
Xiao Yue dan Xiao Ling memasuki toko terdekat yang memajang dagangan asesoris, mereka melihat - lihat isinya apa ada yang menarik, unik, dan cantik . Karena tidak menemukan yang di inginkan akhirnya mereka keluar toko. Dan kejadian masuk toko satu ke toko lainnya terjadi berulang - ulang. Hampir separuh toko di pasar pernak Triluardam mereka masuki.
" Nona haus... Minum yuk! Minum yang anget - anget gitu! "
" Kita ke kedai itu aja Nona... , mumpung lagi sepi", kata Xiao Ling kepada majikannya.
" Baiklah.... Sesuai yang kau mau! Tapi kita tidak bisa lama ! Lihatlah kita belum beli apa - apa ! Masa iya toko sebanyak ini tidak ada yang bisa menarik minat kita."
" Hari ini kita bebas menghabiskan uang Ling'er ! Ini pesta kita Ling'er ! " kata Xiao Yue denga mata berbinar.
Xiao Yue dan Xiao Ling memasuki kedai. Mata mereka melihat sekeliling mencari tempat duduk yang nyaman dan akhirnya mendapatkan yang di pojokan. Xiao Yue memanggil pelayan untuk memesan hidangan yang mau di nikmati dan di santap.
Seorang gadis manis seumuran dengan Xiao Yue mendekat. " Nona mau pesan apa? " tanyanya pada Xiao yue. " Berikan aku hidangan terbaik dari kedai ini!" jawab Xiao Yue. " Baiklah , tapi mohon di tunggu sebentar!" Jawab gadis itu segera saja berlalu menyiapkan pesanan.
Tak lama kemudian gadis itu muncul membawa pesanan dan menghidangkannya di atas meja.
Xiao Ling yang mang lagi haus langsung aja mengambil minuman, di minumnya sampai tandas.
" Aih.... Ling'er, kamu beneran kehausan! Mang apa yang telah kau lakukan sampai kayak gitu?"
" Aku yang tadi berduel dan keliling setengah pasar jua dak sampai segitunya!" cicit Xiao Yue pada pelayan setianya.
" Ya.... Nona , gimana dak kehausan kalau dari tadi pagi saya teriak - teriak terus untung dak putus ini urat tenggorokan saya", ungkap Xiao Ling.
" Siapa jua yang suruh kamu teriak - teriak! Buruan habisin hidangan, kita lanjut lagi belanjanya".
" Kita jua perlu beberapa hanfu baru", ucap Xiao Yue mengingatkan Xiao Ling.
Mereka akhirnya melanjutkan lagi acara belanjanya yang sempat tertunda . Mereka memilih masuk toko paling kecil yang paling tidak menarik yang ada di pasar pernak Triluardam. Toko itu jaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.
Xiao Yue melihat - lihat dagangan sih kakek, matanya melotot melihat sebuah item sumber daya
" Kek.... Barang ini berapa harganya? " Xiao Yue menunjuk sebuah barang yang berbentuk bintang.
" Tidak mahal 500 koin emas saja !" jawab sih Kakek.
" Apa tidak mahaaal...? Aduh.. 500 koin emas tidak mahal tuk barang itu yang benar saja lah, kek? " gerutu Xiao Ling.
" Iya.. Tidak mahal, 500 koin emas tuk Jahe Bintang itu sudah sangat murah ," jawab sih Kakek.
"Jahe Bintang ini kelihatannya masih sangat segar jelas baru di dapatkan" ucap Xiao Yue.
" Kau benar, kakek baru memanennya! Ini adalah warisan keluarga dan terpaksa kakek jual karena cucu kakek sakit dan itu perlu biaya pengobatan ," Ungkap sih Kakek.
" Baiklah saya akan membelinya kek! Karena saya mang menginginkan item ini! Berapa lama kek menanam jahe bintang ini ? " Xiao Yue bertanya.
"Kakek tanam 55 tahun dan menghasilkan satu anakkan berusia 3 tahun, berkembangbiaknya teramat lama," Jawab sih Kakek.
