XIAO YUE

XIAO YUE
Chapter 202



"Ohh.... Tidaaak, pedang peninggalan guruku!" jerit Chu Li Chan saat pedang di tangannya putus menjadi tiga bagian.


Setelah memutuskan pedang Chukuyan lintasan pedang Mawar Kematian langsung membelok dan mengarah pada lehar Chu Li Chan.


WHUUUUUS TAP----


Chu Li Chan secara refleks menghindarinya dengan menjatuhkan tubuhnya kebelakang sehingga lintasan pedang Xiao Yue gagal mengakhiri hidupnya.


"Huh... Hampir saja nyawaku melayang! Edaaan.. Hampir saja aku menemui raja Yama. Masa aku kalah dari seorang bocah!" Gerutu Chu Li Chan pada dirinya.


"Ahh...Sial! Masih bisa lolos juga!" celetuk Xiao Yue kecewa.


Gadis cantik itu segera meningkatkan lagi energi Mananya 100%. Dia juga meningkatkan lagi jurus pedang bulan suci ke tingkat yang lebih tinggi yaitu tahap sempurna.


"Jurus Pedang Bulan Suci!" Xiao Yue kembali mengayunkan pedangnya pada musuhnya.


WHUUUUUS


Chu Li Chan yang masih terlentang seketika itu juga menggerakkan badannya dengan berguling- guling ke samping berusaha menghindari cecaran pedang Xiao Yue yang datang bertubi- tubi.


Tanpa adanya pedang dan jimat Array untuk menghadang, Chu Li Chan hanya menggunakan tingkat kultivasinya tanpa bisa menggunakan teknik dan jurusnya dengan leluasa di bawah tekanan serangan Xiao Yue.


WHUUUUS CRAAAS


Serangan gadis itu makin tajam, cepat dan brutal hingga akhirnya menciptakan cela yang langsung di manfaatkan gadis cantik itu.


AAAUUUUHHH....


Chu Li Chan menjerit kesakitan saat tangannya terpotong. Matanya sampai berkaca- kaca menahan sakitnya.


"Siaaal tanganku!" Chu Li Chan melihat potongan tangannya. "Brengseeeek kau bocah!" Nafasnya tak beraturan karena luapan emosi. "Ku bunuh Kau ja..."


WHUUUS BLAAAR


Belum sempat Chu Li Chan menyelesaikan ucapannya, sebuah serangan kembali dari Xiao Yue menghampirinya.


Lelaki paruh bayah itu berusaha menghalau tapi tidak cukup kuat untuk menghadang hingga serangan itu tetap lurus melaju jatuh padanya. Mengakibatkan badannya langsung meledak. Dia mati dengan tubuh bercerai berai.


Xiao Yue tersenyum berhasil membunuh satu lagi anggota Assassin Chubuang. Ada kelegahan dan kepuasan tersendiri bisa mengambil nyawa orang - orang yang mengusik hidupnya.


Pandangan matanya kini teralihkan dari ceceran potongan tubuh Chu Li Chan kepada pertarungan yang ada di sekitarnya. Dia mencari tahu, masih adakah pihaknya yang harus di bantu atau harus di ambil alih saja lawan tandingnya itu biar cepat selesai.


"Hem... Baguslah, pertarungan anggota Merah Xiao telah usai, keliatannya hanya tinggal 3 pertarungan saja yang tersisa." Xiao Yue tersenyum puas melihat keberhasilan anggota Merah Xiao, di lihat dari Teknik Mata Hati mereka juga tidak terluka parah. Dan kini mereka sedang berkumpul bersama dengan kelompok generasi muda Klan Xiao.


Gadis cantik itu kembali lagi berkata, "Aku tidak kwatir dengan pertempuran Panutua 2, Panutua 5 dan sesepuh Xiao Bi Juan tapi hari sudah hampir pagi, bentar lagi tempat ini pasti akan ramai, banyak orang yang bakal lalu lalang, dan aku tidak ingin sampai pihak kerajaan sampai tahu."


"Woiiiii.... Bocah nakal, Yue'er! Kenapa hanya berdiri diam saja di situ? Cepatlah bantuuuu.. Orang tua iniii! Hah... Kau pikir orang tua ini tidak butuh istirahat dan santai apa?" Tiba- tiba terdengar teriakan dari sesepuh Xiao Bi Juan kepada Xiao Yue yang tak jauh dari area pertarungannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...