XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 85



"Cu - kup! Jaga bicaramu gadis kecil! Kau tidak tahu sedang bicara dengan siapa?" ucap pria paruh baya itu.


"CK, kenapa aku harus tahu siapa dirimu? Bagi diriku kau tidaklah penting! Tidak memiliki nilai!" jawab Xiao Yue dengan sangat tegas.


"Kauuuu!" Pria paruh baya itu menggegam erat kedua tangannya dan menggertakkan giginya. Emosinya makin tersulut makin besar.


"Lancaaang! Mulutmu memang perlu di sumpal!" usai berkata pria tua botak itu langsung saja melayangkan kepalan tangannya pada Xiao Yue tapi sebelum tangan itu menyentuh Xiao Yue tangan Panutua 5 sudah menangkapnya lebih dulu.


"Apa kau pikir aku akan diam saja bila kau berani menyentuhnya? Bagaimana bisa aku hanya jadi penonton? Orang sepertimu bertingkah maka akupun tidak mau ketinggalan ," ucap Panutua 5.


Melihat pertikaian yang terjadi seorang pelayan segera berlari memanggil pemilik kedai. Dan tak lama kemudian seorang pria gemuk berjalan bersama pelayan itu mendekati kedua kelompok yang sedang bertikai itu.


"Tuan - tuan maaf, tolong jangan membuat keributan dan masalah di kedai kami. Tuan - tuan telah mengganggu para pelanggan kami. Maaf bila tidak ada urusan dengan makanan yang kami sediahkan, saya mohon tinggalkan kedai kami!" ujar pemilik kedai kepada kedua kelompok yang bertikai.


Kelompok Klan Xioa langsung meninggalkan kedai setelah membayar makanan yang telah habis ludes disantapnya. Mereka kembali ke Pavilium Losmenling dengan berjalan kaki.


"kamu itu masih muda! Umurmu juga seumur jagung! Apa kamu tidak sayang nyawamu Yue'er? Seharusnya tadi di biarkan saja jangan di perdulikan! Walaupun mereka memang sengaja mencari alasan?" ucap Panutua 2 menegur Xiao Yue karena bertindak gegabah.


" Aih... ya sayang nyawa! Nyawa cuman satu ya dijagalah. Tapi mereka tidak mungkin diem saja Panutua! Tim Klan mereka tidak ada yang ikut sesi 2! Mereka sengaja mencari cara untuk bisa membalas kita!" ucap Xiao Yue.


"Kita jangan mau di gertak oleh mereka. Bisa besar kepala mereka nantinya! Kita harus tunjukkan kalau kita ini singa bukannya kelinci." Xiao Yubi ikutan berbicara.


Panutua 2 dan panutua 5 hanya bisa geleng kepala melihat antusias mereka. "Jangan lupa tujuan kalian datang kesini untuk apa? Dan itu yang penting."


Ketika sampai di tempat yang agak sepi tiba - tiba ada beberapa bayangan berkelebat kemudian menghadang perjalanan mereka.


WHUUS WHUUS WHUUS


" Aih...Lihatlah Panutua yang baru kita bicarakan sekarang nongol! Mereka ingin balas dendam karena kandidatnya tidak ada yang maju sesi dua!" ucap Xiao Qing mencibir.


"Ck, Nama aja pecundang tentu aja cari - cari alasan! Hehe..., gimana rasanya bila senjata makan tuan, enak tidak!" ucap Xiao Yue.


"Kauu yang telah membuat cucuku menjadi tak berguna! Akan aku balaskan sakit hatinya?" ucap Chu Cian lelaki tua yang masih terlihat gagah.


"Buat mereka kehilangan kultivasinya! Jadikan mereka sampah! Itu sangat cocok untuk mereka, kalian bunuh juga tidak apa?" ucap lelaki tua botak Chu Bay kepada teman- temannya.


Panutua 5 dan Panutua 2 sadar bila gerenasi muda jenius Klan Xiao yang ada bersamanya dalam bahaya karena lawan - lawannya memiliki kemampuan setara dan seimbang dirinya.


Xiao Yue menyadari kalau lawannya memiliki kemampuan sangat tinggi. Dan mereka berjumlah 7 sama dengan kelompoknya. itu berati dia juga akan bertarung dengan seluruh kemampuan dan keahliannya.


