
" Ka - li - an ini yang bakal membawa nama baik dan kejayaan Klan Xiao tapi lihat....Tim murid dalam tali hijau belum mengeluarkan setengah dari keahlian maupun kemampuannya bisa membuat kalian seperti ini, kalian adalah juara satu sampai lima pertandingan Triluardam. Sungguh mengecewakan dan sangat memalukan." ucap Panutua 2.
Xioa Qing, Xiao Yubi, Xiao Low dan Xiao Hangbi terdiam dan tertunduk tidak ada satu pun dari mereka berani menjawab ucapan dari Panutua 2. Mereka sadar kalah telak andai ini pertandingan sebenarnya , mereka pasti sudah terluka parah dan mungkin ada yang meninggal.
" Mulai besok tim kalian akan lengkap latih tandingnya karena Xiao Yue hari ini telah keluar dari kultivasi tertutupnya. Jadi besok dia baru bisa bergabung bersama kalian," ucap Panutua 5.
"Lanjutkan latih tandingnya. Istirahatnya sudah selesai! Dan kalian tim tali hijau di ijinkan untuk menghajar mereka sepuasnya." ucap Panutua 2.
Xiao Qing, Xiao Low, Xiao Yubi dan Xiao Hangbi merasa tertampar mendengar ucapan dari Panutua 2 ! Kapan mereka istirahat, mereka tanding hampir 2 jam dan ini bukan istirahat karena mereka satu persatu telah kalah dan tersingkir dari batas pertandingan.
Ke dua tim kembali berlaga saling serang , saling bertahan, menunjukkan kemampuan kerja sama tim tapi tidak sampai setengah jam kelompok Xiao Low kembali terdesak dan terpojok.
Tang...Ting...Tang
Whuus....Braak....Duk
Serangan dari tim tali hijau makin kompak ,ganas dan terarah , sedangkan pihak lawan justru mementingkan diri sendiri asal selamat jangan sampai kena hajar perduli amat sama yang lain.
Sebuah tim belum terciptanya ikatan atau klik saling memahami kelebihan dan kekurangan dari anggota yang lain sekaligus saling melindungi dan mengayomi adalah faktor yang rentan akan kekalahan dan kehancuran tim.
Braak.....Duk....Plak
Plak....Bruuk....
Tim Xiao Low makin morat- marit karena tidak ada teman yang mau mendukung dan melindungi akibatnya satu persatu dihajar sampai babak belur.
Tidak ada dari mereka berempat yang kondisinya baik , luka memar dan legam di sekujur tubuh, ada jua yang mengalami patah tulang .
" Sekarang kalian berempat pergilah ke Pavilium Obat dan segera mendapatkan pil. Latihan kali ini sampai di sini. Koreksilah apa yang kurang dari tim kalian itu, besok baru latih tanding kembali", perintah dari Panutua 5.
Setelah mendengar perintah dari Panutua 5 tim Xiao Qing meninggalkan aula pelatihan Klan menuju Pavilium Obat dengan tertatih - tatih. Sedangkan tim tali hijau bubar menuju tujuan masing - masing tanpa ada satu pun yang ke Pavilium Obat karena tidak ada yang terluka segores pun.
**********
Kediaman patriak Xiao Lang
Patriak Xiao Lang dan istrinya Xiao Shin menghampiri ke dua gadis yang tertawa dengan riang . Senyumnya terlihat menyaksikan kasih sayang , cinta , keakraban dan keharmonisan kedua kedua gadis itu.
" Kalian berdua kelihatannya asyik sekali sampai kami di sini dari tadi tidak di perdulikan? " ucap Xiao Shin.
" Ehh ibu.... Maaf, kalian mang sejak kapan berdiri di situ! Kami baru menyadarinya ketika ibu berbicara? " ungkap Xiao Yue cengengesan.
" Hmmm kami patung makanya kalian tidak menyadari hawa keberadaan kami!" Sindir Patriak.
" Maaf , maaf, maaf aku dengar ada suara di depan pintu, saya mohon diri untuk melihat siapa tamu yang datang berkunjung, " kata Xioa Ling.
