
"Saudari Xiao Yubi! Kebetulan sekali kita bisa bersamaan begini! Ayo kita kelantai dasar jangan sampai kita yang di tunggu! Kalau bisa kita saja yang menunggu mereka!" ucap Xiao Yue langsung menarik tangan Xiao Yubi.
Ketika sampai di lantai dasar ternyata mereka lebih dulu yang datang dari pada anggota Klan Xiao yang lain.
Xiao Yue langsung aja mengajak Xiao Yubi mencari tempat duduk yang nyaman. Dan langsung pemanggil pelayan untuk memesan makanan yang nanti bisa di santap bersama.
"Tolong kamu bawakan makanan terbaik, terenak dan termahal di sini! Jangan lupa bawa juga minuman paling terkenal disini!" Xiao Yue berucap sambil melirik Xiao Yubi yang melamun.
"Ada apa denganmu saudari Xioa Yubi? Aku perhatikan dari tadi melamun tidak konstentrasi? Apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya Xiao Yue menatap tajam rekan timnya itu.
"Jangan lupa sebentar lagi kita bertanding. Aku tidak mau kalau sampai kosentrasimu terbagi. Itu akan mempengaruhi kinerja tim?"
"Ceritalah! Berbagilah! Kalau kau menganggap aku teman beri tahu aku apa yang meresahkan hatimu?" ucap Xiao Yue.
Xiao Yubi memandang Xiao Yue kemudian berkata, "Ini tentang anting- anting segel! Aku merasa ragu untuk memberikan anting sama kakakku. Sejujurnya aku menginginkannya! Tapi aku merasa malu sama kamu, karena kamu mencarikan dan memdapatkan anting untuk dia."
"Hah..... Hanya karena anting -anting membuatmu begini! Itu terserah kau! Itu milikmu! Mau kau kasihkan apa tidak itu hak kamu!" ucap Xiao Yue.
Xiao Yue jadi Mengingat apa kata Patriak Xiao Lang "Makin tinggi barang makin tinggi juga resikonya. Senjata maupun atribut tingkat dewa akan membawa pemiliknya menjadi incaran dan target berburu bila kultivasinya masih rendah."
Secara refleks Xiao Yue memegang gelang dan kemudian menyentuh tato bunga di kening. Untungnya tidak ada yang tahu dan akan menjadi rahasia selamanya kecuali senjata karena suatu saat harus dipakai bila keadaan mendesak.
Tak berapa lama akhirnya Panutua 2 , Panutua 5, Xiao Qing , Xiao Hangbi dan Xiao Low muncul bersamaan. Dan mereka telah melihat kedua gadis bagian dari Klan Xioa telah menyantap makanan.
Mereka segera saja bergabung di meja mereka. Ketika melihat hidangan yang tersedia mata mereka melotot berutama pada minuman yang tersedia.
"Kalian berdua ini lagi menggelar pesta apa? Kenapa makanan yang tersaji mahal semua? Itupun dengan porsi banyak? Dan minuman ini tidak boleh di minum bisa mabuk kalian walau sedikit minumnya?" Ucap Panutua 2 sambil menyingkirkan semua minuman di depan meja di ganti dengan minuman yang dia ambil dari cincin dimensinya.
"Panutua jangan kwatir ini semua sudah di bayar sama saudari Xiao Yue. Kalian bebas memakan dan menghabiskannya. Apakah tidak mau?" Kata Xiao Yubi kepada anggota Klan Xiao.
"Ya mau lah! Rezeki koq di tolak! Asiik dari kemarin ingin mencoba tapi terlalu mahal jadi tidak jadi belinya!" ucap Xiao Hangbi langsung memakan incarannya.
"Uang Koin emasmu banyak banget Xiao Yue! Darimana kamu dapat begitu bamyak?" tanya Xiao Low pada Xiao Yue.
"Hehe.... Dari taruhan saat pertandingan Triluardam! Lumayan! Bisa buat hidup beberapa tahun kedepan!" ucap Xiao Yue.
Mereka makan sambil berbicara tak terasa semua menu makanan telah habis dan mereka segera berangkat ke Pavilium Gun Ling.