Sama seperti Kelompok Klan Chu yang ingin mengambil nyawanya maka Xiao Yue pun akan menghabisi mereka.


"Kalian berhati- hatilah! Lawan kalian tangguh kultivasinya setara sama kami! Kita akan bertarung hidup dan mati!" gumam Panutua 2 menerangkan kepada Xiao Yue, Xiao Yubi, Xiao Low , Xiao Hangbi dan Xiao Qing.


"Persiapkan diri kalian, Kalau kalian merasa ada peluang untuk melepaskan diri! Lolos! Maka lari lah! Kami akan berusaha menahannya!" Gumam Panutua 5 yang di angguki oleh Panutua 2.


Mereka berlima tidak takut, tidak gentar apalagi mundur. Mereka memegang pedangnya dengan mengalirkan Energi Mana.


Panutua 2 langsung berhadapan dengan Chu Cian pimpinan dari Klan Chu. Senyum sinis menghias wajah Panutua 2.


"Teknik Langkah Seribu!" Panutua 2 melesat dengan sangat cepat sekali. Chu Cian terkejut Panutua 2 sudah berada di belakangnya.


"Ck... Jurus Pedang Phoenix!" Dia menebaskan pedangnya ke arah Panutua 2. Pedang yang telah mengandung Energi Mana mampu menyemburkan api besar.


Panutua 2 langsung saja melompat kesamping dan melakukan gerakan zig zag dan menebas kepala Chu Cian.


TANG TING TUNG


Tebasan Panutua 2 itu mampu ditangkis dengan cepat dan gesit oleh Chu Cian walau dia sudah tua tapi tenaganya luar biasa.


Panutua 2 langsung mundur beberapa langkah ke belakang. Sambil memperhatikan sekitarnya terutama lima generasi muda yang menjadi tanggung jawabnya.


"Haha kamu cukup hebat! Pantas bila menjadi seorang Panutua yang di percaya tapi... Kami akan habisi mereka berlima!" ucap Chu Cian sangat bersemangat, ia yakin sebentar lagi dendamnya akan terbalaskan.


"Hem... Apa kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi selama aku masih hidup! Jangan harap semudah itu bisa membantai mereka!" ucap Panutua 2 kepada lawannya.


Panutua 2 mengarahkan pedangnya ke langit, "Jurus Pedang Kilat!" Pedang yang dialiri Energi Mana menciptakan kilatan listrik mulai menyelimuti seluruh pedangnya. Panutua 2 langsung saja melesat ke depan.


Ketempat pertarungan lima generasi muda Klan Xiao. "Xiao Yubi awas...! Jangan perna perpaling dari lawanmu? Array Pertahanan! " ucap Xiao Low berusaha mengingatkan temannya agar lebih konsentrasi lagi.


"Jurus Pedang Halimun!" Pedang yang berisi Energi Mana itu melesat cepat lurus langsung mengarah pada Xiao Yubi.


"Jurus Pedang Hati Beku!" Xiao Yubi langsung menghadang kembali serangan yang mengarah pada dirinya. Butiran salju mengkristal menjadi ratusan pisau es melesat cepat.


BLAAR BOOM AAHHH..


Kedua kekuatan itu bertemu mengakibatkan ledakan cukup besar dan Xiao Yubi terlempar menabrak pohon besar. Pertemuan dua kekuatan yang beda kultivasinya membuat Xiao Yubi terluka parah dan tubuhnya tidak bergerak lagi.


"Xiao Yubiiii!" teriak Xiao Yue dan rekan-rekan yang lain.


"Haha... Haha...Sekarang tinggal Empat ikan yang sudah tertangkap jaring.


JLEEP JLEEP AAHHH..


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan dari Xiao Hangbi yang kosentrasinya telah hilang setelah melihat Xiao Yubi terkapar hidup apa mati tidak ada yang tahu.


Xiao Yue tangannya terkepal erat tubuhnya sedikit gemetar menahan luapan amarah apalagi sekarang dia juga melihat Xiao Qing maupun Xiao Low terdesak hebat.


BRAAK CLASS


Karena kurang kosentrasi akibatnya Array pelindung yang membentengi dirinya pun terkoyak. sebuah pisau angin menggores bahu kanan Xiao Yue.


********