XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 61



Xiao Yue dan Panutua 5 akhirnya tiba di arena tanding. Sebuah arena khusus yang di buat oleh kerajan untuk penyelenggaran berbagai kegiatan akbar. Dan arena tanding ini di sebut Pavilium Gun Ling.


Pavilium Gun Ling seperti sebuah colosseum . sebuah arena yang di kelilingi ribuan tempat duduk untuk penonton dan ada skaf buat para peserta.



Pavilium Gun Ling


Penonton sudah memadati kawasan pavilium Gun Ling. Walau hari masih pagi tapi mereka mana mau ketinggalan acara bergengsi di Kerajaan Ling yang di adakan tiap empat tahun sekali itu.


Banyak yang datang pagi buta hanya untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang paling strategis. Sedang di luar Pavilium Gun Ling mendadak di sulap menjadi pasar. banyak pedagang yang menjajakan dagangan dan atribut tiap Klàn maupun Akademi.


Meraka antusias ingin tahu generasi muda dari Kerajaan Ling ini apa sehebat tahun - tahun kemarin atau bakan melebihi.


Karena yang memenangkan nanti akan mewakili Kerajaan Ling di Turnamen Akbar yang di adakan oleh Kekaisaran Wei.


Panutua 5 menggiring Xiao Yue yang masih sempat melihat - lihat pemandangan di luar Pavilium dan terlihat tertarik sama penjual bakpo padahal sudah telat.


"Sudah ayo masuk! Matanya jangan jelalatan! Nanti kalau sudah tahu pasti tandingnya baru di putuskan kau bisa langsung beli apa sesudah tanding baru kembali membeli bakpo atau yang lainnya."


Xiao Yue dan Panutua 5 memasuki Pavilium Gun Ling dan memasuki daerah yang hanya bisa di lewati para kandidat peserta Turnamen Lingcup.


Tak berapa lama akhirnya mereka tiba di tempat para peserta kumpul. Dicarinya di mana anggota Klan Xiao yang Lain. Setelah tahu keberadaannya dimana mereka mulai mendekat dan bergabung.


Xiao Yue menangkupkan tinju di dada dan berkata , "Maaf atas keterlambatannya, tidak ada maksud berbuat seperti ini! Sekali lagi maaf."


"Yang penting kau sudah di sini! Jangan di ulang karena bisa mengganggu kosentrasi dan semangat teman tim kamu! Sekarang duduklah! Acara akan segera di mulai!" ucap Panutua 2.


Tak lama kemudian acara pembukaan Turnamen Lingcup digelar dengan di tandai sebuah tarian dengan diiringi musik yang di main oleh banyak orang di tengah arena Turnamen.


Setelah tarian itu selesai seorang pembesar Kerajaan yang berpangkat Panglima berada di tengah podium. Tak lama kemudian terdengar suara Panglima yang dikeraskan dengan menggunakan Energi Mana pada pita suara, yang berada di tenggorokannya.


"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya selamat datang di Turnamen Lingcup. Mohon kerjasamanya dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanannya agar Turnamen Lingcup sukses pelaksanaannya. Tanpa membuang banyak waktu dengan ini saya menyatakan TURNAMEN LINGCUP DI BUKA....


Panglima memberi tahu aturan dasar dan hadiah yang akan di peroleh para kontestan.


Peraturan dasarnya adalah:



Tidak boleh menyerang lawan yang sudah menyerah.


Tidak boleh ada asupan pil sebelum pertandingan dan selama pertandingan berlangsung.


4.Selesai pertandingan tidak boleh ada dendam.


Barang siapa yang menyalahi dan melanggar aturan akan mendapat didiskualikasi langsung.


Meraka yang melanggar akan mendapat hukuman sesuai besar dan kecilnya pelanggaran tersebut.


Karena pertandingan yang di adakan meliputi dua tahapan yaitu:


Pertandingan secara kelompok atau Tim. Hadiah yang didapat akan di terima Klan atau Akademi. Dan ini merebutkan juara 1 sampai 3.


Pertandingan secara individu. Hadiah akan di terima oleh peserta itu sendiri. Dan merebutkan juara 1 sampai 5.


"Silakan Ketua Tim maju mengambil stik pemilihan, dan nomer pertandingan," Panglima berbicara.



Diarena telah berdiri 16 generasi muda yang memakili 12 Klan dan 4 Akademi. Mereka masing - masing memegang stik dan kemudian di kasihkan kembali pada Panglima. Setelah itu kembali ketampat duduknya masing - masing. Klan Xiao mendapatkan nomer 8.


"Nomer undian 1 dan nomer undian 2 silahkan ke arena 1, nomer undian 3 dan nomer undian 4 silakan ke arena 2, Nomer undian 5 dan nomer undian 6 , silahkàn ke 3, nomer undian 7 dan nomer undian 8 silahkan ke 4," Suara panglima mengumumkan siapa yang harus berlaga.


Tim Klan Xiao segera menuju arena 4. Dengan hati yang berdebar Xiao Yue melangkahkan kaki bersama teman - temannya.


Whuuus Whuuus whuuus


Sekarang kedua tim saling berhadapan. "Kami perwakilan dari Klan Xiao", ucap Xiao Qing dan diikuti teman -temannya mengepalkan tinju di dada untuk menghormati lawannya.


"Kami perwakilan dari Klan Yang," ucap pemuda berbaju putih sambil mengepalkan tinju berserta teman -temannya untuk penghormatan.


"Aku depan , kanan Xiao Yubi, kiri Xiao Hangbi, tengah Xiao Yue dan belakang Xiao Low kita lakukan sama seperti saat latihan," ucap Xiao Qing kepada teman - temannya.


"Serang dan tunjukkan kemampuan kita pada generasi Klan Xiao bahwa Klan kita siap menggeser Klan Xiao dari posisi empat besar!" ucap pemuda yang rambutnya berwarna hijàu.


Mendengar ucapan mereka Xiao Yue pun membalas, "Oh.. benarkah kalian mampu? Kami jadi tak sabar mencicipinya? Lagian sudah ada yang mau dan bersediah jadi samsak pelampiasan kejenuhan kenapa harus cari yang lain! Hehe...."