Xiao Yue membayar 500 koin emas tuk Jahe Bintang, segera saja dia masukan kedalam cicin dimensinya. Matanya tanpa sengaja melirik batu hijau pucat yang ada di sudut dagangan si Kakek.
" Kalau batu itu berapa harganya, kek?" Xiao yue mendekat dan mengambil batu hijau pucat.
" Eh.... Kenapa bisa begitu? Aturan macam apa itu? Bukankah pembeli adalah raja! Selama punya uang dan bisa bayar bebas beli apa aja? " protes Xiao Ling.
"Yang kau katakan itu benar , pembeli itu raja ! Tapi mau jual apa tidak itu terserah kakek kan itu barang milik kakek, karena itu sudah aturan kakek berdagang sejak lama", Ungkap kakek tua.
" Oh....Kalau gitu aku yang beli! Tidak masalahkan, orangnya tak sama beda banget malah? " tanya Xiao Ling pada kakek tua.
" He...He..He.. Iya kamu boleh membelinya! Harganya 75 koin emas," kata Kakek Tua.
Xiao Ling langsung membayar barang yang di inginkan majikannya itu, dan memasukkan batu hijau pucat ke cincin dimensinya.
Karena tidak bisa lagi membeli barang yang mau dan di inginkan dari koto kecil mereka segera keluar . Tak berapa lama mereka masuk ke toko yang sedikit agak ramai...
Toko itu menjual berbagai model hanfu cantik
Xiao Ling langsung tertarik dua hanfu yang di pajang tersebut.
" Berapa harga hanfu itu dan hanfu yang itu?" tanya Xiao Ling sambil menunjuk ke dua hanfu yang menarik minatnya .
" Ke dua hanfu itu seharga 15 koin emas" jawab pelayan 1.
" Tunjukkan padaku hanfu terbaik dan termahal toko kalian padaku!" ucap Xiao Yue.
Pelayan 1 mengajak Xiao Yue dan Xiao Ling masuk lebih dalam ke toko, di sebuah ruangan yang sedikit sempit mereka di persilakan duduk dan di jamu dengan makanan kecil.
Tak lama kemudian pelayan 1 dan temannya datang membawa beberapa hanfu cantik dan indah di tangannya, mereka memperlihatkan dan menunjukkan modelnya, kualitas jahitan dan kualitas kainnya.
"Masih ada kah hanfu yang lain selain kelima hanfu yang telah kalian tunjukkan ini? " tanya Xiao Yue.
" Ada nona tinggal tiga hanfu lagi tapi itu lebih mahal dari yang lima ini!" jawab pelayan 2.
" Bawa aja kesini... Aku mau melihatnya?" Perintah Xiao yue
Ke dua pelayan itu segera bergegas mengambil hanfu yang tersisa. Tak sampai menunggu lama mereka kembali muncul dengan ke tiga hanfu. Di depan Xiao Yue hanfu di pergelarkan untuk di lihat.
" Aku suka model dan warnanya! Aku ambil semua hanfu, berapa harga semuanya? " kata Xiao yue.
" Ke lima hanfu ini seharga 250 koin emas karena satu hanfu berharga 50 koin emas dan ke tiga hanfu seharga 225 koin emas karena satu hanfu berharga 75 koin emas jadi total keseluruhan 475 koin emas, " kata pelayan1.
Xiao Yue langsung membayar semua hanfu yang di belinya. Kemudian dia masukkan hanfu ke cincin dimensinya. Dia menoleh pada Xiao Ling dan bertanya hanfu mana aja yang di inginkannya selain dua hanfu yang di pajang. Selanjutnya melihat pelayan....
" Masih ada kah yang lain lagi ? " tanya Xiao yue pada Pelayan 1 dan temannya.
" Maaf tidak ada, adanya hanfu seharga 5 koin emas Nona".
Karena tidak ada lagi yang bisa di beli dari toko itu mereka berdua keluar toko.
***********