
" Ehh... Maaf! Hehe... Yue' er terbawa semangat!"
Xiao Yue menjawab ucapan dari sesepuh Klannya dengan tersenyum dan sedikit tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melangkahkan kakinya mendekati sesepuh Xiao Bi Juan.
Gadis cantik itu kembali melanjutkan ucapannya, " Tapi masa iya..., efek serangan kecil semacam itu bisa melukai seorang Xiao Bi Juan! Aih... tak pantas kalau gitu memiliki gelar Raja Kebal, ahli terkuat dan kebanggan Klan Xiao!"
"Bocah ingusan kurang ajaaaar! Mau aku pukul. Beraninya menyindir orang tua sepertiku!"
Xiao Bi Juan seketika itu juga matanya melototi anak Patriak Klan Xiao itu, Harga dirinya sedikit tersentil oleh Xiao Yue.
Karena ternyata tubuh Xiao Bi Juan memang mengalami luka, sebuah goresan agak dalam di punggung kirinya.
Sesepuh Klan Xiao itu tadi sedikit terlambat untuk menghindar atau pun menggunakan energi Mana atau juga jimat Array untuk bisa melindungi dirinya dari efek kejut serangan. Walau hanya selisih tiga detik saja tapi itu sudah bisa membuat suatu perbedaan.
Begitu tiba ada di hadapan Xiao Bi Juan. Gadis cantik itu langsung melihat dan meneliti keadaan dari sesepuh Klan Xiao itu.
" Emm.... terluka!"
Xiao Bi Juan langsung menjawab, " Hanya luka kecil, tak akan jadi masalah! Segera kau bantu Panutua 2 dan Panutua 5 agar secepatnya kita bisa meninggalkan tempat ini."
Xiao Yue langsung mengarahkan pandangannya pada pertarungan ke dua Panutua Klan Xiao itu. Bersamaan dengan dua anggota Merah Xiao, mulai ikut terjun dalam pertarungan itu.
BLAAAR DUAAAR
DUAAAR BOOOM
Terjadi ledakan yang sangat besar saat keenam kekuatan yang berseteru itu saling berbenturan. Debu sangat pekat karena tanah dan batu berterbangan terbawa angin. Tercipta dua lubang besar di area pertarungan.
Empat orang tersebut memuntahkan seteguk darah segar secara bersamaan. Baju mereka compang camping serta ternoda sama darah dari luka yang mereka dapatkan. Walau musuh satu lawan dua, tetap saja terkena efek dampak dari ledakan.
Panutua 2, Panutua 5, Xiao Yang dan Xiao Li terlentang dengan nafas tersengal- sengal, tidak ada satu pun yang bergerak atau bangun dari posisinya.
Itu di pastikan karena kelelahan juga kehabisan tenaga. Tapi tidak ada rasa ketakutan ataupun kesakitan di wajah ke empat orang yang tergeletak itu. Yang ada adalah rasa puas karena memenangkan pertarungan.
"Haha.. Menang! Kita memenangkan pertarungan ini." Seru Xiao Qing langsung memeluk erat sabahatnya Xiao Low.
"Asiiiik, sebelum babak final saudari Yue' er kita bisa berpesta sejenak di Pavilium Losmenling." Kata Xiao Yubi bersemangat.
" Syukurlah! Tidak ada lagi korban dari pihak kita."
"Luar biasa, ternyata kita lebih hebat dari para Assassin Chubuang itu! Hahaha.... Klan Xiao pamornya bakal naik kalau begini." Saut Sesepuh Xiao Bi Juan kegirangan.
" Teknik Mata Hati!" Gumam pelan Xiao Yue.
Xiao Yue memeriksa kondisi dan keadaan dari Panutua 2, Panutua 5, Xiao Yang dan Xiao Li. Gadis cantik itu merasa lega ternyata keempatnya tidak ada yang terluka parah.
WHUUUUUS HAP-------
Xiao Yue melayang dan turun di sisi Panutua 2 kemudian melemparkan satu pil dan satu guci Air Spiritual. Kemudian dia berpindah tempat ke sisi yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...