
Teriak Xiao Yubi penuh dengan dendam. Dia baru beberapa hari sembuh dan sekarang dirinya terluka cukup serius walau sudah menelan Pil Detox dan minum Air Spiritual.
Xiao Yue yang mendengar teriakan dari rekannya itu pun tersenyum. " Baiklah...! Dia aku limpahkan padamu! Terserah mau kau apakan?"
"Bagus! Hehe... Aku memang butuh pelampiasan emosi! Tanganku gatal ingin menghajar sesuka hati! Perduli amat dengan kejam!" ucap Xiao Yubi yang masih di liputih amarah.
Xiao Yue tidak mendengarkan apa yang telah diucapakan temannya itu, karena ia bergegas melesat ke pertempuran yang ada di belakangnya itu.
WHUUUUS WHUUUS
Dengan melayang di udara dan juga memakai Teknik Mata Hati , Xiao Yue bisa melihat sebuah serangan langsung yang di arahkan pada salah seorang anggota Merah Xiao yang dalam kondisi tersudut.
Anggota Merah Xiao itu yang tak lain adalah Xiao Tui melawan dua orang Anggota Assassin Chubuang. Karena salah satu rekan dari Xiao Tui sudah ada yang tergeletak tidak bergerak. Maka lawannya itu secara otomatis ikutan bergabung dengan temannya dan mengkroyok Xiao Tui.
Xiao Yue menatap tajam kearah anggota Merah Xiao yang tak bergerak itu. Seketika itu juga aura pembunuh keluar dari tubuh gadis cantik itu.
" Brengseeek! Assassin Chubuang Laknat! Beraninya mereka!! Ini tidak bisa di biarkan! Hutang nyawa maka harus di bayar nyawa!"
Xiao Yue langsung mengalirkan Energi Mana pada bila Pedang Mawar Kematian. "Jurus Pedang Bintang!" Segera saja di ayunkannya pedang dengan cara horisantal.
WHUUUUUS
Seberkas cahaya bintang kecil melesat dengan sangat cepat dari udara langsung mengarah ke tempat pertarungan Xiao Tui dengan 2 anggota Assassin Chubuang.
Xiao Tui melawan lawannya dengan gagah berani walau terlihat jelas kalau tidak mungkin akan menang karena satu lawan dua, dengan kemampuan yang seimbang. Kegigihan dan keteguhannya untuk bisa bertahan membuatnya tidak menyerah. Walau tubuhnya penuh dengan luka.
Xiao Tui memegang erat pedang kembar andalannya. Satu pedang di pegang tangan kanan dengan mengarahkan ujung pedang ke atas. Sedangkan tangan kiri memegang pedang dengan ujungnya menghadap ke arah bawah.
Kedua pedang yang di pegang oleh Xiao Tui pun bersinar kemudian titik titik air Mana perlahan lahan dari sedikit menjadi banyak dan kemudian membentuk wujud Naga Air Mana.
Segera saja Xiao Tui mengayunkan kedua pedang kembarnya setengah lingkaran untuk menghadang serangan yang datang dari kedua Assassin Chubuang dari dua sisi. Naga Air Mana seketika itu meliuk memanjang dan menerjang setengah lingkaran melindungi Xiao Tuin.
Tiba- tiba saja ada seberkas cahaya yang sangat cepat dari udara langsung menghantam dan menghadang serangan yang mengarah pada Xiao Tui.
BLAAAR BLAAAR
Bunyi ledakan yang terjadi akibat dua kubu kekuatan bertemu. Tercipta lubang besar, debu berterbangan bersamaan dengan batu dan juga tanah yang berbongkah- bongkah. Semua itu dampak dari serangan.
Xiao Tui masih berada di tempatnya, di lubang besar itu, dengan posisi setengah berlutut, pipinya tergores panjang dan dalam. Serta sudut bibirnya mengalirkan darah. Tangan kirinya telah hancur.
"Bajingan...! Siapa yang telah berani ikut campur! KELUAAAR! PENGECUUUT! " Teriak salah satu anggota Assassin Chubuang lawan Xiao Tui yang tubuhnya terdorong menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan.
Kedua Assassin Chubuang itu mengedarkan pandangannya mencari biang kerok yang telah berhasil menggagalkan serangannya untuk menghabisi Xiao Tui.
" Ck, Siapa yang pengecut! Bukannya kalian! Haha.... Main keroyokan! Apa ini yang disebut kuat dan hebat dalam Assassin Chubuang! Menjijikkan..."
WHUUUS HAP----
Xiao Yue mendarat di sebelah Xiao Tui dan segera memeriksa keadaannya. "Bagaimana keadaanmu Paman Xiao Tui?"
" Yue'er kamu?" Xiao Tui terkejut akan kehadiran gadis cantik itu. "Di sini sangat berbahaya, lebih baik kau menghindar dan pergilah jauh dari tempat ini! Carilah tempat yang aman! Aku akan menahan dan menghadapi mereka." Begitu tersadar dari rasa terkejutnya dia meminta Xiao Yue meninggalkan arena pertarungan. Dia tidak perduli dengan keselamatan nyawanya yang dia perdulikan justru nyawa Xiao Yue