
Sementara Anggota Merah Xiao mereka saling berpandangan masih berdiri di depan toko Serba Ada. Tidak ada satu pun dari ke tiganya yang berkeinginan untuk menyusul.
Sampai salah satu dari ketiga anggota Merah Xiao berbicara pada rekannya, "Saudara Xiao Li, kamu masuklah ke dalam! Setidaknya ada salah satu diantara kita yang mengawasi di dalam! Biar kami berdua yang akan mengawasi di luar."
"Ehh... Baiklah kalau begitu! Aku tidak keberatan sama sekali! Kebetulan sekali aku juga menginginkan suatu barang, siapa tahu di dalam situ ada! Hehe ..."
Selesai berkata kepada rekan-rekannya Xiao Li melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko Serba Ada menyusul Xiao Yue dan Yang Lainnya.
Kakinya baru saja menginjak lantai toko Serba Ada. Pandangan mata Xiao Li langsung mencari keberadaan dari Xiao Yue, Xiao Qing , Xiao Low dan Panutua 2.
Xiao Li tersenyum karena berhasil menemukan keberadaan dua orang yang harus diawasinya. yang dilihat oleh anggota Merah Xiao adalah Xiao Qing dan Xiao Low.
Kedua pemuda itu saat ini sedang melihat etalase berbagai macam sumber daya alam. Xiao Li pun bergegas bergabung bersama mereka.
"Wow.... Banyak sekali sumber daya yang bisa di pilih. Pantas saja toko ini ramai karena harganya murah! Sedangkan barang yang disediakan dari yang biasa sampai yang langka."
" Benar sekali saudara Xiao Qing! Tergantung pada keberuntungan kita!"
Xiao Li yang ada di dekat Xiao Qing dan Xiao Low langsung saja menyambar ucapan mereka, "Bukan hanya faktor keberuntungan tapi juga kejelihan kalian dalam memilih. Kalian harus bisa membedakan mana barang yang murah, yang biasa mana juga barang yang langka dan mahal harganya."
Xiao Qing dan Xiao Low langsung menoleh pada orang yang berbicara di belakang mereka. Kedua pemuda itu tersenyum karena baru menyadari, orang yang berbicara kepada mereka berdua adalah salah satu dari anggota Merah Xiao.
"Paman Xiao Li. Maaf kami tidak tahu kalau Paman ada di belakang kami!"
"Ucapan paman Xiao Li benar sekali! Kita harus jeli dan teliti dalam membeli barang! Dengan begitu kita pasti dapat untung!"
Xiao Li senang sekali karena kedua generasi muda yang ada di hadapannya ini sangat tanggap dan pintar.
"Tidak mungin! Ini pasti salah!" ucap Xiao Qing memegang Sumber daya alam yang ada di hadapannya itu dengan menggelengkan kepalanya terus- terusan.
Xiao Li dan Xiao Low yang mendengar ucapan dari Xiao Qing, ikutan memandang benda yang saat ini di pegang oleh Xiao Qing.
Mata mereka berdua terbelalak melihat barang tersebut. Bahkan Xiao Low sampai mengucek matanya berkali - kali untuk meyakinkan pandangannya bahwa yang dilihatnya itu adalah kenyataan.
" Jahe bintang! Beruntung sekali Kau dapat menemukannya!"
"Selamaaat! Bikin iri saja! Aku juga tidak mau ketinggalan! Aku juga mau menemukan sesuatu yang bagus di tempat ini."
Cukup lama Xiao Low, Xiao Qing dan Xiao Li mencari tapi tidak menemukan lagi Sumber daya alam yang langkah.
Kini ketiganya melangkah ke etalase berbagai macam senjata. Mata mereka fokus melihat - lihat.
Sementara Xiao Yue masih melihat - lihat semua barang yang di jajakan oleh toko Serba Ada. Dari etalase satu ke etalase yang lainnya. Tapi tidak ada satu barang pun yang mampu menarik minatnya.
"Aih... Aku tidak menemukan barang yang menarik! Memang sich ada beberapa yang bagus tapi aku tidak membutuhkannya!"
Kemudian Xiao Yue berusaha mengingat -ingat dimana pil dan ramuan yang ada itu di pajang dan diletakkan.
Akhirnya Xiao Yue ingat kalau pil dan ramuan itu di taruh di sudut ruangan yang paling belakang. langsung saja bergegas menuju ke sana dan saat ini Xiao Yue tidak sendirian karena ada Panutua 2 yang menemani.
"Panutua 2, Ayo kita ke belakang, lebih tepatnya sudut yang paling belakang. Karena di sanalah Pil dan ramuan yang di jual. Siapa tahu kita beruntung mendapatkan pil racun tingkat tinggi".
Tanpa mengeluarkan seucap kata Panutua 2 Langsung saja berjalan lebih dulu. Sedangakan Xiao Yue mengekor di belakang panutua 2.
Begitu tiba di tempat yang di tujuh, Xiao Yue maupun Panutia 2 langsung menuju rak khusus racun. Kemudian mulai mencari racun tingkat tinggi.
Satu persatu ramuan itu di buka penutupnya oleh Xiao Yue untuk mengetahui racun apa dan juga tingkatan dari ramuan racun itu.
Cukup lama keduanya berkutat di rak racun sampai Xiao Qing , Xiao Low dan Xiao Li menghampiri mereka berdua.
" Saudari Xiao Yue. Bagaimana racunnya? Berhasilkah mendapatkannya?"
Pertanyaan itu sama sekali tidak di jawab oleh Xiao Yue. Dia masih konsentrasi melihat setiap ramuan yang ada di depannya itu.
" Kalian jangan mengganggu konsentrasi mereka berdua, yang dipegang mereka itu adalah racun salah sedikit bisa-bisa mereka sendiri yang keracunan!" Tegur anggota Merah Xiao sich Xiao Li kepada dua anak muda yang bersamanya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...