
Sesaat Xiao Yue mengamati kamarnya, sebelum dirinya melangkahkan kaki meninggalkan kamarnya untuk pergi ke kamar Panutua 2.
Perlahan Xiao Yue membuka pintu kamarnya dan menutup pintunya dengan terburu- buru. Baru tiga langkah meninggalkan kamarnya Xiao Yue mendengar ada yang memanggil namanya.
" Xiao Yue! Xiao Yue... Tunggu sebentar"
Xioa Yue membalik badannya melihat orang yang memanggil -manggil namanya. Ternyata Xiao Qing yang memanggil dirinya. Xiao Qing datang menghampiri Xiao Yue yang berdiri menungguh.
"Kau belilah makanan di bawah! Aku tadi sudah dibawah mau beli makanan, untuk kita makan bersama di kamar Panutua 2 tapi aku tidak jadi membelinya!" ucap Xiao Qing kepada Xiao Yue.
"Eh... Kenapa tidak jadi? Sudah di bawah, tinggal nungguh pesanan saja koq malah tidak jadi! Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya tak sabaran dari Xiao Yue.
"Kamu lihat aja sendiri! Kamu nanti akan tahu!" ucap Xiao Qing berlalu meninggalkan Xiao Yue saat Xiao Qing melihat Xiao Low keluar dari kamarnya.
Tanpa banyak bertanya lagi, apa lagi sampai membuang waktu, Xiao Yue langsung menuju tangga ke lantai bawah. Begitu tiba di lantai bawa ternyata sangat ramai.
Dan kebanyakan orang yang hadir itu memakai atribut dari Klan Chu dan prajurit kerajaan. Tidak sedikit orang yang hadir di tempat makan itu sudah berumur dan memiliki kemampuan sekelas Panutua.
"Aih... Klan Chu! Hem, apakah di antara mereka ada yang anggota Assassin Chubuang? Baguslah, disaat aku butuh banyak sekali informasi Assassin Chubuang. Hehe.. Kehadiran kalian seperti menyiram air di bunga yang hampir layu." ucap Xiao Yue dengan mata yang berbinar.
Segera saja Xiao Yue menuju kasir untuk memesan makanan yang akan di bawanya ke kamar Panutua 2. Sambil menungguh makanannya Xiao Yue sengaja berdiri dekat dengan anggota Klan Chu, karena dirinya ingin mencuri dengar pembicaan mereka.
"Bukannya semula mereka itu bertujuan mau membuat perhitungan dengan anggota Klan Xiao. Karena mereka telah membuat Klan Chu kalah telak dan tak ada satupun yang bisa maju babak ke dua. Penyebabnya adalah para jenius yang telah kita kirim semua telah menjadi sampah!" ucap lelaki berwajah codet emosi.
"Selama lebih dari tujuh ratus tahun kita selalu jaya dan sukses tapi tahun ini, kita di permalukan dan juga mengalami kerugian begitu sangat besar. Bagaimana mungkin kita tinggal diam dan berpangkuh tangan?" ucap Pria cebol pada teman- temannya.
Lelaki jubah hijau langsung menyolot ucapan temannya, "Ya hurus balas dendam! Assassin Chubuang jelah mengetahui siapa saja yang harus bertanggung jawab membunuh anggotanya?"
Xiao Yue yang mendengar pembicaraan mereka hatinya langsung berdebar - debar, bukan takut yang di rasakannya melain keinginannya untuk segera bisa mengambil nyawa mereka lebih dulu sebelum mengusik dirinya dan menyentuh teman- temannya.
"Tak lama lagi Assassin Chubuang akan bergerak, mana mungkin mereka mau melepaskan buruan yang sudah ada di depan mata mereka!"
"Mereka yang buat urusan dan masalah dengan Assassin Chubuang akan membayar berlipat- lipat dari hutangnya. Haha... kasihan sekali mereka! Malang tak mampu di tolak!"
"Ohh, Itukah sebabnya ada beberapa Assassin Chubuang di antara kita yang hadir di Pavilium Losmenling ini!"
"Apaaaa? Aku harus bisa menangkapnya? Tapi aku tidak tahu yang mana? Baiklah, anggap saja semua yang hadir ini adalah anggota Assassin Chubuang. Ayo Xiao Yue kenali wajah semuanya.. Buruanmu ada di antara mereka!" ucap Xiao Yue dalam hati bertekat menghafal wajah -wajah yang ada di sekitarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...