
Setiap anggota tim Klan Jiang terbakar semangat juang dan pertempurannya. Meraka menatap tim Akademi Kerajaan dengan lapar.
Keinginan akan hasrat di akui membuat mereka lebih percaya diri, lebih dinamis dan lebih agresif. Mereka berlima langsung mengincar target untuk bertarung satu lawan satu sampai akhir.
Mereka kompak berkata, "SERAANG." Tim Akademi Kerajaan pun sudah siap menghadang dan menghalau tim Klan Jiang.
TANG TING TANG
Bunyi pedang saling beradu dan berbenturan. Mereka sekarang bertarung tidak lagi sebagai sebuah tim tapi bertarung secara individu.
Targetnya adalah lawan bisa kalah, bila yang kalah banyak dari pihak musuh otomatis pihaknya yang akan maju babak selanjutnya.
TING BRAAK JLEP
Salah satu anggota Tim Akademi berhasil menusuk lawannya dan dia berhasil mengirim lawan keluar arena. Segera saja membantu teman yang posisinya dekat sama dia untuk mengeroyok lawan tandingnya.
"Walau satu lawan dua aku tidak akan mundur! Jangan harap semudah itu mengalahkanku!" ucap pemuda itu dengan semangat tempur makin membara.
"Jangan salahkan kami bila kamu tercincang oleh kedahsyatan gabungan kekuatan kami?" ucapnya sambil melihat rekan timnya. "Saudara Ling Tan, ayo kita tunjukkan apa yang bisa kita perbuat padanya?"
Ketiganya membuat kuda - kuda siap melanjutkan kembali pertarungannya. Dua anggota Akademi Kerajaan melakukan gerakan yang sama . Pedang di aliri oleh Energi Mana kemudian di lempar ke atas dan kedua tangan membuat gerakan pola di udara setelah jadi pola itu ditempelkan pada telapak tangan kiri dan begitu pedang yang dilempar kembali jatuh kebawa di tangkap tangan kanan.
Sedang lawannya memegang erat pedang yang di aliri Energi Mana. Di sabetkan pedang dua kali tegak lurus ke arah dua musuhnya.
WHUUUS WHUUUS
Melihat serangan datang keduanya bersamaan menghadang laju pedang dengan cepat.
TANG TING BLAAR
Asap tipis keluar dari benturan ketiga senjata. Dan Ling Tan menerjang kedepan dengan tangan kiri langsung mencakar ke lawannya, Dia melompat mundur tapi Ling San datang dari belakang Ling Tan dan berhasil mencakar badan lawannya. Belum sempat lepas dari terkejutnya sebuah tebasan pedang mengarah padanya. Sayangnya kurang cepat menghindar hingga pedang tebasan menyentuh perutnya .
Darah keluar banyak dari tebasan pedang dan juga dari cakaran yang ada di pundak kanannya. Pemuda itu terjatuh dan tidak bergerak, dia pingsan di tempat.
Bersamaan itu jua dua anggota Tim Klan Jiang terlempar keluar arena dan satunya lagi menyerah.
Panglima Kerajaan mengumumkan kepada penonton bahwa arena 4 pemenangnya adalah nomer 16. Begitu juga di arena 1 dan arena 2 telah selesai bertandingnya.
Babak putaran kedua terdiri dari 8 tim yang lolos. Tim yang lolos di mohon mempersiapkan diri. Dan pihak penyelenggara memberi waktu istirahat selama 2 jam.
Menyadari ada waktu bebas 2 jam Xiao Yue berbicara kepada Panutua 5. "Bolehkah saya keluar mencari camilan? Saya akan kembali tepat waktu? Sebelum di mulai babak ke dua saya sudah berada disini! Saya janji!"
"Tidak boleh! Aku yang keluar! Aku yang akan mencarikan dan membelikan kebutuhkan kalian? Camilan apa yang kau mau?" ucap Panutua 2 tegas.
" Panutua, 2 jam itu lama! Apa tidak sebaiknya aku dan Xioa Yue yang keluar aja? Panutua disini saja kami yang akan keluar? Wanita jauh lebih pantas bila urusàn beli membeli!" ucap Xiao Yubi merayu Panutua 2.
