
"Jimat Array Aktifkan!" ucap Chu Bay sambil memasang kuda - kuda siap menghadang dan menghadapi serangan yang datang gabungan dari Panutua 2 dan Panutua 5.
Begitu Chu Bay mengaktifkan Jimat Array dengan menyalurkan Energi Mana pada Jimat. Jimat itu bersinar dan membentuk sebuah kubah transparan yang mengurung dirinya.
BLAAR BOOM BOOM
Terjadi ledakan yang luar biasa dahsyatnya dari tiga kekuatan yang bertabrakan itu. Pertahanan dari jimat yang dipakai oleh Chu Bay meledak dan hancur. Sehingga tubuh Chu Bay kini berserahkan kemana- mana.
Panutua memuntahkan seteguh darah segar akibat benturan ketiga kekuatan tersebut. Sedangkan Panutua 5 terlempar dan mendarat setelah tubuhnya menabrak batu besar.
Panutua 2 melompat ke tempat Panutua 5 yang terbaring di tanah yang berdebu. "Panutua 5 apakah kamu tidak apa - apa? Jawablah jangan diam saja? Jangan membuat aku kwatir?" ucap Panutua 2 sambil mememeriksa tubuh Panutua 5. Baru saja badannya Panutua 5 di balik oleh Panutua 2 langsung menyemburkan darah pada mukanya panutua 2 sehingga kini wajahnya cemong.
0! Ck, Panutua seperti anak muda yang menjaga penampilan untuk memikat cewek saja? Atau mang mau kawin!" ucap Panutua 5 berkelakar.
"Bisa berdirikan? Ayo kita lihat keadaan yang lainnya?" ucap Panutua 2 kepada teman baiknya itu. " Bantu aku berdiri!" ucap Panutua 5 sambil mengangkat tangannya minta ditarik sama Panutua 2 yang pososinya berdiri.
Uhuk.... Uhuk....Uhuk....Uhuk
Terdengar suara orang yang terbatuk- batuk tak jauh dari Panutua berada. Keduanya langsung memandang ke asal suara itu. Kemudian Panutua 5 dan Panutua 2 saling pandang selanjutnya melesat menghampiri seorang pemuda yang terlentang dengan luka yang parah.
"Xiao Hangbi! Syukurlah kau masih hidup! Bertahanlah!" ucap Panutua 2 dengan segera memeriksa cincin dimensinya. "Sayang sekali tidak ada pil yang bisa membantumu dalam cincin."
"Kita harus membawanya ke Pavilium Farmasi untuk segera di tangani! Ayo kita lihat keadaan yang lainnya aku kwatir sekali apalagi besok Xiao Yue, Xiao Qing dan Xiao Low harus tanding juga!" ucap Panutua 5.
Keduanya berpencar untuk mengetahui generasi muda yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan perasaan was- was dan hati berdebar kedua Panutua mulai menyisir sekitar tempat itu.
"Panutua 2! Aku pikir tadi musuh hampir saja saya pura - pura mati! Hehe... Maaf ! ucap Xiao Low dengan kondisi yang masih parah.
"Tidak usah minta maaf itu juga salah satu cara untuk bertahan hidup! Tidak akan ada yang menyalahkan! " ucap Panutua 2 sambil membopong Xiao Low yang tak mampu berdiri sendiri.
"Disana ada Xiao Qing yang juga terluka !" ucap Xiao Low sambil menunjuk arah. " Ayo Panutua kita lihat Keadaannya! Kondisinya parah mana Aku sama Dia, hehe ..."
"Kamu ini di saat seperti ini masih aja bisa mencari alasan untuk unjuk gigi! Haduch...." ucap Panutua 2 sambil menggeleng- gelengkan kepala.
Akhirnya Panutua 2 dan Xiao Low bertemun dengan Xiao Qing yang terluka dalam posisi lotus di tempat terbuka.
"Aih... Kita yang sangat kwatir tapi orangnya lagi santai bersemedi tak kwatir bila musuh yang datang menghampiri! " ucap Panutua 2 setelah ada dihadapan Xiao Qing.
