
Mentari pagi masuk lewat sela- sela cendela menyinari kamar Xiao Yue. Gadis cantik itu masih tertidur dengan pulasnya.
Sudah dua hari Xiao Yue mengistirahatkan tenaga dan pikirannya. Posisinya tidak berubah sejak awal ia mulai membaringkan tubuhnya.
Tubuh Xiao Yue mulai menggeliat menandakan kalau gadis cantik itu mulai bangun dari tidur panjangnya.
"Emm.... Sudah pagi!" Gumam lirih Xiao Yue saat matanya mengerjap beberapa kali akibat silau mentari.
Gadis itu pun turun dari ranjang empuknya, kemudian berjalan keluar Paviliumnya menuju danau.
" Aih.. Aku akan mandi di sini sekalian juga menangkap beberapa ikan Mana."
BYUUUUR
Xiao Yue melompat ke dalam danau. Di lihatnya banyak sekali ikan Muntiara, ikan Pelangi dan ikan Kristal wira wiri berenang di sekitarnya, bahkan ikan Rasyawi pun banyak yang menampakkan diri.
Xiao Yue puas melihat tanaman herbalnya Teratai Jiwa tumbuh dengan pesat. Bahkan semuanya berbunga.
Setelah puas berenang, Xiao Yue pun segera membersihkan dirinya. Gadis cantik itu berenang dan mandi selama satu jam.
Xiao Yue membuat pola rumit di udara kemudian pola yang di bentuk itu bersinar, Ia langsung mengarahkannya pada permukaan air danau.
SLIIING SLIING
Seketika itu juga air danau yang tenang jadi bergejolak. Air menjadi bergelombang besar dan menggulung ke daratan.
BYUUUUR
Air tumpah dengan isinya di tanah sekitar Xiao Yue berdiri. Untungnya gadis itu menggunakan energi Mana melapisi tubuh sehingga tidak basah guyup akibat guyuran air danau.
Ikan Muntiara, ikan Pelangi, ikan Kristal dan juga ada ikan Rasyawi tergeletak berceceran di sekitar Xiao Yue. Gadis itu memasukkan semua ikan yang besar sedangkan ikan yang kecil di lemparkannya kembali ke danau.
Xiao Yue pun bergegas ke kebun herbalnya, dia akan memanen Gingseng, Jahe Bintang, Jamur Embun, Lobak Jari, dan juga mawar biru.
Setelah di rasa cukup, tanpa membuang waktunya Xiao Yue pun mengalirkan energi Mana pada gelang Semesta.
CLIIIING
Dalam waktu sekejap mata, gadis cantik itu sudah kembali di dalam kamar Pavilium Losmenling. Ia pun mendengar suara ketukan pintu.
TOK TOK TOK
" Yue' er, kau sudah bangun! Ini ibu..." Suara Xiao Shin terdengar dari balik pintu.
KRIIIEEET
Xiao Yue bergegas membukakan pintu. Kedua orang itu saling berpandangan tak lama kemudian keduanya saling berpelukan melepas Kerinduan.
"Yue' er kangen! Yue'er sangat senang ibu bisa datang!" Xiao Yue mengajak ibunya masuk ke dalam kamarnya.
"Aih... Harus datang! Ibu harus menyaksikan pertarunganmu! Sebenarnya sejak awal Ibu ingin ikut tapi tidak diperbolehkan oleh ayahmu. Kau harus tahu Yue'er, banyak anggota Klan Xiao berbondong- bondong datang ke ibukota sejak kau masuk ke semi final. Ibu ini yang dibilang terlambat baru bisa hadir saat kau mau final."
Xiao Shin kecewa sekaligus juga antusias menceritakan apa yang di ketahui oleh dirinya kepada putri kesayangannya. Sedangkan Xiao Yue tersenyum melihat reaksi ibunya.
Xiao Yue pun menceritakan semua pertarungan yang di lakukannya selama Turnamen Lingcup, tidak ada yang di kurangi mau pun di tambahin.
Xiao Yue mengambil anting- anting segel yang di simpannya di dalam gekang semesta. Anting- anting yang memang Ia beli untuk ibunya. Anting - Anting segel yang kembaran sama Xiao Yubi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...