
Xiao Qing perlahan bangkit, dia menghapus sisa darah yang ada disudut bibirnya. Dia pun tak lupa memandang sekitarnya. Ternyata dirinya ada di luar arena tanding.
Xiao Qing menarik nafas panjang, ternyata dirinya tidak bisa melaju pada putaran selanjutnya. Xiao Qing sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi dan dia juga sudah berusaha semampunya.
Dikarenakan salah satu peserta pertandingan berada di luar arena, maka sudah bisa dipastikan bahwa pertandingan sudah berakhir.
Wasit pertandingan mengumumkan bahwa pemenang Turnamen Lingcup putaran 4 Arena 1 telah di menangkan oleh nomor undian 9 yaitu Lou Liu Hu.
Para penonton bersorak memberikan aplaus kepada pemenang. Apalagi bagi fans Lou Liu Hu. Mereka jelas sangatlah senang, karena idola mereka telah berhasil masuk putaran selanjutnya.
Dan untuk Klan Lou, ini adalah kemajuan yang sangat dinantikan. Sesuatu yang sangat diharapkan yang bisa mendobrak nama klan semakin dikenal. Keberuntungan sekaligus kebahagiaan.
Sedangkan untuk sebagian penonton yang ikut taruhan, bagi yang bertaruh namanya Lou Liu Hu jelas ini adalah sebuah keuntungan yang sangat luar biasa. Karena bisa menjadi kaya mendadak.
" Huh... Sangat disayangkan Xiao Qing telah kalah!" ucap Merah Xiao 1.
" Mereka berdua imbang, cuma keberuntungan ada di tangan Lou Liu Hu! Sekarang kita hanya bisa berharap semoga Nona Xiao Yue bisa maju putaran selanjutnya!"
" Iya Kau benar! Kita akan lihat hasil pertarungan Nona Xiao Yue dengan lawannya. Siapakah yang bakal keluar jadi pemenang!" ucap Merah Xiao 3.
"Huh.. Aku ikut cemas! Hatiku ikut dag dig dug. Karena sudah lama sekali, Klan Xiao tidak sampai bisa ke tahap ini!"
Mereka kembali memusatkan konsentrasinya, untuk melihat pertarungan yang sedang berlangsung, yang saat ini ada di hadapannya.
Sedangkan Xiao Qing bergerak perlahan dengan jalan kaki menuju tempat yang di khususkan untuk peserta dari Klan Xiao.
Begitu tiba di hadapan Panutua 2 dan juga Xiao Low. Xiao Qing berbicara sambil tertunduk lesuh, " Maaf, aku telah mengecewakan! Maafkan aku tidak bisa lanjut ke putaran selanjutnya!"
"Ehh... Kenapa harus minta maaf? Kau tidak salah apa-apa saudara Xiao Qing?" ucap Xiao Low kepada kawan baiknya itu.
" Tidak apa- apa Qing'er. Kau sudah berusaha. Kau juga sudah mengerahkan seluruh tenaga, pikiran dan kemampuanmu dalam pertarungan ini."
"Jangan berkecil hati! Dalam sebuah pertarungan lumrah, ada yang kalah dan ada yang senang! Jadi jangan terlalu dipikirkan!"
" Haha... Kita senasib saudara Xiao Qing. Tidak mampu mengangkat dan mengharumkan nama Klan Xiao kita tercinta."
Xiao Qing dan Panutua 2 langsung memandang tajam pada pemuda tampan yang ada di hadapannya itu. Terlebih Xiao Qing ingin rasanya dia menampar teman baiknya itu. Bisa-bisanya tertawa senang, di saat teman lagi sedih dan kesusahan.
" Bagaimana dengan pujaan hatimu, Liang Yu Cha? Apakah dia lolos babak selanjutnya?" Xiao Qing bertanya.
"Ehh... Dia sama dengan kamu, dia juga kalah. Lawan tandingnya terlalu Kuat. Kemampuannya sangat jauh di atasnya. Dia terluka sangat parah. Sekarang ini kemungkinan besar dirawat di Pavilium Farmasi."
" Kenapa kau masih di sini? Kenapa kau tidak menjenguk dia?"
" Aku ingin sekali menjenguknya tapi tidak sekarang. Nanti setelah usai pertarungan dirimu dan juga Xiao Yue. Kita akan pergi bersama- sama."
" Hah... Kenapa kamu melibatkan kami! Sebagai lelaki sejati, seharusnya kamu berani sendiri tan....."
Keduanya sama-sama menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mereka menyadari kalau mengganggu konsentrasi dari Panutua 2 yang sedang melihat , mengawasi dan memperhatikan pertarungan Xiao Yue teman Klan Xiao-nya.
Sementara itu pertarungan Xiao Yue dan juga Hu Chuwuan makin menegangkan.
BLAAAR
DUAAARR BOOOM
Pertemuan kedua kekuatan di udara itu mampu menyebabkan ledakan yang sangat besar. Xiao Yue maupun Hu Chuwuan sama sama terkena imbas dari serangan kejut.
Serangan kejut akibat benturan dua kekuatan dahsyat itu mampu mengoyak dan merusak Array perlindungan. Tapi, begitu Array perlindungan terkoyak langsung saja ada sinar yang menyelimuti Array perlindungan. Begitu sinar menghilang, Array perlindungan sudah kembali seperti semula.
Serangan kejut itu mampu menghempaskan Xiao Yue maupun Hu Chuwuan sejauh 7 meter dari tempatnya semula.
Tubuh Xiao Yue terhempas dengan cepat ke Array Pelindungan. Tapi sebelum tubuh Xiao Yue menabrak Array Perlindungan, Xiao Yue menghentakkan tangannya ke Array perlindungan. Sehingga mampu mendorong Xiao Yue kembali ke arena tanding.
WHUUUUS
Dengan gerakan setengah putaran di udara, Xiao Yue turun dengan sangat indah menjejakkan kakinya di arena tanding.
HAP-----
Dan tanpa mau membuang-buang waktu lagi, langsung saja Xiao Yue menyalurkan Energi Mana pada bila pedangnya, kemudian di ayunkan ke arah Hu Chuwuan yang sudah mampu berdiri kembali dengan tegak.
WHUUUUS
"Jurus Pedang Bintang!" Pedang penuh Energi Mana, diayunkan kembali menyusul serangan pertama.
WHUUUSS
Hu Chuwuan yang melihat serangan datang segera saja menghadangnya dengan pedang di tangannya. Tapi belum sempat serangan pertama di hadang oleh Hu Chuwuan, mendadak serangan kedua muncul kembali lebih cepat, lebih ganas dan lebih kuat menerjang ke arahnya.
BRAAAK DUAAAR
BOOOM
Sekuat tenaga Hu Chuwuan menghadang serangan beruntun dari Xiao Yue. Pertemuan dua kekuatan itu mengakibatkan ledakan yang jauh lebih dahsyat dari ledakan pertama. Efeknya pun jauh lebih mengerikan.
Array Perlindungan sampai hancur begitu juga dengan arena tanding 3 telah tercipta lubang yang sangat besar di tengah arena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.