
Mendengar ucapan dari ke dua sesepuh yang sangat dihormatinya, yang saat ini berada di depannya tidak percaya dan malah balik bertanya kepada mereka, akan keseriusannya dalam berbicara. Membuat kedua Panutua jadi menghempaskan napasnya dengan sangat kasar.
"Sesepuh, lupakan saja apa yang telah kami ucapkan? Anggap saja kami tidak pernah berkata, berbicara dan mengungkapkan semuanya?" ucap Panutua 5 sambil memandang lurus mata kedua sesepuh yang ada di hadapannya itu.
Kecewa tentu saja Panutua 2 dan Panutua 5 sangat kecewa. Mereka berbicara serius, tapi dianggap sedang bercanda.
Lagian untuk apa mereka sedang bercanda di saat-saat seperti ini. Seharusnya kedua sesepuh memahami dan mengetahui bagaimana sikap dan pribadi Panutua 5 dan 2. Karena mereka sudah cukup mengenalnya.
"Panutua berdua jangan tersinggung! Apalagi marah! Harap dimaklumi juga! Karena kita semua yang berasal dari Klan Xiao tidak perna ada yang bisa mempelajari Segel!"
" Jadi wajarlah apabila ada keraguan! Benar tidaknya Anting - Anting Segel, kami benar- benar tidak tahu!" ucap pimpinan Merah Xiao yang tak lain adalah Xiao Fu Lian.
Suasana jadi hening. Tepat pada saat itu, gadis yang berbaring beberapa hari itu kini mulai menggerakkan mulutnya.
AAAHHHH..
Mendengar ada suara rintihan, dengan cepat panutua 2 dan 5 bergegas mendekati ranjang. Gadis cantik itu telah membuka matanya.
Saat ini mengerjap- ngerjapkan matanya berusaha untuk beradaptasi dengan pencahayaan yang ada di sekitarnya.
" Yubi'er syukurlah kau sudah sadar!" ucap Panutua 5 sambil membelai rambut gadis cantik itu yang selama beberapa hari ini berada dalam perawatan dan pengawasannya.
" Teman-temanmu pasti senang sekali melihat dirimu sudah siuman! Kau telah membuat kami semua kuatir!" Panutua 5 kembali melanjutkan perkataannya.
" Ma...Maaf! ma..., af! bi..,bila mem..., buat se.., mua ce..., mas!" ucap Xiao Yubi lirih dan terbata - bata.
"Sudah! Jangan banyak bicara! Hematlah tenagamu! Istirahatlah! Yang penting kondisi sekarang sudah lebih baik lagi!" ucap Panutua 2 kepada gadis cantik yang baru saja membuka matanya itu.
TOK TOK TOK
Pada saat itu pintu kamar Panutua 2 diketuk dari luar. Semua yang ada di dalam kamar melihat ke arah pintu.
Panutua 5 berjalan untuk membukakan pintu. Ketika pintu di buka telah berdiri dua orang pemuda tampan. Langsung menangkupkan tinju di depan dadanya.
"Panutua 5, Maaf kami datang sedikit agak pagi! Hehe... Maaf hanya ini makanan yang bisa kami bawa!"
"Jangan khawatirkan makanan, di dalam banyak sekali! Masuklah!" Tanpa di minta sampai dua kali. Kedua pemuda tampan itu yang tak lain adalah Xiao Qing dan Xiao Low segera masuk ke dalam kamar.
Xiao Qing dan Xiao Low kaget bukan main ternyata di dalam kamar Panutua 2 sudah kumpul banyak orang.
" Salam Kepada Sesepuh! Salam kepada para paman dan bibi! Hehe Maaf kami tidak tahu kalau sudah tiba! Kami pikir siang baru nyampek ibukota!" ucap Xiao Low dan Xiao Qing bersamaan.
" Andaikan saya tahu, saya pasti sudah membeli arak terenak di Pavilium Losmenling ini!" Xiao Qing berbicara kembali.
"Ohh... Sayang sekali kalau begitu! Tapi tidak mengapa? Khan masih ada hari yang lain? Hehe... Kami tunggu traktiran dari kamu!" ucap Merah Xiao 5 sambil tersenyum senang di ikuti sama yang lain.
