
Panutua 5 segera menuang air Spiritual dalam beberapa gelas sesuai jumlah anggota Klan Xiao. Kemudian dia..
"Minumlah air ini segera! jangan di tundah lagi! Semakin cepat semakin baik demi keamanan kalian sendiri?" ucap Panutua 5.
Semua anggota Klan Xiao langsung memimum air Spiritual murni, karena Xiao Yue mengambil air dari Danau Kecil. Segera saja anggota Klan Xiao mengambil sikap lotus semua. Dan Energi Mana meluap - luap dalam Array mengalir dahsyat masuk meridian semua anggota Klan Xiao.
BOOM BOOM BOOM BOOM
Beberapa saat kemudian mereka membuka mata dan memeriksa kondisinya masing - masing. Senyum bahagia terpampang jelas di wajah mereka.
Untung dalam Array jadi kenaikan satu tahap bersamaan tidak ada yang mendengar dan tahu. Mereka pun kembali meneruskan memakan hidangan dari kedai.
"Hadiah Patriak Xiao Lang ini benar - benar sangat istimewah, aku tidak menyangkah bisa meminum Air Spiritual yang terkenal susah sekali mendapatkannya!" ucap Xiao Low.
"Air Spiritual yang sisa ini, biar aku simpan dulu. Nanti saat ada yang lolos ke putaran selanjutnya kita akan merayakannya kembali dengan Air Spiritual ini! ucap Panutua 2.
"Itu tidak perlu Panutua 2, karena kalau ada yang bisa sampai merebutkan juara 4 besar! Ayah Patriak sudah menyiapkan hadiah yang bagus! Dan kita bisa merayakaannya." Ucap Xiao Yue sambil memandang pada teman -temannya yang lolos agar semakin bersemangat.
"Apaaa? Hadiah lagi! Patriak kita memang dermawan?" ucap Xiao Qing.
"Hadiahnya pasti bagus! Pasti tidak kalah sama Air Spiritual," ucap Xiao Low.
"Apa pun pemberian dari Patriak pasti bagus untuk kita semua! Tapi dari mana Patriak bisa mendapat sumber daya yang sangat langkah ini? Patriak pun tidak menyimpannnya sendiri ataupun hanya untuk keluarganya! Kita ikut kebagian juga!" guman panutua 5 keheranan.
" Daging beast ini empuk, gurih dan sedikit pedas benar- benar mampu memanjakan lidah! Jujur baru kali ini aku makan daging beast tidak keras dagingnya! Panutua jangan marah ya bila nanti nambah lagi habisnya sangat enaaaak!" Xiao Hangbi nyeletuk di saat semua lagi menebak- nebak hadiah yang disiapkan Patriak.
"Dasar kamu tukang makan! Tidak lihat apa kalau kami lagi bicara sangat serius! Jangan bilang karena tidak bisa lanjut makanya kamu bikin ulah! Awas aja kalau nanti ternyata hadiah bisa dinikmati bersama bagian untuk dirimu di tiadakan saja!" ucap Xiao Yubi sewot.
"Eh, apa? Mana bisa begitu? Kamu koq ya tega banget sama aku? Ya dapat sama lah kan sama- sama kandidat Turnamen Lingcup!" jawab Xiao Hangbi tak mau kalah.
"Haha... Bisa di nikmati bersama! Bisa barengan makannya! Dan masih ada juga satu guci Air Spititual untuk bisa dinikmati bila ada yang sampai 4 besar!"
" Dari mana Ayah Patriak mendapatkan sumber daya alam langkah ini aku tidak tahu? Aku juga tidak bertanya saat di kasih waktu mau berangkat!" ucap Xiao Yue mencari alasan.
"Aih... Aku harus pakai nama Ayah untuk alasan memberi mereka Air Spiritial yang aku ambil di Danau Kecil yang ada di ruang Gelang Semesta. Karena lawan kami nantinya para jenius dan kultivasinya juga tinggi makanya aku mau Xiao Qing dan Xiao Low kultivasinya meningkat sedikit." ucap dalam hati Xiao Yue .