Tak lama kemudian Panutua 5 datang dengan Membawa Xiao Hangbi dan Xiao Yubi mendekat pada Panutua 2. Keduanya di sandarkan pada pohon besar. Dan Xiao Qing berlahan juga mulai membuka matanya dan melihat semua ada di sebelahnya hanya Xiao Yue yang tidak ada.
"Dia monsters! Dia menyimpan banyak rahasia! Saya menyaksikan dirinya menggunakan Segel Kutukan. Dan segel itu mampu membuat orang yang terkena patuh. Melihatnya menggunakan segel bulu kuduk saya jadi merinding!" ungkap Xiao Low di hadapan semuanya.
Kembali kepertarungan Xiao Yue dan Chu Cian yang makin sengit dan aneh saja. Chu Cian kembali menebaskan pedangnya dengan cepat mengenai bahu kanan Xiao Yue sebanyak dua kali dan di pedangnya ada noda darah segar.
CRAASH CRAASH AAHH...
Dan Xioa Yue sama sekali tidak menangkis serangan yang datang yang dia lakukan seolah- olah menanti untuk di sakiti. Dan teriakannya tidak seperti orang kesakitan.
"Bagaimana aku bisa terluka sebegini banyak? Seharusnya yang penuh luka itu kamu? Tapi kenapa bisa tak ada satupun luka dan hanfumu juga masih bersih dan utuh! Apa yang sebenarnya terjadiii?" ucap Chu Cian sambil menahan sakit di sekujur tubuhnya. luka yang di deritanya cukup banyak yang dalam. Darah membasahi hanfu yang dikenakannya kini berubah jadi warna darah.
"Hihi....Terkejut kenapa bisa seperti itu? Merasa aneh dengan keadaan? Ada yang janggal dengan semua, begitukan! Hehe... Kejutan buatmu Akik Reyot!" ucap Xiao Yue tersenyum mengejek penuh kemenangan.
"Ck, kejutan? Yang namanya bertanding , berkelahi dan bertengkar kebanyakan itu ya keluar darah! Masa begitu saja tidak mengerti dan memahami! Dasar anak bau kencur yang biasa sembunyi di ketiak ibunya," ucap Chu Cian tak mau kalah berdebat dengan Xiao Yue.
"Aih ... Ayo lanjut tarung lagi! Katanya hebat masa gini aja Akik Reyot sudah keyok! Hihi .. takut di hajar ya?" ucap Xiao Yue kembali memasang kuda -kuda mau menyerang Chu Cian.
Chu Cian kembali mengedarkan Energi Mana untuk membuat perisai di sekitar tubuhnya. Selanjutnya dia pun mengalirkan Energi Mana pada bila pedang bumi kebanggaannya.
"Jurus Pedang Phoenix!" Pedang yang di selimuti energi memuntahkan api yang menyambar Xiao Yue yang tidak menghindar membiarkan dirinya terbakar dan di lahap api.
WHUUS AAHHHH..
Chu Cian yang memegang pedang berteriak sangat kencang saat api sang menyentuh tubuh Xiao Yue juga membakar tubuhnya dengan sangat cepat sekali.
Chu Cian berguling - guling di tanah untuk memadamkan api yang telah membakar dirinya. Api itu telah padam tapi meninggalkan jejak luka bakar 70% parah.
"Apaaaa? Jadi setiap aku melukaimu sama saja aku melukai diriku sendiri!" ucap Chu Cian dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar setelah dirinya faham apa yang di alaminya selama pertarungan ini.
"Hihi...Hihi... Hihi... Baru sadar! Baru sekarang di pakai otaknya untuk berpikir! Tapi sayang... Sudah terlambat! Hehe..."
" Sudah cukup buat diriku melihatmu terluka , tersiksa, menjerit dan kesakitan."
" Sekarang giliran diriku yang menyerangmu dengan sungguh - sungguh? Sekarang saatnya untuk melukaimu? Waktunya mengirim dirimu bertemu dewa kematian!"
Setelah berucap Xiao Yue mengerahkan Energi Mana pada Pedang Mawar Kematian, "Jurus Pedang Bintang!" pedang mengeluarkan cahaya yang berbendar membentuk lima bintang kemudian diayunkan menabas badan Chu Cian.
*******