
Darah yang membasahi Pedang Mawar Kematian perlahan lahan terhisap oleh pegang dan menghilang. Sehingga pedang itu kembali bersih seperti semula, seolah tidak pernah dipakai dan di gunakan untuk membunuh dan mencabut nyawa seseorang.
" Aih... Satu lagi uda beres! Sekarang saatnya membantu paman Xiao Tui."
WHUUUUUS HAP-----
Xiao Yue langsung melompat melayang dan terjun dalam kanca pertarungan Xiao Tui dan Anggota Assassin Chubuang yang tinggi kurus yang tak lain Chu Loiyan.
Kehadiaran Xiao Yue yang tiba - tiba itu tentu saja mengagetkan Chu Loiyan. Dia tidak menyangka kalau sekarang dia bukan hanya melawan satu orang tapi dua orang, dan di keroyok oleh dua generasi. Satu orang seumuran dengannya dan satunya lagi masih muda sekitar usia 15 tahun.
WHUUUUUUS WHUUUUUS
Xiao Yue langsung saja mengayunkan Pedang Mawar Kematian pada tubuh Chu Loiyan yang di lindungi oleh Jimat Array pertahanan. Bersamaan dengan datangnya serangan jurus pedang Naga Pasang yang berupa atau berwujud Naga Air Mana dari Xiao Tui.
BLAAAR PYAAAR
Kedua kekuatan dari dua sisi itu menghantam bersamaan Chu Loiyan. Lelaki tinggi kurus itu tidak bisa menghalau kedua kekuatan itu. Sehingga kurungan Jimat Array yang melindunginya langsung hancur berkeping - keping.
"Hah... Gadis bau kencur ini ada disini? Bukannya tadi melawan saudara Chu Fuliang! Apakah mungkin Saudara Chu Fuliang kalah dan tewas...? Ti... tidak, itu tidak mungkin! Aku tidak percaya ini!" gumam Chu Loiyan sambil kepalanya menggeleng terus, karena dia dan Chu Fuliang kekuatan dan kemampuannya tidaklah sama.
Chu Loiyan masihlah di bawa Chu Fuliang. Dia sama sekali tidak memperdulikan jimat yang hancur, mungkin di karenakan shock lelaki itu tidak sadar kalau dirinya kini tanpa ada pelindungan sama sekali.
"Teknik Langka Bintang!" Xiao Yue bergerak dengan cepat, dan dalam sekejap sudah ada di samping Chu Loiyan. Dia langsung saja mengayunkan pedangnya.
"Jurus Pedang Bulan Suci!" Pedang Mawar Kematian seketika itu berkelebat dengan cepat menebas tubuh Loiyan.
WHUUUUUUS CRAAAAS
Serangan yang datang mendadak dari Xiao Yue itu tidak sempat di hindari oleh Chu Loiyan. Badannya kena sabetan pedang di dadanya. Lelaki itu tersentak saat pedang mengiris dan mengoyak dalam tubuhnya.
Sayangnya kesadaran dari Chu Loiyan sedikit terlambat akan keadaan, karena Xiao Yue kembali secepat kilat menarik pedangnya dan menusuk perut lelaki itu hingga tembus dan menggerakkan pedang ke atas sedikit.
JLEEEEEP AAUUHHH...
Jeritan kesakitan dari Loiyan terdengar sangat keras sebelum tubuhnya roboh terhempas ke tanah berkerikil, ketika Pedang Mawar Kematian di cabut dari tubuhnya.
Luka Chu Loiyan sangat dalam dan memanjang dari perut hingga ke dada. Darah segar membanjir mewarnai tubuh kurusnya. Lelaki itu matanya terbelalak tidak percaya sampai kematian menjemputnya.
Satu lagi musuh telah tumbang, Xiao Yue berhasil membunuh dan menyingkirkannya. Setidaknya Xiao Yue sudah membalas dendam akan kematian salah seorang anggota Merah Xiao yang telah gugur hari ini di tangan Assassin Chubuang.
"Kau hebat sekali Yue'er! Kau mampu dan berhasil membunuhnya, padahal Paman dari tadi tidak mampu mendesaknya apalagi sampai membunuhnya." Xiao Tui berbicara sambil tersengal- sengal.