"Panutua ayo tuang lagi dan isi penuh gelas Xiao Qing maupun Xiao Low agar kultivasinya meningkat lagi! Agar nanti tanding bisa mengharumkan nama Klan Xiao kita!!" ucap Xiao Yubi dan di angguki oleh Panutua 2.
Panutua 2 akhirnya menuang Air Spiritual yang ada di guci kedalam gelas semua anggota Klan Xiao tapi ketika mau menuang yang ada di gelas Xiao Yue ternyata masih ada separuh.
"Milikmu masih ada separuh Yue' er! Kenapa tidak kau minum habis?" tanya Panutua 2 kepada Xiao Yue.
"Oh itu... Karena aku ketika berangkat Turnamen baru naik tingkatan jadi sekarang harus menstabilkan pondasi tidak baik kalau naik lagi," ucap Xiao Yue.
"Haha... Untung besar! Hehe... Bagian Xiao Yue untuk kami berdua!" Kata Xiao Hangbi sangat bersemangat.
Xioa Yue menganggukan kepalanya ketika semua orang menatapnya. Karena sudah di sepakati akhirnya seluruh gelas anggota Klan Xiao penuh semua kwcuali milik Xiao Yue. Mereka segera saja meminumnya dan kembali bersikap lotus.
Energi Mana yang sangat murni dan tebal telah mengisi seluruh meridian dan mengalir menuju dantian dan tak lama kemudian...
BOOM BOOM BOOM
Kultivasi anggota Klan Xiao sekali lagi meningkat bersamaan. Tak berapa lama satu persatu membuka matanya dan memeriksa Kultivasinya meningkat satu tahap lagi. Dalam waktu singkat mereka semua maju dua tahap.
Badahal maju satu tahap saja bisa sampai tahunan karena makin tinggi tingkatan kemajuan kultivasinya juga makin sulit dan sukar. Kaarena membutuhkan banyak sumber daya.
Puas dan senang jelas sekali terlihat di wajah mereka. Karena makanan yang di makan sudah habis Xiao Yue pun menghikangkan Array yang mengurung mereka.
"Dasar tidak tahu aturan, makan pakai di pasang Array. Tempatnya itu bergantian! Bisa -bisanya lama sekali! Ini bukan tempat santai bisa ngobrol sepuasnya?" ucap orang berjubah merah itu marah- marah.
"Maaf! Kalau Array yang kami pasang telah mengganggu para pengunjung sekalian!" ucap Panutua 2 sambil menangkupkan tinju di depan dadaanya.
Xiao Yue memperhatian orang- orang yang mencari masalah dengan kelompoknya. Mereka dari Klan Chu setelah Xiao Yue menglihat seorang gadis yang ikut rombongan yang usil ini.
Rupanya mereka sengaja membuat masalah. Mencari- cari alasan yang bisa di gunakan untuk melawan dan menyerang. Mereka kemungkinan besar tidak terima. Karena generasi muda Klan Chu tidak ada satu pun yang bisa ikut laga Turnamen Lingcup sesi kedua. Sebab generasi muda Klan Chu yang ikut berlaga terluka parah bahkan sampai sekarang ada empat orang masih dalam perawatan.
"Kalau makannya belum selesai dan habis apakah harus wajib keluar kedai? Mungkinkah ada larangan dengan memesan makanan banyak , makanan paling enak dan paling mahal di kedai ini tidak boleh leluasa menikmatinya?" tanya Xiao Yue.
Dan sebelum ada orang menyelah ucapannya Xiao Yue kembali berbicara. "Disana ada tempat kosong kenapa menunggu tempat yang kami pakai? Kalau benar datang untuk makan seharusnya mencari tempat yang kosong bukan menungguh tempat yang lagi di pakai?"
Lelaki paruh baya itu wajahnya makin gelap mendengar semua ucapan dari Xiao Yue. Tangannya gatal sekali ingin memberi pelajaran pada wanita muda yang telah berani melawan dan menentang dirinya.
*********