Belum lama mereka berbincang -bincang dan juga memakan makanan yang di bawa oleh Xiao Qing dan Xiao Low.
Tiba -tiba pintu kamar panutua 2 terbuka dan didorong dari luar oleh seorang gadis muda yang masuk dengan senyumnya yang menawan menghiasi wajah cantiknya.
Gadis itu memalingkan mukanya . " Yue'er memberi salam pada Panutua 2 dan Panutua 5!"
Gadis cantik itu membalik badannya, " Saya memberi salam kepada paman dan bibi Merah Xiao sekalian!"
Semua yang ada di dalam kamar Panutua 2 menatap Xiao Yue dengan intens. Sementara Xiao Yue yang menyadari kalau dirinya jadi pusat perhatian merasa risih.
" Ayooo kita makan! Yue' er bawa banyak sekali makanan. Aku harap semua suka dengan hidangan yang telah aku pilih ini!"
Xiao Yue kemudian mengeluarkan semua makanan yang di belinya tadi dari dalam cincin dimensinya. Semua hidangan itu langsung di tatanya di atas meja.
Hidangan yang di bawa oleh Xiao Yue adalah ikan bakar asam manis, sup kakap merah, ayam panggang pedas, aneka tumis jamur.
"Haha... Sayangnya kami baru selesai makan Yue'er! Jadi hidanganmu itu sia-sia! Simpan saja, nanti siang baru kita makan bersama-sama!"
"Ehh... Baiklah! Biar Panutua 5 aja yang menyimpannya! Uhh... Berarti sekarang, Yue'er makan sendiri!" ucap Xiao Yue sambil melirik kedua temannya.
"Hehe.... Aku temani! Jangan kuatir kau tidak sendiri makannya! Perutku ini masih lapar!" Xiao Qing berbicara sambil menepuk -nepuk perutnya.
Sesepuh Xiao Bi Juan tiba tiba nyeletuk, " Bukankah kamu, sebentar lagi akan bertanding, Xiao Qing! Jadi makannya jangan kenyang- kenyang!"
Mendengar apa yang diucapkan oleh sesepuh Xiao Bi Juan membuat Xiao Qing langsung berhenti makan. Badahal paha ayam sudah menyentuh mulutnya, giginya sudah mau menggigit, tapi paha ayam itu langsung di kembalikan lagi ketempatnya semula.
HAHA HAHA HAHA
Xiao Yue yang melihat itu jadi tertawa terpingkal- pingkal. Setelah bisa meredakan tawanya, Xiao Yue akhirnya berbicara, "Aih... Sesepuh salah! Justru karena kenyang bisa berkonsentrasi! Xiao Qing makan banyak itu karena dia dalam kondisi tegang! Khan sebentar lagi mau tanding!"
Xiao Qing sedikit melotot pada Xiao Yue. Karena gadis cantik itu telah membongkar rahasianya. Dan parahnya di ungkap pada orang -orang yang sangat di segani oleh Xiao Qing.
"Haha... Itu hal yang wajar! Bukan hanya kamu yang mengalami hal semacam itu!"
"Itu benar sekali! Tidak usah malu! Cukup percayalah pada dirimu sendiri!"
"Hihi...Bagaimana dirimu tidak tegang dan panik! kalau kamu pertanding bukan hanya membawa namamu saja, tapi juga nama Klan Xiao!"
"Tiga hal saja yang harus kau ingat saat bertanding yaitu bertaruhlah dengan segenap kemampuannya memiliki, Jangan memandang rendah musuhmu dan yang terakhir jangan memaksakan diri!"
Xiao Qing tidak menyangka kalau semua yang hadir telah memberikan perhatiannya. Dan mereka semua telah mendukung dirinya.
" Terima kasih..! Terima kasih..." diucapkan oleh Xiao Qing dari dasar hatinya. Sekarang dia sudah sedikit tenang, rasa panik dan tegang berusaha di tepisnya.
Selesai makan Xiao Yue mendekati ranjang Xiao Yubi. Karena Xiao Yue tahu kalau dia sudah siuman.
"Aih... Aku senang! Akhirnya saudari Xiao Yubi sadar! Bagaimana keadaanmu? EMM... Apa yang kau rasakan?" tanya Xiao Yue pada temannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...