuah tim yang padu," ucap Xiao Yue.
"Aih...Aih...Aih.., Nona kita harus pulang, ini uda malam kwatirnya Patriak dan Nyonya uda pulang duluan dan kita belum masak lho!" Xiao Ling mengingatkan majikannya.
" Wduch...Hea..Baru inget. Tau gini tadi kita beli makanan di pasar pernak Triluardam di rumah tinggal santap doàng ya... Mau gimana lagi uda terjadi, Xiao Low maaf.. , kami pergi dulu."
Xiao Yue langsung pergi di temani Xiao Ling meninggalkan Xioa Low dengan tergesah- gesah, dia berjalan cepat berharap segera nyampek rumah karena tidak sabar akhirnya mereka berdua berlari kencang.
Whuuus.... Whuuus
Ketika Xiao Yue dan Xioa Ling tiba di teras rumah ternyata Patriak dan istrinya jua baru nyampek rumah. Terkejut.., pastilah! Xiao Yue dan Xiao Ling tanpa komando keduanya bersamaan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Xiao Shin menyadari bila mereka berempat bersamaan datangnya itu berarti di rumah tidak ada makanan atau hidangan yang bisa langsung di makan.
Dia pun mengajak anak dan pelayannya menuju dapur , mereka bertiga akan masak bersama, membuat hidangan yang mudah dan cepat.
Karena hari makin malam dan suara perut pun tanpa sengaja terdengar karena lapar uda tak tertahan membuat mereka mempercepat lagi mengolah makanannya.
********