XIAO YUE

XIAO YUE
Capter 168



" Ada beberapa Anggota Assassin Chubuang yang menginap di Paviliun Losmenling ada di lantai dua." Ada juga yang menyewa rumah penduduk yang tidak jauh dari Pasar dadakan ."


Chu Balu memberitahukan semua informasi yang dia ketahui kepada Xiao Yue. Tanpa ada satupun informasi yang dia tutupi atau dia sembunyikan dari Xiao Yue.


Xiao Yue yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Chu Balu seketika itu juga senyumnya berkembang, Dia sangat bahagia karena dia tahu sedikit tentang Assassin Chubuang. Dan itu akan mempermudah dirinya dalam menghadapi Assassin Chubuang.


"Aih.... Ternyata anggota Assassin Chubuang ada juga di Losmenling ini. Hehe..., baguslah tidak pakai acara mencari lagi. Keberadaannya ternyata begitu sangat dekat sekali! Hehe...."


Xiao Yue yang semula tersenyum dan juga tertawa renyah mendadak tersentak kaget, karena dia baru mengingat sesuatu yang penting yang hampir saja terlewatkan olehnya.


"Eh...Berarti selama ini mereka sudah mengamati, mengawasi dan juga mempelajari gerak gerik dan tingkah laku kami. Wah..., ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus melakukan sesuatu. Sebelum mereka bertindak, aih..., aku yang harus bertindak lebih dulu!"


Setelah menyadari kalau dirinya dan juga teman- temannya serta Panutua telah menjadi target yang sangat empuk bagi para anggota Assassin Chubuang mata Xiao Yue berkilat memancarkan amarah dan juga tekad untuk bisa melindungi kelompoknya.


Xiao Yue sangat menyadari, kalau dirinya tidak boleh sampai kalah langkah daripada para anggota Assassin Chubuang. Dirinya harus bisa dan mampu sekaligus sanggup selalu di depan segala rencana Assassin Chubuang.


" Apakah kau tahu di kamar nomor berapakah para anggota Assassin Chubuang itu menginap?" Xiao Yue kembali bertanya kepada Chu Balu yang saat ini ada di hadapannya.


Chu Balu pun langsung menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Xiao Yue. " Aku hanya tahu kamar Tuan Chu Haceng nomer 41 sedangkan anggota lainnya aku tidak tahu. Tapi yang jelas mereka semua ada di lantai 2."


"Chu Haceng? Apakah orang itu memiliki jabatan? Apa kedudukan dari Chu Haceng di Assassin Chubuang? Apakah kau pun sangat mengenal orang yang bernama Chu Haceng ini!"


Kembali Chu Balu menjawab pertanyaan Xiao Yue dengan entengnya, "Tuan Chu Haceng adalah ketua dari kelompok yang bertugas mengintai dan memeriksa target! Begitu semua informasi telah terkumpul barulah akan bertindak untuk segera menghabisi target."


"Kenapa harus di lakukan seperti itu? Bukankah mereka sudah tahu dimana para jenius Klan Xiao berada? Bukankah tinggal mengeksekusinya saja?" tanya Xiao Yue kepada Chu Balu.


Xiao Yue merasa heran Assassin Chubuang yang terkenal tangguh, kuat, hebat, dan kemampuan tiap anggota sangat tinggi harus melakukan observasi dulu terhadap targetnya. Yang hanya para jenius Klan Xiao yang masih hijau, belum berpengalaman hidup mati. Kekuatannya pun masih jauh di bawa para anggota Assassin Chubuang.


Chu Balu langsung saja menyambar ucapan gadis cantik yang ada di hadapannya, " Itu semua dikarenakan beberapa anggota Assassin Chubuang dan beberapa anggota tinggi Klan Chu, yang terlibat di dalam pertarungan pencegatan jenius Klan Xiao yang dilakukan oleh Chu Cian, tidak ada satu pun yang kembali, semuanya telah tewas terbunuh."


