
Keduanya langsung duduk di depan Xiao Qing. Makanan sudah tersediah di atas meja, Xiao Yubi maupun Xiao Yue langsung ikut menyantapnya.
"Emmm ...Ayam bakar manis ini eeeenak! lebih nikmat daripada yang ada di restoran Selera Makan," Ucap Xiao Hangbi sambil memasukan jari - jarinya satu persatu kedalam mulutnya.
"Ck, kau ini seperti tidak perna makan enak aja! Memalukan! Mana harga dirimu! Lihat kita jadi di pandang sebelah mata karena ulahmu itu!" ucap Xiao Yubi jijik melihat Xiao Hangbi.
"Seharian ini kalian bebas melihat- lihat ibukota, karena Turnamen Lingcup baru akan di gelar esok pagi! Manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin," Panutua 2 berbicara kepada mereka berlima.
"Ahh.... Senangnya bisa jalan- jalan! Hehe bisa belanja! Saudari Xiao Yubi kita bisa berburu hanfu bagus dan aksesoris unik yang indah!" Kata Xiao Yue sambil matanya memandang lurus pada Panutua 2.
"Panutua 2 dimanakah bisa membeli senjata? Karena aku tidak punya senjata bagus yang bisa dipakai bertanding nanti".
"Kalau mau beli senjata, kamu datang saja ke Pavilium Merak Merah. Kwalitas serta keampuan senjata sudah terbukti dan paling bagus di Kerajaan Ling ini", ucap Panutua 5.
Usai makan kelimanya berpamitan pada Panutua dan bergegas pergi melihat suasana ibukota Kerajaan Ling.
"Sebaiknya kita langsung aja ke Pavilium Merak Merah, karena kwatir senjata bagus dan terbaik keburu di ambil orang. Jelas kondisinya sama dengan kita! Butuh senjata untuk turnamen", Usul Xiao Qing pada rekan- rekannya.
"Aku sangat setuju usul kamu itu. Senjata miliku patah waktu latihan tanding sama para senior kemarin! Aku butuh senjata baru! Kwalitas bagus tapi tidak mahal," Xiao Low memberitahu teman- temannya.
Mereka memutuskan memasuki Pavilium Merak Merah yang letaknya tidak jauh dari Pavilium Losmenling tempat mereka menginap.
Pavilium Merak Merah bangunannya megah terdiri dari tiga lantai. Ketika masuk ternyata ramai pengunjung! Mereka sedang melihat - lihat deretan berbagai senjata dari yang kecil sampai besar, dari yang berat hingga yang ringan, yang terpampang di dalam meja etalase.
Melihat banyak sekali pengunjung di lantai satu Xiao Yue dan teman - teman langsung menaiki tangga menuju lantai dua. Di lantai dua ini pengunjung tidak banyak sehingga mereka bisa leluasah melihat dan memilih senjata.
"Pelayan, saya mau lihat pedang ini tolong ambilkan", Xiao Low memanggil pelayan 1. "Aku tertarik melihat model dan ukuran ketebalan pedang ini".
Pelayan 1 mengambilkan pedang kemudian menaruhnya di atas meja etalase. Begitu pedang mau di ambil Xiao Low dari samping kanannya seorang pemuda mengambil duluan pedang itu.
"KAU.... Pelayan mengambilkan pedang itu untukku! Kenapa malah kau yang ambil? Pilih sendiri pedangmu! Pedang itu buatku." ucap Xiao Low tersinggung atas sikap pemuda itu.
"CK, Pedang ini masih milik Pavilium! Aku yang pegang berarti pedang ini untukku. Ini belum kamu bayar, jadi siapapun berhak", Ucap sinis pemuda berbaju ungu.
"Sudah dapat senjata apa belum, Gege? Ayo, kita tak bisa lama - lama di sini! Aku mau keliling lihat suasana ibukota," Ucap gadis cantik berkepang dua mendekat ke arah pemuda berbaju ungu.
"Sudah! Ini pedangnya baguskan," Di tunjukkan dan perlihatkannya pedang yang dia pegang pada gadis itu.
"Ck, yang pegang pedang siapa? Yang ngaku siapa? Sungguh tak tahu malu! Sadar dirilah," ucap sinis gadis berkepang dua.
"Sudah jangan perdulikan pemuda itu anggap aja angin lalu. Pelayan... Berapa harga pedang ini?" Pemuda baju ungu berkata dengan senyum puas.
"Harganya 20.000 koin emas untuk pedang kilat petir, Tuan!" Jawab pelayan 1.
Segera saja pemuda tampan baju ungu membayar pedang yang ada di tangannya sambil tersenyum mengejek pada Xiao Low.
"Brengsek..." Xiao Low marah. "Beraninya! Dia tak memandang kita sama sekali."
"Aih... Sudah kaga usah di perdulikan! Kita bisa memberi mereka pelajaran saat Turnamen! Itu akan jadi pembalasan yang lebih tak terlupakan," Xiao Yue menyeringai memandang kedua orang yang telah meninggalkan lantai 2.
Mereka terpanah memandang Xiao Yue, mereka begitu terkejut dengan ucapannya, pola pikirnya sangat luas, cerdik dan selalu kedepan.
"Kau benar! Itu akan jadi pembalasan yang manis. Haha... ! Senjata masih banyak, bisa pilih lagi yang sesuai selera dan uang kita," Xiao Qing berucap dengan semangat.
Xiao Yue melangkahkan kaki ke tangga menuju lantai 3 karena senjata di lantai 2 tidak ada yang menarik minatnya.
Di lantai 3 Xiao Yue langsung menuju jajaran pedang, melihat serta mengamati dan dia akhirnya tertarik pada sebuah pedang.
"Pelayan... Aku mau lihat pedang ini!"
Seorang pelayan mendekat dan mengeluarkan pedang yang diinginkan Xiao Yue dari dalam etalase dan di serahkan pedang tersebut.
" Ini silakan lihat. Pedang ini bernama Pedang Cahaya Bulan. Sangat tipis dan ringan , tapi luar biasa tajam dan ini bisa juga di pakai sebagai sabuk, sangat cocok buat perempuan. Semua pedang yang ada di lantai tiga ini adalah senjata kelas bumi ," Komentar pelayan memberitahu Xiao Yue kelebihan dari pedang.
"Aku sangat suka, berapa harga pedang ini?" tanya Xiao Yue pada pelayan.
"Sesuai kwalitas dan mutu barang harganya 350.000 koin emas," Jawab pelayan.
"Ini uangnya... Selebihnya tips buat kamu," Seorang gadis cantik membayar pedang yang mau di beli Xiao Yue pada pelayan. Dan dia merampas pedang yang sedang di pegang oleh Xiao Yue.
"Ini pedangku, aku sudah membayarnya. Kau tidak pantas miliki pedang cantik ini," ucap sinisnya kepada Xiao Yue.
"Nona maaf.... Tapi pedang itu milik Nona ini. Tolong Anda kembalikan! Dan ini saya juga mengembalikan uang Anda. Pilihlah senjata yang lain," ucap pelayan Pavilium pada gadis itu.