"TIDAK" Yang menjawab tidak hanya Panutua tapi Xiao Qing Dan Xiao Low juga.
"Aih... Kenapa jadi kompak begitu? Kenapa jadi terlarang?" ucap Xiao Yue heran.
"Eh...Mengapa tidak? Memangnya ada apa bila kami yang pergi?" Tanya Xiao Yubi protes sama anggota Klan Xiao.
"Bakpow, Tanghulu dan Wonton aku pengen itu! Hehe ... Maaf Panutua kalau keinginannya banyak!" ucap Xiao Yue sambil memberikan koin emas kepada Panutua 2.
"Kue keranjang," ucap Xioa Qing dan Xiao Low bersamaan dan menyerahkan koin emas.
Xiao Hangbi dan Xiao Yubi berbicara "Aku sama yang di mau Xiao Yue".
"Simpan uang kalian kembali!" usai bicara Panutua langsung berdiri dan berjalan keluar Pavilium Gun Ling.
Tak sampai setengah jam Panutua sudah kembali membawa jajanan yang mereka inginkan. Mereka langsung memakannya, tak lupa sebelum makan mereka semua mengucapkan terima kasih pada Panutua.
Waktu cepat berlalu dua jam istirahat yang diberikan oleh pihak panitia penyelenggara telah usai. Sekarang mereka mendengar Panglima Kerajaan memanggil nomer peserta yang berlaga.
"Nomer undian 2 dan nomer undian 6 silakan ke arena 1, nomer undian 4 dan nomer undian 10 silakan ke arena 2, nomer 8 dan nomer 12 sulakan ke arena 3 dan nomer undian 14 dan nomer undian 16 silakan ke arena panggung 4."
Tim Klan Xiao melesat ke arena panggung 3 yang ada di depan tempat duduk mereka.
WHUUS WHUUS WHUUS
Mereka tiba di arena bersamaan dengan tim nomer 12. Tim ini memakai seragam biru sebagai ciri khas mereka.
"Salam kenal dari kami Tim Klan Xiao," ucap Xiao Qing sambil menangkupkan tinju di dadanya di ikuti anggota tim Klan Xiao yang lain.
Begitu juga dengan tim 12 mereka semuanya menangkupkan tinju depan dada dan salah seorang berkata, "Salam kenal juga dari kami Tim Akademi Grup Ling."
"Tak nyangkah kami telah berhadapan dengan salah satu dari 4 Klan besar di Kerajaan Ling," ucap pemuda tampan yang selalu tersenyum.
" Kami tidak akan sungkan! Kerahkan segenap kemampuan dan kekuatan kalian? Karena tujuan kami adalah putaran ke 3!" ucap Xiao Yue tegas.
"Haha... Maaf saja kami pun menginginkannya! Jadi kami akan berusaha! Kami jelas tidak akan mau mengalah!" ucap Pemimpin Akademi Grup Ling.
" Gunakan formasi serang mereka!" ucap Xiao Qing kepada teman- temannya.
WHUUUS WHUUUS WHUUUS
Xiao Qing dan Xiao Hangbi langsung menyerang orang yang di rasa paling kuat. Sedangkan Xiao Yue bersama dengan Xiao Yubi melawan tiga orang.
TANG WHUUS TANG
Sedang Xiao Low bertahan di belakang sendirian tanpa harus melawan musuh. Dia kemudian membentuk array pertahanan yang komplek mengitari tubuhnya, setelah usai dia terjun kepertarungan.
Tiba -tiba Xiao Yue dan Xiao Yubi melompat bertukar tempat, empat lima jurus berpindah lagi dan itu berulang.
WHUUS TANG TING
Array yang di bentuk Xiao Low kemudian diselimutkan kepada Xiao Yue dan Xiao Yubi mengakibatkan area pertahanan jadi lebih luas.
Sekarang dari dalam array mereka bertiga bertempur dengan jalan keluar masuk area pertahanan.
******