XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 87



Xiao Yue setelah memberikan pil langsung membantu Xiao Qing menyerap kasiat pil dengan cepat. Tak berapa lama reaksi kasiat pil terlihat Xiao Qing menjerit kesakitan karena dia merasa tulangnya nyilu, nyeri dan panas yang tak tertahan.


"Ck, sebagai lelaki masa gitu saja sudah menjerit Xiao Qing? Tahanlah sedikit! Kamu ini manja banget!" ucap protes Xiao Yue kepada Xiao Qing.


Sedangkan Xiao Qing yang mendngar apa yang di katakan oleh Xiao Yue matanya ngerjap-ngerjap langsung diam seribu bahasa.


Xiao Yue sekarang melihat pertarungan dua orang anggota KLan Chu yang makin lama makin dahsyat. Kedua tidak ada yang mau mengalah, tapi salah satunya terkena segel Kutukkan darah dan akan menjalan perintah dari sih penyegel.


BLAAR BLAAR BOOM


Tak lama kemudian terdengar ledakan dari pertempuran kedua anggota Klan Chu itu. Pertempuran itu mengakibatkan kerusakan yang sangat besar. Keduanya terkapar tidak ada yang bergerak tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati. Dan Xiao Yue tidak perduli, malah kalau keduanya mati itu lebih baik lagi. Itu yang sangat di harapkan.


Xiao Yue melihat pertarungan Panutua 2 yang tidak menguntungkan dan mulai terdesak oleh lawannya. Segara saja Xiao Yue melompat melayang mendekati pertarungan itu.


"Haha... Tak lama lagi aku akan mengirimmu ketemu sama dewa kematian! Hehe... Jangan lupa sampaikan salamku kepadanya! Hihi..." ucap Chu Cian tertawa penuh kemenangan.


UHUK UHUK UHUK UHUK


Panutua 2 terbatuk- batuk akibat semakin tebalnya asap. Penciumannya yang sensitif justru sekarang menjadi kelemahanya. Matanya pun semakin pedih penglihatannya makin kabur. Walaupun Energi Mana sudah diarahkan untuk membuat perisai tapi tetap aja itu tidak bisa mengatasinya . Akibatnya ketika menghadapi serangan yang datang Panutua 2 harus mengandalkan instingnya.


Chu Cian memaanfaatkan dan tidak menyia- nyiakan kelemahan Panutua 2. Dengan menghilangkan hawa keberadaannya Chu Cian berbaur dalam tebalnya asap diam- diam mengendap - endap ke tempat panutua 2 berada.


Begitu sampai di samping Panutua 2, Chu Cian segera menebaskan pedangnya dengan cepat mengarah langsung pada jantungnya.


WHUUS TAANG


Hampir saja pedang itu tepat sasaran. Andai tidak ada pedang yang datang menghadangnya. Xiao Yue datang tepat waktu sehinggah mampu menyelawatkan Panutua 2, terlambat sedikit saja Panutua 2 bisa terluka parah bahkan bisa mati.


Akibat benturan pedang dari pendatang baru yang datang tiba- tiba Chu Cian tangannya kesemutan dan mati rasa serta badannya mendadak kaku.


"Ck, sial, sial ,sial gagal sudah mau menikamnya. Padahal tinggal sedikit saja! Brengsek ada juga yang mengganggu! Oh ... Tindakanku memang sedikit telat! Harusnya memanfaatkan keadaan dari awal, dengan area terbakar dan asap yang sangat tebal itu dari tadiii!" gumam Chu Cian dengan menghela napas panjangnya.


"Aih... Panutua 2 hampir aja itu pedang mengukir indah di tubuh Anda? Untung saja Yue'er datang! Coba kalau tidak apa jadinya itu?" ucap Xiao Yue pada Panutua 2 yang kini ada di sampingnya.


"Terima kasih Yue'er! Syukurlah kamu telah datang di saat yang tepat! Kondisi diriku sangat lemah dan rawan karena terlalu sensitifnya penyiuman ini!" Panutua 2 sambil memegang hidungnya yang pesek.


