XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 162



Karena Panutua 2 tidak juga membayar walau sudah dipanggil-panggil oleh kasir tua. Terpaksa Xiao Yue menepuk punggung Panutua 2 agar tidak melamun.


Panutua 2 terkejut merasakan sebuah tepukan di punggungnya, yang membuatnya tersadar dari rasa shock yang di alaminya.


Kasir tua mengulang sekali lagi upacannya, "200 koin emas, itu harga racun dan penawarnya!"


" Maaf, maaf 200 koin emas ya..." Panutua 2 mengeluarkan koin emas dari dalam cincin dimensinya kemudian di serahkannya kepada kasir tua itu.


"Terima kasih sudah mau belanja barang di toko kami!" ucap kasir tua sambil tersenyum ramah setelah menerima 200 koin emas dari Panutua 2.


"Apakah kalian sudah selesai belanjanya? Apakah masih ingin melihat-lihat lagi barang yang ada di Toko Serba Ada ini?" tanya Panutu 2.


Xiao Yue, Xiao Qing dan Xiao Low bersamaan menjawabnya, " Sudah! " Mendengar jawaban dari ketiganya. "Kita kembali saja ke Pavilium Homeling saja!" Panutua 2 memutuskan kembali ke penginapan.


Panutua 2 dan Xiao Li menggiring ketiga anak muda itu keluar dari Toko Serba Ada. Tapi mata Xiao Yue menangkap siluet bayangan dari Chu Balu, salah seorang anggota dari Atribut Klan Chu, yang telah terkena Segel Kutukan Darah. Ketika melewati etalase berbagai macam senjata.


("Aih... Muncul juga! Baguslah, tanpa harus mencari keberadaannya, malah nongol dengan sendirinya. Saatnya untuk mengorek informasi sebanyak mungkin darinya. Tapi.., bagaimana caranya, aku menemuinya? Huh... Pusing!") ucap dalan hati Xiao Yue.


Xiao Yue bingung mencari cara untuk bisa menemui Chu Balu, padahal kesempatan sudah ada di depan mata masa di lepas begitu saja. Xiao Yue menarik nafasnya berulang-ulang kali karena masih belum menemukan jalannya.


"Kenapa berhenti Yue'er? Ayo jalan!" ucap Panutua 2 yang melihat Xiao Yue berhenti berjalan.


" Apakah masih ada yang kamu cari?" tanya Xiao Li anggota Merah Xiao melihat Xiao Yue yang masih berhenti tidak bergerak apa lagi mau melangkahkan kakinya.


"Aih... Sebenarnya ada sich yang mau Yue'er dapatkan! Yue'er sangat menginginkannya! Emm.... Yang lainnya kembali saja lebih dulu. Nanti Yue'er akan menyusul, setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Yue'er!" ucap Xiao Yue.


" Tidak bisa, aku akan ikut denganmu! Mana mungkin kami membiarkan kau sendirian! Itu hal yang tidak mungkin kami biarkan. Prioritas kami adalah menjaga keselamatanmu! Begitu juga dengan keselamatan teman -temanmu!"


"Bukannya kami tidak percaya akan kemampuan dan kekuatanmu, tapi itu sudah menjadi tanggung jawab kami, sebagai tugas yang harus kami emban, ketika kami berangkat dari Clan Xiao!" keputusan final Xiao Li yang akan selalu mengawasi dan menjaga Xiao Yue.


"Kalau begitu tidak jadi! Kita kembali saja ke Pavilium Kosmenling!"


Dengan berat hati Xiao Yue melangkahkan kaki meninggalkan Toko Serba Ada mengikuti Anggota Klannya. Baru juga empat langkah tiba-tiba Xiao Yue mendapatkan sebuah ide yang sangat cemerlang.


(" Aih... Kenapa aku harus bingung? Bukankah setelah kembali ke Paviliun Losmenling, Aku cukup masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Kemudian dengan Array Perpindahan aku bisa kembali ke sini lagi! Haha...! Xiao Yue, Xiao Yue Kenapa kamu baru ingat? Bukankah ada cara yang sangat gampang begitu kenapa sampai pusing mikir jalan keluarnya? Tapi, semoga ketika aku kembali lagi ke toko Serba Ada. Chu Balu masih ada, belum pergi dari toko!") Pikiran Xiao Yue.


" Ayooo kita berlomba siapa yang lebih dulu sampai Paviliun Homeling akan mendapatkan hadiah Ikan Muntiara!" ucap Xiao Yue langsung saja melompat dan melesat pergi.


WHUUUUS


Sementara Xiao Qing langsung melesat lebih dulu sebelum Xiao Low sadar dari rasa kagetnya.


WHUUUUS


"Eh... Apa? Ikan Muntiara? Curaaang! Xiao Yue, kau tidak boleh curaaang!" ucap Xiao Low langsung melesat pergi berusaha menyusul Xiao Yue dan Juga Xiao Qing.


WHUUUUS


"Ehh... Itu berarti aku juga berhak dapat Ikan Muntiaranya! Kalau begitu jangan salahkan aku! Yang muda harus mau kalah dari yang tua ini!" Panutua 2 ikutan melompat dan melesat dengan keceparan tinggi mengejar generasi muda yang lebih dulu pergi.


WHUUUUUS WHUUUS


Sementara Xiao Li yang masih terkejut juga ikutan melesat dengan kecepatan tinggi membayangi Panutua 2.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...