Segera saja Xioa Ling meninggalkan mereka bertiga dan berjalan ke arah pintu. Saat di buka...
Xioa Ling kaget melihatnya, berdiri seorang pria paruh baya seumuran sama Patriak Xioa Lang dan tak jauh dari pria itu ada 2 orang lagi yang menandu seorang pemuda yang sedang sakit.
Dari ekspresi Xiao Ling melihat mereka, dia pasti mengenali tamu yang datang berkunjung itu " Silakan masuk saya akan memberitahukan pada tuan Patriak ,"
Xiao Ling dengan tergesah - gesah masuk ke dalam rumah. " Tuan Patriak di depan ada tuan Xiao Shiba dengan Putranya".
" Apaa? Kakak dan keponakanku datang berkunjung! Kenapa tidak kau ajak mereka langsung ke sini?" tanya Xiao Shin kepada Xiao Ling dengan tidak sabar.
Tanpa menunggu jawaban! Xiao Shin langsung ke depan menemui kakaknya di susul Patriak Xiao Lang di belakangnya kemudian Xiao Yue, sedangkan Xiao Ling bergegas ke dapur untuk mengambil makanan kecil dan minuman.
" Kakak ," Xiao Shin menyapa tamunya dengan gembira , tapi kegembiraan yang di rasakannya langsung menghilang saat matanya melihat kondisi ponakan laki - lakinya.
" Apa yang terjadi ? Kenapa bisa begini ? " Xiao Shin tangannya bergetar saat menyentuh pria pemuda itu.
" Bawa masuk kamar dulu Xioa Shibang biar bisa istirahat dengan nyaman", ucap Patriak Xioa Lang.
Xiao Shin memberi isarat pada dua pelayan yang menandu keponakannya mengikuti dirinya. Xiao Shibang di tempatkan di kamar tamu .
Kemudian dua pelayan yang menandu Xiao Shibang langsung di suruh istirahat di belakang rumah Patriak. Dan sekarang semua orang berada di ruang tamu. "Ceritakan kepada kami apa yang terjadi sama Shibang'er! Kenapa dia sampai seperti itu? " ucap Patriak Xiao Lang.
Xiao Shiba menghela nafas dan mulai berbicara, " Kejadian ini terjadi sekitar setengah tahun yang lalu. Seperti yang kau tahu selain kami mendapat jatah keuangan dan sumber daya dari Klan Pusat, kami jua mengelolah bisnis yang bisa menghasilkan keuangan agar Klan Cabang taraf hidupnya makin baik serta generasinya makin berkembang tidak kalah sama yang ada di pusat."
Mereka mendengarkan cerita dari Xiao Shiba tanpa ada yang satu pun yang berani menyelah .
" Kami menawarkan biro pengantaran. Saat itu kami dapat pelanggan pedagang untuk mengatar ke kota Hanling! Dan Shibang'er ikut dalam rombongan itu, seluruh anggota mati hanya dia yang masih hidup itu pun di temukan secara tidak sengaja oleh tim pengantaran lain yang mau kembali ke Klan. "
Mereka seperti di komando saja menarik nafas panjang bersamaan baik Patriak, istri maupun Xiao Yue dan Xiao Ling.
"Saya sudah memanggil banyak tabib tapi dia masih tetap seperti saat dia di ketemukan , makanya sekarang saya bawa ke Klan Pusat, saya jua sudah bertemu sama Panutua Pavilium Obat dan Shibang'er sudah di rawat olehnya selama 7 hari! Panutua bilang tidak memiliki sumber daya yang bisa mengobati, katanya terkena racun berbahaya racun Lumpuh Layu".
Patriak Xiao Lang menggeleng kepala karena Panutua Pavilium tak menceritakan hal ini kepadanya. Xiao Shin air matanya tak mampu dia bendung lagi dia menangis.
" Sebelum saya membawanya pulang mampir dulu kesini karena Shibang'er pasti senang bila berada di sini sebentar bertemu paman, bibi dan adik sepupunya." ucap Xiao Shiba mengakhiri cerita tentang anak laki- lakinya kepada keluarga adik perempuannya.
**********