Hari masih pagi tapi Pavilium Gun Ling sudah padat. Semua tempat duduk telah terisi. Peserta Turnamaen mulai berdatangan. Sekarang semua menungguh panitia dan wasit pertandingan.
Tak lama kemudian suara Panglima Kerajaan mengumumkan bahwa.." Putaran ke 3 Turnamen Lingcup di buka... Nomer 4 dan 14 silakan tanding di arena 1, Nomer 8 dan 12 silakan tanding di arena 2."
Tim Klan Xiao melesat ke arena 2 bersamaan dengan lawannya.
WHUUS WHUUS WHUUS
"Salam kenal dari kami Tim Klan Ye! Aku Ye Gong Mohon di ajari!" ucap pemuda tampan itu.
Xiao Low menatap tajam pemuda yang sempat berdebat dengannya di Pavilium Merak Merah karena rebutan senjata. Lain halnya dengan Xiao Yubi dia tidak akan lupa gadis berkepang dua yang telah merebut gelang Muntiara Hitam.
"Aih... Kita bertemu lagi! Pertama di Pavilium Merak Merah! Kedua di toko aksesoris ! Dan ketiga disini di arena tanding...! Hehe.... Saatnya pembayaran! Eh... Jangan lupa harus lunas!" ucap Xiao Yue bicara pada lawannya.
TRAAK CLAASH BRAAK
Tim Klan Xiao menyerang duluan dengan gabungan kekuatan Xiao Hangbi dan Xiao Low. Dan tim lawan langsung menghadang dengan menggunakan Array Pertahanan.
"Hmm... Pasti di ajari! Tanpa di minta kami senang hati akan menunjukkannya! Jangan kwatir sampai puaaass!" ucap Xiao Low.
"Haha... Sama dengan senjata yang dapat aku rampas dari tanganmu! Tim Klan Ye akan merampas kesempatan kalian maju putaran final!" ucap Ye Chuliang percaya diri.
TANG BRAAK DUUK
Tim Ye tidak tinggal diam segera menyusun formasi penyerangan tapi isinya tiga orang yang dua bertahan.
"Bukan hanya merampas ,gege! Tapi kita akan membuat mereka merasakan apa itu neraka dunia!" ucap gadis itu.
WHUUS TRAAK BRAAK
Xiao Yue menghadang serangan formasi gabungan dari tiga orang dari tim Klan Ye bersamaan dengan Xiao Yubi. Kelima orang yang berbenturan kekuatan itu terpental ke belakang.
Dari mereka berlima yang terpental hanya Xiao Yue yang mampu mendarat dengan mulus yang lainnya jatuh di lantai arena dengan posisi terlentang.
"Xiao Low lakukan tugasmu pada tiga ikan teri itu! Gunakan Array Kurungan Gila" Perintah Xiao Yue pada teman satu timnya itu.
Xiao Low langsung membuat gerakan pola di udara, "Array Kurungan Gila!" Dan di arahkan pada tiga anggota tim Klan Ye yang terlentang itu.
"Tidak... " Melompat bangkit tapi sudah terlambat karena array kurungan gila sudah mengurung mereka. Mereka bertiga menyerang berusaha menghancurkan array tapi tidak berhasil.
Setiap serangan mereka seperti tertelan array. Mereka bertiga tak ubahnya penonton jarak dekat, yang menyaksikan pertunjukan langsung dua temannya menghadapi 5 lawan sekaligus.
BRAAK BUUK DUUK
Melihat dan menyaksikan teman timnya dipermainkan, dan di perdaya di depan mata membuat emosi mereka melonjak. Tubuh mereka gemetaran karena amarah yang tak terbendung. Mereka menyerang array dengan membabi buta.
Strategi maupun siasat Klan Xiao tiap laga dan bertanding selalu berubah hingga lawan tidak bisa mengetahui maupun mengukur kekuatan pasti dari tim Klan Xiao.
Dua anggota Tim Klan Ye menyerah tidak mampu lagi bertahan dari sepak terjang Tim Klan Xiao. Mereja sadar tidak ada guna buat bertahan karena anggota yang lain sudah jadi sandra tim lawan.