" Dan itu pukulan yang sangat telak menimpah Klan Kami. Karena itulah langkah ini dilakukan sebab teramat di butuhkan. Kami tidak mau dan menginginkan peristiwa yang sangat memalukan dan begitu mencoreng reputasi dari Assassin Chubuang dan Kejayaan Klan Chu itu terjadi lagi dan jangan sampai bisa terulang untuk ke dua kalinya."


Xiao Yue kembali lagi mengulang pertanyaannya yang belum sempat di jawab oleh Chu Balu. "Apa kau mengenal dengan baik Chu Haceng? Apa kamu juga tahu keahlian dan kemampuan yang dimiliki dan dikuasai oleh Chu Haceng?"


Kali ini Chu Balu tidak langsung menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Xiao Yue. Dia menarik napas panjang dan mengeluarkannya dengan begitu kasarnya. Dia pun memejamkan matanya.


("Siapa sebenarnya gadis kecil ini? Kenapa bisa aku menurutinya dengan menjawab semua pertanyaan yang di ajukan olehnya? Bahkan aku sadar, sangat sadar sekali menjawab semua pertanyaannya? Tapi kenapa, aku tidak mampu mengatakan tidak padanya? Aku pun tidak bisa menutupi dan merahasiakan apa yang aku ketahui darinya?") Pikiran Chu Balu yang masih tidak bisa memahami akan keadaan dirinya.


Sementara Xiao Yue masih menunggu jawaban yang keluar dari mulut Chu Balu dengan sabar. Dan Xiao Yue tidak perlu menunggu lama akan informasi dari jawaban yang akan di berikan oleh Chu Balu.


" Aku tidak mengenal Tuan Chu Haceng! Aku hanya tahu sedikit saja tentang Tuan Chu Haceng. Hanya tahu garis besarnya saja. Tidak tahu spesifik apa kelebihan dan kekurangaannya. Yang mengenalnya itu adalah Tuan Chu Yuchu. Bahkan kamar yang di tempatinya, aku tahunya juga dari Tuan Chu Yuchu." ungkap Chu Balu kepada Xiao Yue.


Xiao Yue pun tahu kalau dirinya sudah tidak bisa lagi mengkorek informasi dari Chu Balu. Karena semua informasi yang telah dia ketahui sudah diberitahukan kepadanya.


Sekarang tinggal Chu Tulang yang belum di korek informasinya oleh Xiao Yue. Dan Xiao Yue yakin dan juga sangat percaya kalau informasi dari Chu Tulang akan berbeda dari apa yang di sampaikan oleh Chu Balu.


"Besok sore kita harus bertemu lagi! Ajaklah Chu Tulang! Kau ha..."


" Chu Tu - lang? Kau ingin saya membawa Chu Tulang ketemu denganmu? " Tiba tiba saja Chu Balu menyela ucapan Xiao Yue.


" Yup, Chu Tulang! Dan hanya Chu Tulang! Aku ingin kau membawanya bertemu denganku?"


"Kenapa harus Chu Tulang? Dan Mengapa hanya Chu Tulang saja? Kenapa aku tidak boleh mengajak yang lainnya?" Chu Balu mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu karena dirinya sangat penasaran sekali.


" Kau tidak perlu tahu apa alasanku dan apa tujuanku menginginkan hanya bertemu dengan Chu Tulang saja? Lakukan dan patuhi saja apa yang ku inginkan. Kau harus bisa mengajak dan membujuk Chu Tulang agar mau mengikutimu untuk bertemu dengan diriku di rumah makan Pilihan Hati di pasar dadakan."


Xiao Yue mempertegas perintahnya kepada Chu Balu, untuk mengajak Chu Tulang. Dan seketika itu juga Chu Balu secara refleks mengangguk- anggukkan kepalanya menuruti perintah dari Xiao Yue tanpa bisa lagi membantahnya.


"Baiklah, aku akan mengajak Chu Tulang besok sore bertemu dengan dirimu di rumah makan Pilihan Hati di pasar dadakan!" ucap Chu Balu kepada Xiao Yue.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...