XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 106



Usai berkata Chu Balu langsung menghempaskan tangannya. Seketika itu juga gelombang angin besar menerjang lelaki botak itu.


Dengan senyum mengejek lelaki botak itu langsung membelokkan angin yang datang itu kembali pada Kelompok Chu Balu.


WHUUUS WHUUUS


"Brengsek! Orang ini harus di pelajaran, tidak bisa di biarkan begitu saja! Beraninya dia merehkan kita!" ucap Chu Tulang mulai emosi melihat tingkah lelaki botak itu.


Xiao Yue yang melihat semua itu mulai tersenyum senang. Karena kalau terjadi pertarungan sengit, musuhnya setidaknya ada kesempatan akan mati atau terluka parah. Hal itu jelas akan sangat menguntungkan dirinya.


Orang - orang yang tidak memiliki kemampuan dan kekuatan kultivasi cukup tinggi, banyak yang mulai meninggalkan tempat itu. Mereka mencari keselamatan dan tidak mau di libatkan.


Beda halnya dengan yang memiliki kemampuan dan kekuatan, mereka tetap di tempat dan menonton bertarungan itu. Tanpa ada rasa gentar apa lagi takut bila akhirnya akan terlibat dalam pertarungan.


Chu Tulang melompat melayang langsung saja menerjang tubuh Lelaki botak itu.


WHUUS BREET


Dengan santai lelaki botak itu menghindari terjangan Chu Tulang dengan memiringkan badannya kesamping dan menghadang serangan Chu Balu dengan kipasnya mengarah ke atas.


BRAAK BLAAR


"Pantas saja kamu sombong, Kemampuanmu bisa di andalkan. Ternyata itu yang membuatmu besar kepala, meremehkan kemampuan kami!" ucap Chu Tulang sinis.


Tak lama kemudian berkelebat sebuah bayangan yang hadir diantara ketiga orang yang sedang bertikai itu.


"Hehe... Saudara Yun Tai chan, aku juga mau merenggangkan sedikit ototku yang kaku ini! Hihi ... Tidak masalahkan, kalau aku juga ikutan? Ya biar imbang saja. Masa... Klan besar beraninya keroyokan! Ck, apa bedanya dengan perampok?" ucapan sindiran pedas pendatang baru itu mampu menyulut amarah dari kelompok Atribut Klan Chu


"Apaaa katamu? Kau memang mencari mati! Aku akan mengirimu segera bertemu dewa kematian."


"BRENGSEEEK, kau adalah orang yang tak akan kami biarkan pergi dari sini dalam keadaan hidup. Kau harus mati!" ucap Chu Tulang dengan mata melotot.


Keduanya langsung saja menyerang dengan menggunakan pedang yang di aliri Energi Mana 90 % ke arah lelaki gagah.


Keduanya melompat melayang saling silang dan baru saja mau melancarkan serangan bersama, tiba - tiba Lelaki botak yang tak di perdulikan, menggunakan rantai menangkap kaki Chu Balu.


Begitu rantai sudah memililit kaki dengan kuatnya di tariknya dengan kasar ke arah bawah, sehingga tubuh Chu Balu jatuh menghantam lantai.


BRAAAAK


"Apa kamu melupakan diriku? Aku ini Lawanmu? Bagaimana bisa kau mendiamkanku seperti patung! Ck,ck,ck, kau sungguh terlalu!" ucap Yun Tai Chan.


Wajah Chu Balu merah padam akibat kemarahan yang meledak - ledak apalagi dirinya telah memuntahkan seteguk darah segar dan darah juga keluar dari hidungnya.


Chu Balu berusaha melepaskan rantai yang telah melilit kakinya tapi usahanya tidak berhasil, sia- sia saja, karena rantai itu sekali lagi di tarik Yun Tai Chan dengan cepat ke arahnya.


Sehingga Chu Balu ikut tertarik melayang dengan cepat melaju kepada Yun Tai Chan. Begitu tubuh Chu Balu mendekat dengan segera tendangan kaki dan pukulan tangan Yun Tai Chan dengan sangat cepat dan berulang- ulang mendarat pada tubuh Chu Balu yang tidak bisa menghindar.


BUUUK DUUUK BRAAK AAHHH...


Chu Balu tidak ubahnya menjadi samsak hidup oleh Yun Tai Chan. Memar, Bengkak, lecet dan patah tulang itulah yang di alaminya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...