"Bisakah kau membantuku Yue'er! Dengan segera memadamkan dan menghilangkan api yang berkobar besar dan meluas ini. Apalagi dengan asapnya sungguh sangat mengganggu dan berbahaya." Panutua 2 kembali berkata kembali pada Xiao Yue berharap sangat bisa membantunya.


" Baiklah! Akan aku lakukan! Bisa apa tidak yang penting coba dulu! Tapi... Hehe jangan terlalu berharap! Yang mampu dan bisa itu Panutua 5 tapi..., masih bertarung! Eh.. kenapa wajah Panutua malah di tekuk begitu? Yue'er bicara apa adanya !" ucap Xiao Yue membela diri.


" Sudah jangan banyak bicaraaaa! Yang di butuhkan itu tindakan langsung segera dan cepat tidak membuang- buang waktu," ucap Panutua 2.


Chu Cian menyela pembicaraan keduanya, "Ck, memalukan sekali! Mengandalakan anak bau kencur! Haha... Ternyata seperti itu!"


" DIAM KAU!" teriak bersamaan dari Xiao Yue dan Panutua 2 menyela perkataan dari Chu Cian.


Chu Cian tersentak kaget di teriaki dan bentak oleh kedua orang yang ada di depannya. Dirinya sampai tertegun sesaat.


" Panutua 2 tangani orang tua reyot yang bau tanah kuburan dan aku akan akan menangani kobaran api beserta asapnya! Panutua jangan mau sampai kalah sama Akik reyot. Jangan mempermalukan generasi muda," ucap Xiao Yue sambil tangannya menelunjuk Chu Cian.


Wajah Chu Cian seketika menjadi merah padam marah dan tersinggung atas apa yang di ucapkan oleh Xiao Yue.


"Apa katamu Anak Bau Kencur? Beraninya kau bicara seperti itu?" ucap Chu Cian pada Xiao Yue.


Xiao Yue tidak memperdulikan sama sekali Chu Cian dia langsung, "Jurus Pedang Bulan Suci!" Pedang Mawar Kematian yang ada di genggamannya dialiri Energi Mana sangat besar kemudian di arahkan pada kobaran api.


WHUUS WHUUS


Hembusan angin yang cukup besar meniup kobaran api dengan Hawa yang sangat dingin yang mampu membekukan dalam sekejap.


Dalam serangan pertama sebagian dari kobaran api telah padam dan asap tebal telah menghilang seketika juga.


Panutua 2 maupun Chu Cian terkejut dengan hasil yang di tunjukkan oleh Xiao Yue. Baru saja keduanya masang kuda- kuda dan siap saling menyerang tapi pertunjukan yang di lakukan oleh Xiao Yue telah menarik perhatian mereka berdua.


"Jurus Pedang Bulan Suci!" Xiao Yue kembali mengayunkan pedangnya dan sekali lagi angin kencang berhembus dengan hawa dingin yang langsung dapat membekukan daun menyebar keseluruh area kebaran.


Panutua 2 dan Chu Cian yang ikut merasakan langsung angin kencang yang berhembus menerpah tubuhnya langsung menyalurkan Energi Mana kesekujur tubuh mengusir hawa dingin yang merasuk ketulang.


"Gila... Ternyata bocah kau kencur itu boleh juga! Kemampuannya tak kalah sama seorang Pantua! Rupanya dirinya salah satu jenius dari yang jenius! Dia tidak boleh di biarkan berkembang lagi! Klan Chu bisa- bisa tergeser kedudukannya di Kerajaan Ling ini!" gumam Chu Cian menyadari potensi yang di miliki dan bisa di raih Xiao Yue.


"Aku benar- benar tak nyangkah selama ini Xiao Yue sebegitu berbakat dan sangat jenius sekali! Aku mengerti kenapa Patriak membunyikan kebeneran ini begitu lama? Karena umur masih muda dengan kemampuannya yang tinggi itu bisa membuat dirinya dalam bahaya karena orang -orang luar akan mengincar nyawanya?" Gumam Panutua 2 sambil memandang Xiao Yue.


*********